Menteri Agama RI Drs. H. Suryadharma Ali, Msi., menghimbau umat Kristen sebagai bagian dari komponen bangsa untuk berjuang menghapus kekerasan dan penindasan. “PGI harus mengajak umat Kristen untuk terus menerus menyuarakan perdamaian dan kebaikan di tengah bangsa Indonesia yang majemuk. Menghapus kekerasan dan penindasan, karena ini menjadi tugas semua komponen agama,” jelas di hadapan peserta Sidang MPL (Majelis Pekerja Lengkap) PGI pada 1 Maret 2010 silam.
Ia hadir sebagai pembuka sidang yang ditandai dengan pemukulan gendang, alat musik tradisional Sunda. Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Bangsa) ini juga meminta PGI untuk terus meningkatkan komitmennya dalam memelihara kerukunan dan menjaga keutuhan NKRI. Pemerintah, katanya, sangat memperhatikan keluhan-keluhan apa yang dialami umat Kristen terkait dengan persoalan rumah ibadah. “Ini problem kita sekarang dan merupakan tantangan bagi kita untuk terus berdialog. Keberadaan FKUB merupakan modal terbesar untuk berdialog dan menyelesaikan masalah. Meski memang diakui FKUB masih sedikit perannya tetapi sudah memberikan manfaat.”
Pluralisme, harga mati
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PGI Pdt. Dr. A.A. Yewangoe mengungkapkan bahwa pluralisme dan pluralitas selalu ada dalam masyarakat majemuk, yang sesungguhnya adalah sesuatu yang wajar. Namun hal itu cenderung dilecehkan dan diperkecil maknanya di dalam kehidupan nyata di negeri ini, khususnya dalam tahun-tahun terakhir. “Kita berkewajibkan untuk mengingatkan bangsa ini, bahwa tanpa pemahaman dan penghayatan yang benar tentang pluralisme dan pluralitas, rasanya sulit kita melanjutkan kehidupan sebagai bangsa di masa-masa mendatang. Pluralisme adalah harga mati,” katanya.
Menyinggung tema Sidang PGI, Yewangoe menandaskan bahwa kebaikan Allah adalah kebaikan tanpa pamrih, tanpa menuntut balas. Oleh sebab itu umat Kristen harus merefleksikan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Gereja tidak bisa hidup dalam sekat-sekat atau ghetto-gheto, melainkan harus terbuka,” tandasnya
Rencana kerja lima tahun
Sidang MPL PGI yang digelar dari 1 – 4 Maret 2010 itu lebih banyak berbicara tentang Rencana Kerja Lima Tahunan ke depan sertai Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2010. Juga menyelesaikan tugas yang belum rampung dalam Sidang Raya Istimewa PGI Tahun 2009 yaitu membahas dan menetapkan Amendemen Tata Rumah Tangga PGI.
Bertindak sebagai tuan rumah kegiatan adalah Sinode Gereja Kristen Perjanjian Baru dengan Ketua Umum Panitia Deddy Madong, SH. Persidangan dihadiri sekitar 200 orang peserta yang merupakan pimpinan sinode gereja anggota PGI dari berbagai daerah di Indonesia. Tema sidang kali ini yaitu “Tuhan itu Baik Kepada Semua Orang” (Mazmur 145:9a) dan sub-tema “Bersama-sama Seluruh Komponen Bangsa Mewujudkan Masyarakat Majemuk Indonesia yang Berkeadaban, Inklusif, Adil, Damai dan Demokratis”. Paul Makugoru






