Kebiasaan Merokok Sulitkan Penyembuhan Paru-paru -- dr. Stephanie Pangau, MPH

MEROKOK-SMOKING-MEDIA-WEBSITE-KRISTEN-REFORMATA-RUBRIK-KONSULTASI-KESEHATAN-Kebiasaan Merokok Sulitkan Penyembuhan Paru-paru -- dr. Stephanie Pangau, MPH.jpg

Dok, belum lama ini saya dirawat dengan diagnosa dokter kalau saya terkena penyakit pneumonia. Keluhan saya saat itu panas, batuk, sesak dan sakit dada karena sulit bernapas dan banyak berkeringat. Perlu dokter ketahui sebelumnya saya merokok 2 bungkus setiap hari dan sampai hari ini saya belum pulih benar.

Pertanyaan saya: 1) Penyakit paru-paru yang bagaimana yang disebut pneumonia? 2) Apa penyebab penyakit ini? 3) Apa gejalanya? 4) Pemeriksaan apa saja yang diperlukan untuk dapat menegakkan diagnosa pneumonia? 5) Bagaimana cara perawatannya? 6) Apakah merokok dapat memperberat penyakit saya? Dokter menyuruh saya berhenti merokok.

            Atas jawaban dokter, saya ucapkan banyak terima kasih. Tuhan memberkati dokter dan keluarga.

            Jones T.

            Blok  M, Jakarta Selatan

 

 

 

1.   Pneumonia  adalah penyakit pada paru-paru yang terjadi akibat masuknya suatu

      bakteri yang terhirup melalui pernapasan yang kemudian membuat infeksi pada

      gelembung-gelembung udara kecil di dalam paru-paru (paru-paru terdiri dari berjuta

       juta gelembung-gelembung kecil).

2.      Bila daya tahan tubuh seseorang dalam keadaan baik, maka harusnya bakteri  

      tersebut dapat dihancurkan oleh sistem mekanisme pertahanan tubuh tersebut. Tetapi jika daya tahan tubuh seseorang sedang menurun oleh karena sedang terserang influenza, atau terlalu lelah karena banyak bekerja, atau karena suatu penyakit lain yang menyebabkan harus banyak berbaring dan lain-lain keadaan lemah jasmani, maka bakteri tersebut akan berkembang biak dan menyerang paru-paru. Biasanya berawal dari satu paru-paru yang terserang, umumnya adalah pada dada bagian bawah yang akan terganggu. Tapi selanjutnya keadaan ini akan dengan cepat menjalar ke bagian paru-paru yang lain.

3.      Gejala-gejala pneumonia bisa terlihat jelas seperti yang Anda alami, yaitu:

panas, batuk, sesak, sakit dada, bisa juga sulit bernapas dan banyak berkeringat. Beberapa bakteri patogen (ganas) kadang-kadang hanya menunjukkan gejala minimal selama berbulan-bulan, dan bila tidak diobati secara adekuat, maka penyakit tersebut bisa membunuh.

4.      Pemeriksaan yang dibutuhkan untuk menunjang diagnosa dan menentukan terapi adalah dengan melakukan:

-          Thorax photo rontgen (foto ronsen dada pasien). Melalui tindakan ini, bagian paru-paru yang rusak dapat terlihat dan tingkat keparahan infeksi paru-paru tersebut dapat ditentukan 

-           Pemeriksaan sputum atau dahak pasien di laboratorium juga diperlukan untuk dapat menentukan jenis bakteri penyebab infeksi pneumonia tersebut, serta antibiotik apa yang cocok untuk mengatasinya

5.      Perawatan sudah harus dimulai walaupun hasil laboratorium belum diterima. Dan antibiotik yang diberikan sewaktu-waktu bisa saja diganti dengan yang lebih cocok sesuai hasil pemeriksaan nanti. Selain itu juga diberikan obat-obatan yang berfungsi membuka saluran udara serta mencairkan lendir. Sebaiknya juga dilakukan fisioterapi secara teratur untuk dapat mengeluarkan nanah dari paru-paru. Jangan lupa harus istirahat cukup, supaya tubuh mempunyai kekuatan yang cukup untuk bisa membantu antibiotik melawan infeksipneumonia tersebut.

6.      Sangat tidak bijaksana kalau Anda terus melanjutkan kebiasaan merokok saat sudah menderita pneumonia, karena ini akan mengganggu setiap usaha para ahli (dokter) untuk menyembuhkan Anda. Ingat, siapa pun yang merokok, sebenarnya sedang mempertaruhkan nyawanya. Doa saya, Anda cepat pulih dan segar kembali. Tuhan memberkati.v

 

REFORMATA:

Tabloid Kristen  Berwawasan Nasional, Menyuarakan Kebenaran dan Keadilan.

Pendiri: Pendeta Bigman Sirait

website: www.reformata.com


Alamat Redaksi

WISMA BERSAMA
Jl. Salemba Raya No. 24B, Jakarta Pusat 10430
Telp: +62 21 392 4229 (Hunting), Fax: +62 21 314 8543

DOWNLOAD PDF FORMAT (EBOOK)

 

 

27 November 2008

Konsultasi Kesehatan Index