Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Daily News

Sembuh Dari Penyakit Langka

Posted : 15 Maret 2010
Sembuh dari Penyakit Langka.jpg
KANKER Esophagus Malignan sampai Achalasia, adalah jenis penyakit yang diderita oleh Sandra Mutiara. Ibu dari 3 anak ini, tidak bisa makan, bahkan selalu merasakan panas pada tubuhnya seperti akan terbakar selama 6 tahun. Dari 100.000 orang hanya ada 1 orang yang menderita penyakit ini. Hanya sekitar 3% penderita yang bisa bertahan dari penyakit langka ini, dan Mutiara termasuk di dalamnya.

Wanita kelahiran 12 Juni 1970 ini, sangat sulit sekali menelan makanan bahkan minuman. Rasanya seperti dicekik. Tangan dan kaki dingin, dan sangat sulit untuk bernapas. Dilanjutkan muntah disertai rasa panas seperti terbakar dari tulang punggung sampai tenggorokan, inilah kondisi yang dialami istri Gus E Chandra sepanjang 6 tahun.

Sampai saat ini belum ditemukan obat dan penyebab dari penyakit ini. Melalui keajaiban Tuhan, Mutiara berhasil melewati operasi di Rumah Sakit Penang, Malaysia. Kesembuhan yang dialami Mutiara dirasakannya sebagai mukjizat. Oleh karena sebulan terakhir sebelum kesembuhannya, Mutiara sangat tidak berdaya dan seperti akan mati. “Roh saya diambil dari tubuh saya, saya melihat roh saya naik menjauh. Saya sudah tidak sadarkan diri, dan melihat Roh saya membubung di awan-awan. Saya sudah menyiapkan semacam surat-surat wasiat, tapi Tuhan masih peduli. Saya disembuhkan-Nya. Ini mukjizat!” kisah Mutiara dengan penuh takjub atas apa yang dialaminya.

Jika orang lain tergoda melihat makanan untuk dinikmati, Mutiara selalu melihat makanan dengan penuh ketakutan. Tapi semua kepahitan itu berlalu, tepatnya tanggal 10 Februari 2010, setelah melewati operasi, semua orang mengamati Mutiara saat makan. “Tuhan tolonglah saya, saya sangat lapar, biarkanlah saya dapat menikmati makanan ini,” doa Mutiara tak putus-putusnya, setiap kali akan memasukan sesendok makanan ke dalam mulutnya.

Makanan itu coba ditelannya dengan penuh ketakutan, dan terdengar teriakan kagum orang-orang di rumah sakit itu: “Kamu bisa Mutiara”. Dalam linangan air mata, Mutiara seperti tidak percaya dan mencoba beberapa sendok berikutnya. “Oh Tuhan, benarkah? Saya ingin melompat, terima kasih Tuhan. Saya tidak pernah bisa menikmati makanan senikmat hari ini, setelah sekian lama tidak pernah bisa makan,” derai Mutiara dengan penuh keharuan. Mutiara kini bisa makan, tidak lagi merasa dicekik, semua kembali normal. Mutiara telah sembuh dari penyakit langka yang selama ini merenggut aktivitas dan kehidupannya.

Kesembuhan membuat Mutiara menjadi wanita ceria yang ingin terus dapat berbagi kasih kepada orang lain. Mengunjungi orang sakit, memberi penghiburan, mendoakan mereka, dan bersedia memberi informasi lengkap tentang penyakit langka ini.

Mutiara semakin mengerti, “Tidak ada orang yang hebat. Semua orang membutuhkan orang lain untuk berbagi kasih. Bersama orang sakit yang membutuhkan pertolongan, memberi arti melalui perhatian dan doa, merupakan harta yang tidak dapat dibayar dengan uang atau waktu. Betapa bahagia bisa melakukan semua itu, seperti waktu saya sakit telah menerima kasih itu dari orang lain,” cetus Mutiara penuh penghayatan akan kasih Tuhan yang sedang terjadi dalam hidupnya kini.

“Jangan pernah menyerah dan berhenti berharap kepada Tuhan. Lakukanlah yang benar. Tuhan tidak pernah salah, pasti ada rencana Tuhan bagi kita,” pesan Mutiara memaknai kehidupannya.

 

Lidya

58
10 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
Online Support :