Reformata.com - BEBERAPA anak muda duduk-duduk di sisi jalan. Di sekeliling mereka berjejer mobil-mobil yang diparkir para pemiliknya, yang juga duduk-duduk di situ. Di sebe-rang jalan berjejer belasan sepeda motor lengkap dengan bendera yang menjadi simbol sebuah komu-nitas motor anak muda.
Saat melintasi kawasan ini pada siang hari, mungkin banyak orang tidak menduga bahwa kawasan ini adalah tempat berkumpul anak muda pada malam hari. Itulah Jalan Asia Afrika, Senayan, yang selalu ramai kendaraan bermotor pada siang hari. Tapi setiap malam kawa-san ini ramai dengan anak muda, khususnya setiap malam akhir pekan atau pun malam hari yang esoknya hari libur.
Biasanya, yang datang tidak pernah sendiri, karena tempat ini biasa dijadikan tempat berkumpul dan saling bercerita. Sesuai namanya, tempat berkumpul anak muda ini biasa disebut “Asaf” oleh anak muda yang biasa nongkrong di tempat ini. Istilah itu singkatan dari “Asia Afrika”. Sepintas tempat ini tidak beda dengan jalan-jalan raya umumnya. Namun jika melintas di tempat ini Anda akan melihat pulu-han bahkan ratusan anak muda yang memarkir-kan kendaraannya baik roda dua maupun roda empat. Mereka duduk dan berkumpul di samping kenda-raan masing-masing.
Mereka yang datang biasanya menyukai suasana anak muda yang bebas di tempat ini. Kawasan ini cukup luas dan lengang pada malam hari. Letaknya yang jauh dari permu-kiman namun tidak terlalu sepi, men-jadi alasan bagi anak muda untuk bebas berkumpul, bercerita, tertawa atau bahkan menyetel musik dari audio mobil mereka dengan volume tinggi. Terkadang kawasan ini terkesan menjadi ajang pamer aksesoris maupun audio mobil masing-masing. Hal ini dapat terlihat ketika beberapa mobil yang diparkir di kawasan ini bersama-sama membunyikan musik dari mobil mereka dengan genre musik yang berbeda-beda.
Bagi komunitas motor anak mu-da, kawasan ini biasanya dijadikan titik temu awal maupun akhir jika mereka ingin melakukan konvoi keliling kota. Oleh karena itu kawasan ini bisa dipadati ratusan kendaraan bermo-tor yang diparkir rapi di bahu jalan. Komunitas motor yang ada di tem-pat ini pun bervariasi, mulai dari motor matic, bebek maupun motor besar. Biasanya mereka yang berasal dari komunitas motor lebih mudah dikenali, karena jaket khas bertulis-kan nama komunitas motor mereka.
Selain suasana yang nyaman dan bebas, di sana mudah menda-patkan makanan. Para pedagang sudah berjejer di pinggir jalan sejak pukul 22.00 hingga 05.00 pagi. Di sana ada burger, hotdog dan makanan cepat saji ala barat lainnya. Kawula muda dapat pula memesan nasi goreng atau nasi yang dicampur dengan beraneka jenis makanan seperti telur, sosis dan udang. Harga makanan di tempat ini juga cukup terjangkau bagi anak muda. Tentunya hal tersebut menjadi nilai tambah bagi anak muda yang ingin ber-lama-lama di tempat ini. Mereka yang sekadar duduk dan tidak memesan makanan biasanya hanya membeli minumaman botol dan beberapa bungkus kacang.
Jangan heran jika di tempat ini juga ada yang menyediakan minuman racikan ala café yang mengandung alkohol. Karena itu beberapa anak muda yang merasa bosan atau pun jenuh di club malam bisa saja mengunjungi tempat ini, memesan minuman dan menyetel musik dengan volume tinggi, serasa di club.
Bryan, anak muda yang biasa datang ke tempat ini bersama teman-temannya, berpendapat bahwa kawasan ini bisa memberi kesenangan tersendiri bagi anak muda yang merasa bosan di rumah namun juga terlalu letih berada di tempat ramai seperti diskotik. “Selain karena harga minuman di sini gak semahal di club, di tempat ini juga kita bisa tetep nongkrong bareng temen tapi ga bikin badan pegel karena harus goyang badan kaya di club,” ujarnya.
Bagi kawula muda yang mung-kin belum pernah ke tempat ini, mungkin boleh mencoba untuk sekadar berkumpul bersama teman. Tidak perlu memiliki ken-daraan mewah seperti mobil, yang terpenting datang bersama teman-teman. Karena suasana yang ditawarkan di tempat ini justru kebersamaan, dan bila perlu men-jalin persahabatan dan persau-daraan dengan sesama. ?Jenda