Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Peluang

Yuristina Krishandy, Ingin Menciptakan Lapangan Kerja

Posted : 02 Februari 2010
Yuristina-Krishandy,-Ingin-Menciptakan-Lapangan-Kerja.jpg
Reformata.com - BAGI Yurustina Krishandy, gadis lajang usia 26, bekerja di salah  satu tempat bimbingan belajar, di Jakarta, sudah cukup memadai. Namun ia merasa kalau dirinya suatu saat tidak muda lagi, dan bisa saja berhenti dari tempat kerja kapan saja. Untuk itu ia harus siap dengan sebuah usaha yang dapat terus ia kembangkan jika ia sudah tidak menjadi karyawan lagi. Ia mulai memikirkan sesuatu yang dapat ia pelajari dengan mudah namun memiliki prospek yang cukup menjanjikan.

Ia menggemari segala macam aksesoris yang biasa dipakai kaum Hawa. Ketertarikannya itu membuat ia ingin tahu bagaimana membuat aksesoris yang terbuat dari berbagai macam pernak-pernik dan manik-manik itu. Ia pun mencari tahu cara membuatnya lewat buku panduan yang ia beli. Tidak lama belajar ia dengan mudah mampu membuat aksesoris dengan bahan baku yang ia beli di wilayah Jakarta Pusat. Ia pun membeli bahan baku dan alat-alat yang diperlukan untuk membuat aksesoris tersebut. Untuk modal awal ia hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 60 ribu. Dengan modal yang jumlahnya relatif kecil itu mampu menghasilkan beberapa karya yang ia jual kepada teman-teman kerja dan beberapa kerabat dekatnya.

Hasil karya itu ternyata mendapat respon positif. Dan itu membuatnya lebih tertarik untuk mencoba jenis aksesoris lain dengan bahan baku sejenis. Respon atas karyanya pun terus bertambah. Dia tidak ingin lagi hanya sekadar mencoba-coba, namun mau mengembangkannya, apalagi sudah mulai banyak yang memesan aksesoris hasil ciptaannya itu. Ketika permintaan terus bertambah, ia mulai berpikir untuk menciptakan lebih banyak lagi aksesoris, dan perlu tempat untuk dijadikan toko untuk tempat menjual aksesoris itu.

Dengan modal Rp 5 juta, ia membeli bahan baku lebih banyak, serta mencetak sebuah label untuk hasil karyanya. Kini ia telah memiliki toko sendiri yang sebelumnya adalah sebuah tempat yang dulunya ia kontrakkan kepada orang lain. Memang tidak terlalu besar tapi cukup untuk membuat, dan menyimpan berbagai macam aksesoris, sekaligus sebagai tempat ia melakukan transaksi dengan para pelanggannya. Tidak sampai di situ saja, ia mulai memasarkan buah tangannya ke distro-distro sekitar Jakarta. Agak sulit memang untuk menembus pangsa pasar distro, mengingat biasanya distro telah memiliki supplier sendiri, bahkan juga menciptakan sendiri berbagai jenis barang yang dipasarkan. Akan tetapi hal tersebut tidak membuatnya menyerah begitu saja, ia terus berusaha untuk mendapat tempat di beberapa distro walaupun harus dengan cara memperoleh keuntungan yang relatif kecil. Usaha itu membuahkan hasil, sudah mulai terlihat bahwa hasil karyanya diminati.

Harga aksesoris yang ia buat pun relatif murah, yakni berkisar antara Rp 7 ribu sampai Rp 20 ribu. Tetapi di beberapa distro dan butik, harganya bisa mencapai Rp 20 ribu sampai Rp 65 ribu. Ini adalah strategi tersendiri baginya, mengingat bahwa memang ia harus mendapat tempat sendiri terlebih dulu di kalangan peminat aksesoris, dan untuk itu ia harus mendapat tempat di beberapa distro dan butik, walaupun memperoleh keuntungan yang relatif kecil. Selain itu ia juga mencoba untuk mengajak beberapa orang temannya yang masih kuliah untuk memasarkan hasil karyanya di sekitar kampus. Hal ini dilakukan mengingat bahwa peminat aksesoris banyak dari kalangan anak muda.
Anak ketiga dari bersaudara ini benar-benar bertekad mengembangkan usaha ini. Menurutnya setiap orang seharusnya memikirkan bagaimana caranya untuk mengembangkan diri dengan berbagai bakat dan kemampuan yang ia miliki. Ia mengungkapkan bahwa setiap orang akan menghadapi sebuah masa di mana ia tidak lagi harus bekerja pada orang lain. Dan alangkah bagusnya jika kita malah membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain. Pemikiran ini membuatnya bertekad untuk lebih lagi mengembangkan usahanya. Ia berharap bisa memproduksi aksesoris dengan jumlah jauh lebih besar dari yang ia produksi saat ini. Ia pun berharap suatu saat ia dapat fokus pada usahanya ini dan mampu memperkerjakan beberapa orang karyawan.

Untuk itu yang pertama harus ia lakukan adalah mempertahankan kepercayaan setiap pelanggan yang telah ia miliki. Hal ini ia lakukan dengan menciptakan sebuah hasil karya yang memiliki kualitas terbaik. Ia harus memilih bahan baku yang pernak-pernik yang baik dan tidak mudah rusak. Serta membuat aksesoris dengan serius dan tidak setengah-setengah. Selain itu harus ada pertimbangan dalam pembuatan aksesoris, setiap aksesoris yang dibuat harus memiliki ciri khas sendiri, mengingat pembuat aksesoris cukup beragam.  Jenda

53
6 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :2011201020092008
Online Support :