Penelitian terbaru di Belanda menyatakan bahwa cewek-cewek yang suka nongkrong di jalanan lebih agresif ketimbang cowok.
Jadi kalau sebelumnya cowok-cowok yang ditakutin, sekarang cewek-ceweknya jadi lebih ganas. Justru sekarang cewek-cewek ini yang hobi banget cari ribut di jalan atau di kendaraan umum. Mereka biasanya sengaja manjangin kuku, buat menyakiti korban-korbannya. Udah gitu, sekarang cewek-cewek hobi ngajak berantem cocok-cowok. Buat mereka, berantem dan bisa mukulin cowok bisa menaikkan gengsi. Sebaliknya, buat cowok dipukulin cewek, udah deh... bikin gengsi jatuh.
Emosi
Yang beda, kalau cowok-cowok preman bikin ribut di tempat umum, mereka biasanya melampiaskan kemarahan terhadap benda: merusak fasilitas umum, corat-coret, dsb. Sedangkan kalau cewek, mereka melampiaskan kemarahan terhadap manusia. Jambak, tonjok, tendang, pokoknya gawat-lah!
Yang lucu nih, cewek-cewek ini menganggap kesangaran mereka sebagai bentuk emansipasi. Jadi kayak mengejar "karier" kekerasan biar dianggap setara dengan cowok. Sekarang, satu dari 100 cewek usia 12-17 tahun, terlibat atau jadi tersangka kejahatan. Demikian hasil penelitian Departemen Kehakiman.
Hormat
Yang dicari cewek-cewek ini, selain emansipasi tadi, adalah rasa hormat dari sekeliling. Dengan berbuat agresif, mereka ngerasa ditakutin, dihormatin. Penyelesaiannya adalah dengan memberi mereka apa yang mereka cari: rasa hormat. Contohnya ya, ada satu cewek yang galak banget, agresif banget dan hobi banget cari ribut. Ia berusaha memperoleh rasa hormat dari teman-temannya dengan sebanyak mungkin berhubungan seksual dengan cowok. Menurutnya, teman-temannya jadi nganggap dia hebat dan menghormati dia.
Suatu hari, salah satu petugas konseling tau kalau cewek ini ternyata hobi masak. Nah, cewek ini ditugaskanlah jadi koki di Pusat Bimbingan Konseling Remaja. Remaja-remaja di sana jadi menghormati cewek ini karena dia pinter masak dan bersedia masak buat semua remaja di sana. Akhirnya kelakuan si cewek tadi berubah, dari kelakuan negatif, ke positif.
Ranesi