Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Daily News

Sidang Paripurna DPR, Ricuh Di Dalam Ricuh Di Luar

Posted : 04 Maret 2010
Sidang Paripurna DPR, Ricuh di Dalam Ricuh di Luar.jpg
Awal bentrokan dengan aparat kepolisian

Jakarta, reformata.com

Selasa, (2/3), Rapat Paripurna DPR yang mengagendakan pelantikan wakil ketua DPR dan pembacaan hasil penyelidikan Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century berakhir ricuh. Kericuhan ini berawal dari adanya perdebatan mengenai penyebutan nama serta penawaran opsi oleh Ketua Pansus Bank Century Idrus Marham dari fraksi Golkar. Tidak lama berselang, ruangan yang dipenuhi oleh anggota dewan tersebut semakin memanas dengan adanya hujan interupsi antar sesama anggota dewan.

 

Merasa bahwa apa yang menjadi agenda rapat paripurna telah selesai, Ketua DPR, Marzuki Ali mendadak menutup rapat. Anggota DPR yang merasa aspirasinya belum tersampaikan mengekspresikan kekecewaannya bahkan menumpuk di meja pimpinan DPR. Hal ini menimbulkan kericuhan di ruang rapat paripurna.

 

Keputusan dari Ketua DPR untuk menutup rapat dianggap sebagai tindakan yang mengecewakan. Hal ini diungkapkan oleh tiga wakil DPR RI, Priyo Budi Santoso, Pramono Anung, dan Anis Mata. Sementara itu Marzuki Ali sendiri mengungkap bahwa sidang memang semestinya sudah selesai. Karena agenda sidang pada saat itu adalah pelantikan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasiona (PAN) Taufik Kurniawan dan penyampaian hasil kerja Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century, dan kedua agenda tersebut telah selesai dilaksanakan.

 

 

Kericuhan di Depan Gedung DPR RI

Sementara kericuhan terjadi di ruang rapat paripurna DPR RI, pada pukul 12.30 WIB, sejumlah massa dari elemen mahasiswa dan masyarakat telah memadati pagar depan Gedung DPR RI. Banyaknya jumlah masa bahkan sampai menutup jalan Gatut Subroto, persis di depan gerbang Gedung DPR RI. Massa membawa poster dan spanduk yang bertuliskan kata-kata yang memojokkan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Presiden Budiono, bahkan Presiden SBY. Salah satu spanduk bertuliskan turunkan SBY. Entah siapa yang memulai, terjadi saling serang antara massa dan aparat kemanan yang berjaga di Gerbang DPR. Massa melempari petugas dengan batu dan botol yang dibalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan air water canon oleh aparat.

Aksi ini berhasil diredam oleh aparat yang berjaga. Pasukan anti huru-hara menghalau sejumlah massa dan membuat barikade untuk menyekat massa kembali mendekati gerbang DPR.   Jenda Munthe
57
6 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 8.851 sec | TOP
Online Support :