Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Daily News

Demo Ricuh, Mahasiswa Siap Turun Lagi

Posted : 04 Maret 2010
Demo Ricuh, Mahasiswa Siap turun Lagi.jpg
Seorang mahasiswa walaupun diterjang semprotan air berusaha untuk terus memberikan perlawanan terhad

Jakarta, Reformata.com - Aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat yang memadati gerbang depan gedung DPR RI di jalan Gatot Subroto memang telah berakhir dengan dibubarkannya pendemo oleh aparat kepolisian, Selasa (2/3). Kericuhan yang berulang dan terus berulang sejak siang hingga sore itu, tampaknya membuat kubu mahasiswa yang berdemo dan aparat yang berjaga di kawasan Gedung DPR semakin memanas. Hal tersebut diawali dengan padatnya mahasiswa yang berdiri persis di gerbang gedung DPR RI. Entah siapa yang memulai, terjadi lemparan batu oleh mahasiswa dan tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian. Suasana semakin kisruh ketika water canon ditembakan kepada mahasiswa yang terus melempari polisi di balik gerbang gedung DPR RI. Adu lempar batu dan tembakan gas air mata ini berlangsung selama dua jam. Massa mulai mencair ketika tembakan gas air mata ditembakan tepat ditengah-tengah massa yang menyebabkan mereka terbagi dua, sebagian massa berlari ke arah Slipi dan sebagian lagi ke arah Taman Ria Senayan.

 

Terpecahnya kedua kubu massa ini memudahkan aparat menyekat kedua kubu ini untuk tidak mendekati gerbang gedung DPR. Sejumlah massa tampak mulai menmcair namun massa yang berada di depan Taman Ria bertahan dan duduk di Jalan Gatot Subroto. Massa yang terdiri dari elemen mahasiswa ini membacakan orasi mereka di depan barikade kepolisian. Orasi yang mereka sampaikan adalah harapan diadilinya Sri Mulyani dan Budiono terkait kasus penalangan dana Bank Century. Elemen mahasiswa ini terdiri dari FAM UI, Trisakti, Gerakan Mahasiswa Bersatu (GEMA SATU) yang terdiri dari UIN Jakarta, Universitas Bung Karno, Universitas Sahid, IISIP, USNI dan berbagai kampus lain di Jakarta. Selain itu juga ada Gerakan Mahasiswa 2000 yang terdiri dari UNAS, Front Nasional, AMANAD UBK dan UKI. Setiap elemen membacakan orasinya secara bergantian.

 

Setelah selesai membacakan orasinya, terjadi dorong-mendorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga. Tidak lama terdengar suara letusan gas air mata. Mahasiswa pun berhamburan berlari menuju arah persimpangan Asia-Afrika. Mahasiswa mencoba memberikan perlawanan dengan melempari Polisi dengan batu dan botol. Aparat kepolisian pun mengejar dan menembak mahasiswa dengan gas air mata serta senjata bepeluru karet. Massa yang berada dikawasan tersebut tampak panik mendengar letusan senjata, hal ini menyebabkan setiap orang berlarian bahkan melompati pagar tol. Bahkan salah seorang wartawan terkena pukulan aparat kepolisian.

 

Perlahan aksi tersebut mereda dengan mundurnya mahasiswa. Beberapa orang mahasiswapun ditangkap oleh kepolisian untuk dimintai keterangan. Mahasiswa membubarkan diri, dan m,engeluarkan sebuah statement bahwa mereka akan kembali turun ke gedung DPR untuk menunggu hasil dari sidang Paripurna DPR terkait kasus Century.  Jenda Munthe
54
13 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.5745 sec | TOP
Online Support :