Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Senggang

Dona Agnesia, Target Jangka Panjang

Posted : 05 Maret 2010
124Senggang.jpg
Dona Agnesia
Reformata.com - WAJAH perempuan cantik enerjik yang satu ini tentu tidak lagi asing bagi kita. Penampilannya yang cukup santai membuat perempuan bernama lengkap Donna Agnesia Wayong ini cukup mudah diingat. Donna mengawali karier sebagai model. Setelah itu, putri kedua dari tiga bersaudara ini merambah dunia presenter. Boleh dikatakan   bahwa penampilannya memandu acara siaran langsung Piala Dunia 2006 di salah satu stasiun televisi swasta menjadi awal kesuksesannya di dunia hiburan. Mengingat pada waktu itu presenter perempuan masih jarang, terlebih acara yang dibawakannya adalah acara yang digemari kaum pria. Tampaknya ia berhasil mengambil tempat sendiri di kalangan para pria dengan kelancarannya berbicara soal tim-tim sepak bola dunia.
Kini istri dari Darius Sinathrya ini tampaknya harus disibukkan dengan beberapa jadwal yang semakin padat. Mengingat di tengah kesibukannya memandu beberapa acara, kini ia harus meluangkan waktu lebih bagi kedua buah hatinya, Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro dan Diego Andres Sinathrya. Selain itu ia juga harus meluangkan waktu khusus untuk membantu usaha penyewaan lapangan futsal yang dirintis sang suami. Lokasi lapangan yamg cukup jauh dari kediamannya di Serpong membuatnya harus sering bolak-balik Serpong-Jakarta. Hal ini harus ia lakukan mengingat jadwal Darius yang cukup padat membuatnya harus menjadi istri sekaligus partner kerja. Cukup menyita waktu, tenaga dan konsentrasi, kendati demikian hal tersebut tidak mengurangi kualitas komunikasi antara Dona dan keluarga tercintanya. Di mana pun ia berada, atau di mana pun Darius berada mereka terus saling berkomunikasi.
    
Saat ditanyai apakah ia tertarik untuk terjun ke dunia yang sama dengan suaminya yakni dunia seni peran, Dona mengatakan bahwa ia lebih menggemari dunia presenting ketimbang dunia acting. Hal ini dikarenakan situasinya yang memaksanya harus lebih banyak di rumah untuk memberikan perhatian lebih kepada keluarganya. Jadwal pengambilan gambar untuk sebuah film atau pun sinetron juga biasanya dapat menyita waktu sampai larut malam bahkan subuh, tentunya hal ini akan menyulitkan dirinya sendiri nantinya dalam mengurusi dua anaknya yang bisa dibilang masih benar-benar butuh perhatian lebih. Sementara dunia presenting tidak menyita waktu yang cukup lama, ia hanya butuh meluangkan waktu beberapa jam selama acara berlansung, setelah itu ia bisa kembali ke rumah menemui buah hati tercintanya.
Dona menambahkan bahwa pilihannya untuk tidak menghabiskan banyak waktu dengan menggeluti dunia peran dikarenakan prioritasnya saat ini memang adalah keluarga tercintanya. Baginya uang bukanlah prioritas utama, persoalan uang tentunya sudah ada yang atur, dan Dona percaya bahwa persoalan uang adalah rejeki yang tentunya sudah ditentukan kapan dan di mana akan diterima. “Tentunya manusia harus tetap bekerja dengan maksimal, namun bukan uang yang menjadi prioritas”, tambahnya.
    Orang mungkin bertanya-tanya mengapa sepertinya Dona masih saja bergelut di dunia usaha, bahkan ada keinginan untuk mengembangkannya. Menurutnya hal ini dikarenakan bahwa setiap manusia harus memiliki target jangka panjang ke depan. Bagi Dona dan suaminya karir di dunia hiburan belum bisa menjadi sebuah jaminan di hari tua. Perlu ada sebuah kegiatan yang dapat dipertahankan secara berkesinambungan. Ia sendiri sebenarnya sempat memepertanyakan kepada suaminya kenapa harus membuka usaha sendiri sementara mereka masih aktif bekerja di dunia hiburan. Akan tetapi Darius berhasil memberikan pengertian kepada Dona bahawa menjalankan  usaha adalah investasi yang tampaknya memberikan hasil yang tidak begitru drastis, akan tetapi dapat terus dikembangkan nantinya.
Dona mengakui, meluangkan waktu untuk menjalankan usaha bukan keputusan mudah. Bagi Dona menjalani usaha tentunya memiliki risiko dan tantangan yang lebih besar dari dari profesinya sebagai entertainer. Hal ini dikarenakan bahwa dalam menjalankan sebuah usaha, dibutuhkan modal materi sementara untuk menggeluti dunia hiburan yang menjadi modal tentunya adalah diri sendiri. Menurut Dona dibutuhkan mental yang lebih besar dalam menjalankan sebuah usaha.
Berbagai risiko tentunya selalu ada dalam menjalani bidang apa pun yang ingin dikerjakan dalam mencari nafkah. Akan tetapi hal tersebut bukan berarti manusia tidak melakukan apa pun untuk menghindari segala risiko. Sangat penting bagi manusia untuk selalu percaya bahwa ada pribadi yang salalu menjaga, mencukupkan dan memberikan yang terbaik. Hal itu lah yang dipahami Dona sebagai sebuah anugerah yang membuatnya selalu percaya bahwa dalam segala kondisi ia akan selalu mendapatkan jawaban jika mencarinya kepada Tuhan. Tidak jarang dalam pergumulannya, ia mengambil waktu untuk melakukan Doa Novena atau pun Doa Rosario. Mungkin bagi sebagian orang kata-kata “semua indah pada waktunya” adalah klise belaka, namun Dona sangat meyakininya.                                       ? Jenda

63
30 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 19.8263 sec | TOP
Online Support :