Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Dari Redaksi

Kasus Menara Swiss, Jadi Pelajaran

Posted : 17 Januari 2010
menara-masjid-quba.jpg
Reformata.com - Syalom, dan selamat memasuki  tahun 2010. Saudara terkasih dalam nama Yesus, prediksi yang beredar menjelang memasuki tahun yang baru penuh gambaran yang serba suram.
Tetapi Saudara tercinta, prediksi tetaplah prediksi, rencana tetaplah rencana, tetapi semua yang akan terjadi hanya Tuhan jualah yang akan menentukan. Hanya Dialah yang berkuasa dan berdaulat atas segala prediksi dan rencana umat manusia. Maka dekatkanlah dirimu hanya ke hadirat-Nya. Serahkan segala rencana, dan bahkan rasa khawatirmu kepada Yesus Tuhan, niscaya perjalanan hidupmu akan terasa lempang.
Dalam edisi pembuka di tahun 2010 ini kami mengulas isu heboh yang terjadi di Swiss. Swiss adalah negara kecil di Eropa, namun penduduknya makmur. Swiss juga salah satu negara yang aman, nyaman, dan serba teratur. Namun beberapa waktu lalu, merebak berita tentang tidak diperboleh-kannya pembangunan menara mesjid di negeri berpenduduk mayoritas beragama kristiani ini.  

Sebagaimana negara di Eropa, Swiss pun menganut paham sekuler. Agama  masuk dalam ranah private. Tapi negeri yang damai ini seolah terusik dan menjadi perhatian seluruh dunia gara-gara adanya rencana  pembangunan menara mesjid. Sebagai negeri yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), Swiss pun me-nampung banyak penduduk yang beragama non-Kristen, terutama kaum muslim yang tadinya imigran dari Asia dan Afrika. Maka tidak mengherankan jika di sana pun ada beberapa mesjid. Tapi bagi warga muslim, hal itu mungkin masih be-lum cukup, mereka menginginkan agar mesjid itu bermenara. Dan permintaan ini ditolak oleh sebagian besar warga, sehingga diadakan referendum, yang ternyata dimenangkan oleh suara yang menentang didirikannya menara tersebut.

Dari sini, heboh pun mulai. Banyak negara, khususnya yang berpenduduk mayoritas muslim mengecam hasil referendum dan keputusan pemerintah Swiss yang melarang pembangunan menara ini. Semua orang yang mengkritik keputusan pemerintah Swiss ini menuding kalau pemerintah Swiss tidak menghargai HAM.
Sebagaimana biasa, di negeri kita pun banyak suara yang dengan lantang mencemooh pemerintah dan masyarakat Swiss sebagai paranoid, islamophobia, dan tidak menghargai HAM. Bahkan Din Syamsuddin, ketua umum Peng-urus Pusat (PP) Muhammadiyah, turut menyesalkan keputusan pemerintah dan masyarakat Swiss ini sebagai pelanggaran HAM.

Kasus menara mesjid Swiss, mau tidak mau mengusik perhatian sekaligus keprihatinan kita juga sebagai umat minoritas di negeri ini. Di sini, warga minoritas, khu-susnya Kristen  pun kerap terben-tur pada tembok ketidakadilan. Begitu sulitnya membangun tem-pat ibadah di sini. Bahkan gereja yang sudah berdiri puluhan tahun, dan digunakan ratusan atau ribuan jemaat untuk beribadah pun ba-nyak yang suruh tutup oleh massa, tanpa adanya reaksi dari aparat dan pemerintah.
Ndableg-nya lagi kita ini, kasus menara mesjid di Swiss kelihatan-nya tidak membuat kita sadar atas kekeliruan selama ini, yang suka berbuat sewenang-wenang ter-hadap warga minoritas dalam hal beribadah. Bayangkan saja, ming-gu lalu kok masih ada saja peris-tiwa di mana Gereja Katolik Alber-tus di Bekasi, Jawa Barat, diusik keberadaannya. Saat orang-orang memperingati tahun baru sesuai versi kepercayaan mereka, eh…beberapa oknum masih sem-pat-sempatnya membakar bedeng dan berbagai peralatan pemba-ngunan gereja tersebut.
Kasus Swiss, semoga membuat kita menginsyafi “dosa-dosa” di masa lalu, dan mulai belajar untuk hidup berdampingan secara damai dengan sesama.
Selamat Tahun 2010.v

59
26 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 4.8077 sec | TOP
Online Support :