Reformata.com - KRISIS kepercayaan sering menandai sebuah organisasi. Hal itu dikatakan Romo Yohanes Surono, OSC dalam khotbahnya saat merayakan misa wilayah III, Binong Permai sekaligus pelantikan pengurus baru WKRI ranting St. Clara Binong pada hari Senin, 15 Maret 2010 bertempat di rumah Innosentius Syamsul. Krisis kepercayaan, demikian Romo Surono, bisa saja terjadi antara para pengurus atau dari anggota pada para pengurus sebuah organisasi.
Romo Surono melihat krisis kepercayaan sudah hampir merambah ke seluruh lini kehidupan hingga ke keluarga. Krisis kepercayaan dalam keluarga misalnya, adanya mosi tidak percaya suami pada istrinya, juga sebaliknya. Akibatnya, terjadi saling berprasangka antara suami-istri. Tetapi, bagaimanapun, krisis kepercayaan merupakan sebuah fenomena destruktif yang harus disikapi.
Upaya menyikapi krisis kepercayaan, harus menempatkan komunikasi sarana paling utama dalam sebuah organisasi dan keluarga atau pada kebersamaan apa pun. “Tanpa ada komunikasi, segalanya pasti mandeg,” tandas Romo Surono. Dengan terciptanya komunikasi dalam sebuah organisasi dan keluarga niscaya segalanya berjalan lancar karena ketika menemukan hal yang kurang simpatik pun pasti teratasi oleh sebab adanya keterbukaan.
Bersemangat
WKRI merupakan bagian kecil dari perpanjangan tangan gereja dalam rangka mewartakaan dan menyosialisaikan ajaran Yesus di tengah perkembangan masyarakat dunia dewasa ini. Sebagai perpanjangan tangan Gereja, kegiatannya tak jauh dari mengemban misi Tuhan Yesus yaitu memenuhi muka bumi dengan hukum cinta kasih.
Selama ini, kegiatan dari WK cukup banyak, di antaranya donor darah, kerja sama dengan pihak rumah sakit tertentu dalam rangka pemeriksaan kesehatan secara gratis dan pengobatan dengan biaya yang sangat murah, serta masih banyak lagi kegiatan sosial lain yang intinya mengemban misi utama Yesus tentang mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri.
Namun, walau kegiatan WK selama ini begitu luhur, tidak semua ibu-ibu terpanggil untuk bergabung di dalamnya. Beragam alasan dipakai. Salah satu di antaranya, barangkali, karena krisis kepercayaan tadi. Karena itu, Romo Surono menekankan bahwa agar kegiatan WK atau komunitas apa pun bisa berjalan dengan baik dan lancar, diperlukan penghayatan secara pribadi dari umat tentang hukum cinta kasih sebagaimana diajarkan Yesus. Dengan menghayati hukum cinta kasih itu setiap umat akan terpanggil untuk menyosialisasikan ajaran Yesus. Hanya dengan menerapkan ajaran tersebut dengan baik dan sungguh-sungguh, umat akan tergerak untuk mengambil bagian dari setiap kegiatan gereja, seperti kegiatan WKRI ranting St. Clara yang saat ini dilantik para anggota kepengurusan baru peroide 2009-2012. Stevie