Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

News

Amerika Teroris Terbesar

Posted : 18 Maret 2010
khilafahmatteroftime.jpg

Nahdatul Ulama (NU) menyambut baik kedatangan presiden Amerika yang mengulurkan tangan ke dunia Islam itu. Menurut para tokoh NU, umat Islam dianjurkan Nabi menghormati tamu.

Tapi Hizbut Tahrir berpendapat sebaiknya kunjungan presiden Amerika itu ditolak saja. Karena, menurut organisasi ini, Obama bukanlah tamu yang baik, karena ia masih membunuhi umat Islam seperti di Afghanistan dan Irak.

Menurut Ismail Yusanto, Amerika masih menjajah negara-negara muslim seperti Afghanistan dan Irak. Meski itu diawali oleh Bush, tapi Obama belum mengubah kebijakan pendahulunya itu. Malah ia sudah menambah jumlah tentaranya di Afghanistan.

"Akibat dari invasi itu sejak tahun 2003 ribuan warga muslim terbunuh," tandas Ismail.

Baik Irak maupun Afghanistan sudah hancur, bukan hanya fisik tapi ekonomi, politik, sosial dan budayanya juga.

"Pertanyaannya siapa yang bertanggungjawab. Tentu Amerika. Dan presidennya adalah Obama, " ujar Ismail.

Solider terhadap sesama muslim
Organisasi Islam ini menolak kedatangan Obama karena solider terhadap saudara yang dibunuh. Menurut ajaran Islam, tambah Ismail, muslim wajib membantu saudaranya sesama muslim yang tertindas dan terbunuh.

Nyawa seorang muslim itu, menurut Ismail, sangat mahal harganya. Mengutip hadis Nabi ia mengatakan: "Hancurnya dunia lebih remeh di sisi Allah SWT ketimbang terbunuhnya seorang laki-laki muslim."

Karena Obama masih membunuhi warga muslim terutama di Afghanistan dan Pakistan, maka ia dianggap "orang kafir yang nyata-nyata memusuhi atau memerangi umat Islam".

Menghormati tamu
NU berpendapat berbeda. Menurut organisasi terbesar di Indonesia ini, Obama harus disambut baik karena Nabi Muhammad saja menyambut musuh.

Tapi Ismail Yusanto tetap bersikukuh bahwa Obama adalah musuh yang tidak perlu disambut. Ia menyamakan Obama ini dengan Abu Sofian yang tidak disambut nabi karena ia pernah berkhianat.

"Tapi tidak semua tamu diterima oleh Nabi. Abu Sofyan ditolak oleh nabi. Karena ia telah melanggar perjanjian Hudaibiyah."

Karena banyak sekali warga yang mati akibat ulah Amerika, maka Ismail Yusanto menyimpulkan bahwa Amerika adalah teroris terbesar di dunia.

Sumber:Ranesi

61
15 votes
1 2 3 4 5

Lainnya

Arsip :20112010200920082007
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.7722 sec | TOP
Online Support :