Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Konsultasi Keluarga

Aktivis Gereja Pacaran, Bawa-bawa Anak

Posted : 01 Maret 2010
Aktivis-Gereja-Pacaran,-Bawa-bawa-Anak.jpg
Ilustrasi Pacaran

Esther Gunawan, M.K.

 

Reformata.com - Ibu Pengasuh yth. Suami saya (40 tahun) ketahuan selingkuh, saya tahu hubungan itu dari anak saya (laki-laki berumur 9 tahun). Sudah 2 kali anak saya diajak waktu suami bertemu wanita  itu (teman kantor suami) yang menjadi pacar suami saya. Saya tidak habis mengerti kenapa suami tega membawa-bawa anak kecil untuk melihat perbuatan bapaknya yang tidak baik. Mula-mula suami tidak mengaku, tetapi akhirnya mengakui hubungan gelapnya itu. Yang saya mau tanyakan, apakah dampaknya bagi anak saya? Saya khawatir dampak negatifnya karena anak saya sudah mengerti kalau wanita itu pacar bapaknya, dan apalagi suami saya aktivis di gereja. Terimakasih Bu atas perhatiannya.
    Iin
 Jakarta

 

IBU Iin, memang benar  pendapat Ibu bahwa ada  dampak-dampak yang bisa terjadi ketika seorang anak menyaksikan ayahnya bergaul/berpacaran dengan wanita lain. Saya mengerti kekhawatiran Ibu terhadap perkembangan anak Ibu. Memang sangat disayang-kan jika suami Ibu Iin melakukan hal tsb. Berikut ini adalah dampak-dampak yang dapat terjadi pada anak Ibu: 
1) Pada umumnya dapat timbul kebingungan dan konflik dalam diri anak Ibu karena anak yang sudah berumur 9 tahun sudah mengetahui bahwa merupakan hal yang salah jika orang tuanya berhubungan dengan orang lain sebagai ”pacar”.
2) Selain itu, anak Ibu dapat juga merasa tertekan karena menganggap dirinya ikut ”mengkhianati” ibunya. Di satu sisi jika ia bercerita pada ibunya bisa-bisa ayahnya marah, tetapi jika diam saja berarti ia ”menyetujui” perbuatan ayah-nya dan ikut ”berkhianat’ pada ibunya. Keadaan ini dapat menjadi konflik batin yang berat bagi anak yang masih kecil. 
3) Anak Ibu juga dapat mengalami kebingungan mengenai nilai-nilai karena dihadapkan pada kenyataan bahwa ayahnya yang aktivis gereja, sebenarnya menjadi panutan anak, tetapi sekarang ternyata berselingkuh yang tentunya bertentangan dengan firman Tuhan.
4) Dapat juga timbul kemarahan yang tersembunyi dalam diri anak Ibu, apalagi jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut dan ia tidak mendapat bimbingan dalam mengatasi masalah ini. Kemarahan tersebut bisa berdampak jangka panjang yang nantinya dapat ikut mempengaruhi hubungan sosial anak dengan orang lain.

Kecil hati
Bu Iin, dampak-dampak negatif tersebut mungkin membuat Ibu merasa kecil hati, tetapi ada hal-hal yang bisa Ibu dan suami lakukan untuk membantu anak Ibu. Berikut ini
beberapa hal yang sebaiknya dilakukan: 
1) Baik Ibu dan suami tidak meminta anak untuk memilih mau ”sayang Ibu atau sayang Bapak”, mau ”membela ibu atau membela Bapak”. Sikap ini hanya akan membuat anak semakin tertekan.
2) Suami diminta untuk tidak memarahi anak atau menyalahkan anak karena sudah memberitahu Ibu Iin. Bagaimanapun hal ini bukanlah salahnya, melainkan akibat dari perbuatan suami sendiri.
3) Suami harus berusaha untuk tidak mengulangi lagi membawa anak bertemu dengan pacarnya (jika memang ia belum memutuskan hubungan tsb) atau tidak lagi melibatkan anak dalam masalah ayah-ibu. Sebaiknya suami meminta maaf pada anak karena sudah berbuat salah - meskipun ada orang tua yang merasa sangat berat untuk meminta maaf pada anak, apalagi mengakui kesalahannya, karena khawatir wibawanya bisa turun  di mata anak - tetapi sebaiknya hal ini dilakukan untuk kepentingan anak.
4) Ibu boleh saja menjelaskan pada anak bahwa perbuatan ayahnya salah, tetapi sebaiknya menghindari sikap menjelek-jelekan ayahnya. Apa pun yang terjadi, anak perlu bertumbuh dengan sikap respek atau menghormati ayahnya (Kel. 20: 12).
5) Ibu bisa membantu anak dengan cara mendengarkan keluhan anak atau apa saja yang anak rasakan dan pikirkan tentang masalah ini. Dengarkan saja tanpa menyalahkan dia atau menjelek-jelekan ayahnya, lalu ajaklah anak berdoa agar Tuhan membantu keluarga kembali harmonis.
6) Jika Ibu sulit untuk melakukan terutama poin 5, bawalah anak pada pembina rohani di gereja atau hamba Tuhan yang mengerti masalah anak agar anak mempunyai tempat untuk mencurahkan isi hatinya dan dibantu untuk mengatasi konflik batin yang mungkin ia alami.
Ibu Iin, demikian jawaban dari saya, kiranya Tuhan Yesus sumber hikmat membantu Ibu sehingga dapat mengatasi masalah ini.v
 

79
16 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.6068 sec | TOP
Online Support :