Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Kredo

Semangat Hidup Dan Pengampunan Dari Tuhan

Posted : 08 Maret 2010
Semangat Hidup dan Pengampunan dari Tuhan.jpg
New Spirit

Pdt. Poltak YP Sibarani, D.Th*
(www.poltakypsibarani.com)

 Reformata.com -  BANYAK orang tidak   menyadari betapa eratnya  hubungan antara meme-lihara semangat hidup dengan pengampunan dosa. Orang-orang yang memiliki semangat hiduplah yang akan menikmati  hasil dari pengampunan dosa sekaligus yang menggunakannya secara maksimal. Jika seseorang mengakui bahwa ia telah berbuat dosa atau kejahatan yang sangat serius dan terus-menerus merasa bersalah karena-nya, namun di sisi lain ia tidak per-nah serius meminta ampun kepada Tuhan atas dosa tersebut, sebalik-nya malah berusaha untuk meng-akhiri hidupnya, bukankah yang dilakukannya itu merupakan kom-pensasi yang salah, yang justru akan menambah daftar dosanya? Yang seharusnya ia lakukan adalah memelihara semangat untuk tetap hidup agar ia dapat berbuat baik sebagaimana ia tadinya telah berbuat jahat.


Suatu ketika saya berjumpa dengan seseorang, sebut saja sebagai Mr. Z, yang mengaku telah banyak berbuat kejahatan yang berat. Karena merasa sangat ber-salah, ia menganggap dirinya tidak layak untuk tetap hidup, apalagi untuk hidup bahagia. Ia merasa sudah begitu banyak merugikan dan membuat orang menderita. Ia berusaha untuk “menghukum” diri-nya sendiri. Ia berusaha untuk mengkompensasikan perbuatan jahatnya di masa lalu dengan cara menyiksa diri sendiri, bahkan menganggap bahwa ia lebih baik mati saja.
Orang-orang yang menjadi ren-dah semangat hidupnya karena aksi jahatnya di masa silam, seperti Mr. Z, sesungguhnya tidak sedikit jumlahnya. Orang-orang tersebut merasa tidak berhak untuk diam-puni karena menganggap bahwa dosanya sudah terlalu banyak. Mereka juga merasa tidak berhak untuk disembuhkan dari penyakit-nya dengan alasan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh dosa-dosanya; tidak berhak untuk baha-gia karena sudah menyiksa begitu banyak orang; tidak berhak untuk memiliki sesuatu yang baik karena sudah terlalu banyak menghilang-kan milik pihak lain; tidak berhak ditolong oleh Tuhan karena ia sudah terlalu banyak menghujat-Nya; dan seterusnya.


