Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Daily News

Natal Bersama GBI Sangkakala Dari Kehampaan Menuju Kepenuhan

Posted : 02 Februari 2010
123.-Maria.jpg
Reformata.com - DALAM perayaan Natal 25 Desember 2009, GBI Sangkakala menggelar acara Natal bersama jemaat se-Jakarta dan Tangerang di Gedung World Harvest Center, Taman Himalaya, Lippo, Tangerang. Jemaat tampak antusias mengikuti acara bertema: “Jangan Takut, Dia Emmanuel”.
Rini Handayani, ketua seksi acara Natal mengatakan, tema ini diangkat berlandas pada umat manusia kini sepertinya diselimuti oleh ketakutan, terutama terkait dengan merebaknya kabar tentang kiamat atau kabar tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam waktu tak lama lagi.  
Pdt. Samuel Priswantoro dalam khotbahnya antara lain menandaskan, “Hidup sebagai anak Allah tak boleh takut menghadapi masalah apa pun, sebab Dia senantiasa beserta kita”. Allah, lanjutnya, tidak hanya mengampuni, tapi juga menggandeng kita kepada kebenaran.
Konsep acara Natal bersama ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebelum drama musikal dari muda-mudi yang mengisahkan kronologi  hubungan Maria dan Yusuf hingga kelahiran Yesus, Maria Magdalena pemilik album “Karya-Nya” melantunkan dua lagu: “Alfie” dan “Christmas Song”.  Penampilannya di pangung memukau jemaat. Kombinasi unsur drama musikal (lagu, drama/teater, tari, dan musik) dengan penghayatan pemaknaan lagu Alfie menghadirkan sebuah pentasan luar biasa. Tak heran bila jemaat tampak hening dan larut dalam pemaknaan karya Allah melalui peristiwa Natal.
 
Berkarakter
Penampilan memukau Lena diakui banyak pihak. Wawan Sofwan, pemain teater dan pengajar Gita Svara, mengakui Lena memiliki talenta drama musikal dan berkemampuan mengembangkan talenta itu. Setiap menyaksikan drama musikal Lena di pentas, Wawan menemukan satu kekuatan  khusus pada karakter penampilannya. “Dia hebat menuangkan makna sebuah lagu dalam sebuah drama musik yang dilakoninya,” ujar Wawan.
Lena boleh dibilang cukup berumur, namun kemauan dan kemampuan aktingnya sungguh memukau. “Ia sosok pantang menyerah memperjuangkan dan mematangkan talentanya. Setiap materi dari unsur drama musikal dipelajarinya dengan teliti. Aksi panggungnya menyatu dengan penghayatan makna dari sebuah lagu yang dibawakannya,” lanjut Wawan.
Sementara Andreas Sunarto, Building Manager of World Harvest Centre, Lippo mengakui bahwa performance Lena di acara Natal ini telah “menggemukkan” harapan umat yang kehilangan harapan. “Pertunjukkannya benar-benar mendorong umat untuk lebih mengasihi Tuhan dan membuka kesadaran bahwa dalam Dia ada cinta sejati serta keselamatan di dunia dan akhirat,” katanya.
Lena sendiri mengemukakan bahwa talentanya di dunia panggung masih terus dimatangkan,  agar setiap  dilakukan pentasan, orang yang menyaksikan benar-benar mampu memetik hikmah dari aksi drama yang diperankannya. Lena yang juga pengajar musik vokal dan piano di beberapa sekolah musik ini menyadari kalau talenta itu adalah milik Tuhan. “Karena itu, ketika talenta itu diwujudkan, semuanya untuk Dia juga. Ketika ada orang yang merasa tersentuh, mampu mengambil hikmah, dan berkemauan untuk lebih dekat dengan Tuhan lagi oleh pewartaan kita ini, di situlah letaknya pelayanan saya untuk Tuhan,” ujar Lena.
  Stevie Agas
60
5 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.4768 sec | TOP
Online Support :