Reformata.com - JUMAT, 22 Januari 2010 atau 3 hari men-jelang Hari Gizi Nasional, Wafer Tango melun-curkan program “Tango Peduli Gizi Anak Indonesia”. Acara yang dilak-sanakan di Jakar-ta ini merupakan suatu bentuk ke-pedulian Wafer Tango bagi anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi ataupun ber-potensi kekurangan gizi. Dalam program ini Wafer Tango bekerja sama dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) selaku pelaksana program di lapangan.
Dalam acara yang diliput puluhan wartawan cetak mau-pun elektronik itu, hadir Public Relation OT Yuna Eka Kristina, Ketua Yayasan Obor Berkat Indonesia Non Rawung. Hadir pula Leanne Suniar MSc, SpGK (dokter ahli gizi), dan dr Monic Silalahi, perwakilan pelaksana lapangan Obor Berkat Indonesia di Kabupaten Nias.
Menurut Yuna, atas problem tersebut di atas, Tango sebagai wafer sehat bernutrisi ingin berbagi nutrisi layak bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil dan terbelenggu masalah kekurangan gizi. “Wafer Tango merasa tergugah untuk membantu anak-anak yang kekurangan gizi tersebut, dan untuk itulah program Tango Peduli Anak Indonesia diluncurkan,” kata Yuna.
Sementara ini Tango hanya fokus kepada dua daerah dulu, yakni Kabupaten Nias dan Ruteng (Nusa Tenggara Timur). Pemilihan kedua daerah tersebut berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan pihak OBI.
Ada dua aktvitas yang akan dilakukan, yaitu pemberian makanan tambahan (PMT) dan mendukung dana operasional Feeding Centre yang dikelola oleh OBI. Program PMT adalah program pemberian gizi bagi anak-anak usia 5- 12 tahun. Anak-anak akan diberi-kan makanan ber-gizi 4 sehat 5 sem-purna serta wafer Tango. Sedangkan Feeding Centre diperuntukkan bagi anak penderita gizi buruk yang mem-butuhkan pera-watan intensif dari medis.
Di Feeding Centre anak-anak harus menjalani rawat inap. Setiap hari perkem-bangan mereka akan dipantau oleh dokter spesialis anak. Pemberian makanan pun sangat diperhatikan. Jumlah kalori disesuaikan dengan kondisi si anak. Selain itu orang tua pasien pun mendapatkan edukasi tentang pentingnya kesehatan dan gizi bagi anak-anak mereka termasuk di dalamnya pemberian gizi yang seimbang.
Melalui program ini, 500 anak Indonesia akan mendaptakan tambahan gizi. Angka tersebut di luar pasien yang mendapatkan perawatan intensif dari Feeding Centre.
HPT