Perasaan seperti ini bisa saja kita anggap wajar. Namun, sadarkah kita bahwa jika perasaan ini tidak dikendalikan dengan tepat akan sangat berbahaya? Cepat atau lambat, jika orang-orang seperti Mr. Z tidak mengendalikan dirinya dan tidak menanggapi secara benar segala dosanya di masa lampau, maka ia akan menjadi orang yang mudah putus asa, mudah bercerai, mudah me-ngurung diri, merasa jauh dari Tuhan, bah-kan tanpa sadar de-ngan mudah melaku-kan bunuh diri karena tidak ada nafsu un-tuk hidup lebih lama. Mr. Z adalah perwaki-lan dari pihak-pihak yang mudah berpu-tus asa, bukan karena kejahatan orang lain, melainkan karena kejahatannya sendiri. Mungkin saja pem-baca yang budiman menganggap bahwa saya berlebihan dalam membicarakan hal ini. Namun, saya membahasnya dengan tujuan agar setiap orang tidak mengalami degradasi semangat hidup hanya karena merasa pernah melakukan berbagai bentuk kejahatan di masa lalu. Sebaliknya, supaya perasaan bersalah Anda yang demikian dapat terolah untuk semakin banya mela-kukan kebajikan, bukan malah semakin berusaha untuk mati. Perasaan bersalah sudah seharus-nya dilanjutkan dengan pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Tuhan, sekaligus meminta kekuatan dari-Nya agar si pelaku tetap memiliki semangat untuk hidup lebih lama dengan tujuan memperbaiki kelakuan yang buruk. Intinya adalah demikian: “Jika Anda merasa orang berdosa, milikilah semangat hidup yang lebih besar, sehingga Anda dapat memper-baikinya. Pahamilah, bahwa sema-kin cepat Anda mati, semakin sedikit Anda untuk berbuat baik. Karena itu, peliharalah semangat hidup Anda.”     
Bahwa setiap orang pernah melakukan dosa, apalagi ia adalah seorang yang sudah dewasa tidak dapat disangkal. Kitab Kejadian 8: 21 berkata bahwa manusia sudah mampu melakukan kejahatan, minimal dalam hatinya, sejak masa kecilnya (from childhood). Mereka dapat melakukan kejahatan apa saja, baik yang berhubungan de-ngan penyembahan berhala atau penghujatan terhadap keberadaan Tuhan; melakukan kejahatan yang berhubungan dengan moralitas, seperti mencuri, menyiksa, mem-bunuh, menipu, berzinah, dan lain-lain. Namun Tuhan selalu memberi-kan kesempatan kepada siapa pun yang telah berbuat dosa untuk diampuni oleh-Nya, asalkan mereka dengan rela hati mengakui dan menyesalinya. Mereka memang tidak berhak untuk melakukan dosa. Namun, jika mereka meng-akui dan menyesalinya, mereka berhak untuk mendapatkan pe-ngampunan dari-Nya. Itulah salah satu sistem yang telah tetapkan oleh Tuhan atas kehidupan manu-sia menurut Alkitab. Memang bisa jadi ada pihak yang merasa bingung dengan sistem seperti ini. Namun semua dibuat Tu-han agar manusia yang berdosa men-dapatkan kesem-patan untuk ber-ubah. Tuhan adalah pribadi yang kudus. Ia juga merupakan pribadi yang adil dan penuh kasih. Yang sepatutnya kita lakukan adalah mengakui dan me-nyesali keberdosaan kita untuk selanjut-nya menunjukkan perubahan hidup yang lebih baik.


Permohonan ampun kepada Tu-han sejatinya diawali dengan pengakuan. Pengakuan itu sendiri tidak mungkin ada jika tidak didasari oleh sikap yang jujur. Jujur berarti tidak malu dan tidak takut untuk mengatakan apa adanya, dalam hal ini yang berhubungan dengan segala dosa yang telah diperbuat. Di samping bersikap jujur, juga dibutuhkan iman atau kepercayaan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengampu-nan dari Tuhan. Karena itu, akuilah bahwa Tuhan itu baik kepada kita, dan gunakanlah kebai-kan itu secara maksimal. Selan-jutnya, milikilah semakin untuk tetap hidup, dan isilah kehidupan yang sisa itu dengan perbuatan baik. Semangat untuk tetap hidup seharusnya tetap kita pelihara agar dapat senantiasa berbuat baik.


Jika Anda pernah melakukan do-sa yang telah mengganggu keba-hagiaan keluarga Anda, peliharah semangat untuk tetap hidup agar Anda mampu memperbaikinya. Jika Anda pernah melakukan kejahatan yang membuat pelayanan keroha-nian Anda terganggu, peliharalah semangat untuk tetap hidup agar Anda kembali mendapatkan peng-urapan Tuhan. Jika Anda pernah merugikan pihak lain dalam bisnis hingga bisnis Anda hancur, peliha-ralah semangat untuk tetap hidup agar bisnis Anda kembali maju. Jika Anda pernah hidup dalam amora-litas, termasuk dalam hal seksual, peliharalah semangat untuk tetap hidup agar Anda kembali dipulihkan. Memelihara semangat untuk tetap hidup yang dimaksud adalah sema-ngat hidup untuk berubah, untuk bertobat, untuk berbuat baik. Sebab, jika Anda mati sekarang, kapan lagi Anda akan memperbaiki hidup? Anda memang tidak berhak untuk berbuat dosa, karena Anda akan dihukum karenanya. Tetapi Anda berhak untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan jika Anda mengakui dan menyesalinya. Di sisi lain, Anda memiliki kewajiban untuk menggunakan kesempatan dari Tuhan untuk mengalami peru-bahan. v
* Penulis adalah Pendiri Sekolah Pengkhotbah Modern (SPM), Ketua STT Lintas Budaya, dan Pendiri Jakarta Breakthrough Community (JBC).
 

64
27 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 23.4225 sec | TOP
Online Support :