Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Daily News

HUT Ke-35 GKT Metro Terang Membawa Perubahan

Posted : 01 Maret 2010
HUT-ke-35-GKT-Metro-Terang--Membawa-Perubahan.jpg
HUT ke-35 GKT Metro
Reformata.com  - LEBIH dari 600 jemaat  Gereja Kristen Tritunggal (GKT) cabang Metro, Lampung, di Jl. Maulana No 7 Kota Metro, Lampung, memenuhi gedung Graha Sukha Metro menghadiri kebak-tian dan acara ulang tahun GKT ke 35 tahun, Kamis, 21 Januari 2010. Meski hujan terus mengguyur, tapi tak menyurutkan semangat jemaat untuk menghadiri dan menye-lenggarakan acara. Antusiasme jemaat mengikuti acara syukuran itu tampak dari semangat mereka melambungkan puji-pujian pada Tuhan dan keceriaan wajah mereka dari awal hingga usai acara.
Acara kebaktian yang dimulai pukul 18.30 itu diawali dengan sebuah prosesi yang terdiri dari Worship Leader, pemusik, pembicara, dan penyanyi rohani yang didampingi Hamba Tuhan dan Pengurus Umum GKT cabang Metro. Worship Leader, Kijan Unus tak jemu-jemunya mengajak hadirin memuji dan menyembah Tuhan yang senantiasa membimbing GKT dari sejak berdirinya 21 Januari 1975 hingga memasuki usia 35 tahun. Acara terasa makin meriah dengan tampilnya artis penyanyi Herlin Pirena. Tampilannya yang modis dan cantik, tak hanya memukau jemaat, tapi karakter suaranya yang khas sungguh mengantar jemaat kepada perasaan yang sungguh diberkati Tuhan. “Suaranya sungguh menghangut-kan saya pada relasi yang benar-benar dekat pada Tuhan,” tutur seorang jemaat yang tak mau disebutkan namanya.

Di bawah tema, “Terang Membawa Berkat” yang dikutip dari Matius 5:14-16, Pdt. Fu Kwet Khiong, gembala sidang dari GSRI Citra 2, Cengkareng, Jakarta Barat, yang diminta membawakan firman, mengatakan dunia kini penuh dengan kegelapan karena dosa dan kejahatan manusia. “Manusia kini sudah menolak Tuhan yang adalah Terang. Sangat sedikit manusia yang percaya pada Terang itu. Dan kepada manusia yang percaya pada-Nya, Tuhan meminta agar pancarkan terang itu pada dunia yang telah diselimuti kegelapan ini,” katanya.
Pdt. Fu mengingatkan, meman-carkan terang Tuhan haruslah dimulai dari diri sendiri, kemudian di lingkungan keluarga dan gereja. Baru setelahnya dibiaskan kepada masyarakat luas.  “Meman-carkan terang Tuhan berarti juga mampu membuang semua rasa kepahitan, kekecewaan, dan ketersing-gungan, atau rasa peno-lakan dalam pelayanan  yang bagaikan sampah mengham-bat pertumbuhan rohani. Agar pelayanan membawa terang itu tercapai, maka siapapun yang mau melakukan pelayanan itu harus mulai hidup dalam terang pengampunan  Tuhan,” lanjut Pdt. Fu.
Pada puncak acara diisi dengan penyalaan lilin ulang tahun GKT yang dilakukan Welly Hartanto, anak dari Ibu Theng Hui Im (Almh), perintis GKT cabang Metro ini, dan peniupan lilin oleh semua Pengurus Umum GKT, serta pemotongan kue HUT oleh Tan Ke Co (jemaat pertama yang dihasilkan oleh pelayanan GKT cabang Metro). Dalam doa syukurnya, Pdt. Herman Soekahar, M.Th., selaku Gembala Sidang GKT Pusat Bandar Lampung, menyampaikan ucapan syukur dari Hamba Tuhan, Pengurus Umum, dan jemaat GKT  pada Yesus Kristus sebagai kepala Gereja atas usia 35 tahun GKT ini yang tetap setia menjalankan misi dan visi Tuhan. Acara ini ditutup dengan berkat Tuhan melalui Pdt. Tomli, gembala jemaat GKT cabang Metro. Diketahui juga bahwa GKT cabang Metro adalah yang tertua dari ketiga cabang GKT lainnya. Stevie Agas.
 


60
7 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.9992 sec | TOP
Online Support :