Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Daily News

Swara Genta Memenuhi Hati Setiap Jemaat

Posted : 18 Januari 2010
Liputan-Swara-Genta.jpg
Reformata.com - RATUSAN jemaat memadati ruang Sintanada Sentranusa Musik, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menyaksikan Konser Pengucapan Syukur Sepuluh Tahun “Swara Genta”, yang digelar pada 12 Desem-ber 2009. Mereka tampak terpukau oleh lagu-lagu yang dibawakan sekelompok pemuda Gereja Kristen Indonesia (GKI) Rawamangun, Jakarta itu. Belasan lagu yang ditampilkan malam itu sungguh menggugah perasaan setiap jemaat, melukiskan kede-katannya dengan kuasa Allah yang senantiasa berkarya pada setiap waktu.

Ungkapan syukur jemaat karena “Swara Genta” masih te-tap eksis hingga kini. Lebih dari itu, keberadaan pa-duan suara ini me-mang nyata ber-kenan di hati se-tiap jemaat yang menyaksikan dan mendengar lagu-lagu mereka. Se-tiap bulan seper-tinya mereka dinanti-nantikan oleh jemaat. “Keberadaan kami hanya melayani Tuhan. Karena keya-kinan itu, maka pengalaman pasang surutnya perjalanan Swara Genta selama ini, semuanya kami serahkan kepada Dia. Memang, buktinya hingga kini kami tetap hadir di tengah jemaat GKI Rawamangun,” ujar Taufan Wirjon, pelatih 2 Swara Genta.
Diketahui, Swara Genta tidak hanya mela-yani dan tampil di kalangan internal GKI Rawamangun, tapi juga di instansi-instansi luar gereja. Sebut misalnya, mereka tampil di Christmas Carol di Stasiun KA Gambir, Natal pegawai Jawatan Kereta Api di Stasiun Kota, Natal di Departemen Sosial, Natal pegawai Badan Pusat Statistik, mengisi acara Kristen di Indosiar, Kebaktian Paskah di RSCM, juga menjadi backing vokal pada album rohani GraceSynthia yang juga anggota Swara Genta.

Bukan itu saja. Swara Genta juga hadir di panti-panti, semisal panti jompo, panti anak-anak atau tempat anak-anak yang mengalami gangguan jiwa dirawat. Mereka hadir di sana setiap tiga bulan sekali atau kadang sekali dalam enam bulan. “Semua itu dilakukan agar setiap orang boleh merasakan getaran kasih Tuhan melalui penampilan lagu-lagu dari Swara Genta,” lanjut Taufan.
Bertajuk Surviving Praise, urutan lagu-lagu dalam konser ini menceritakan sejarah perjala-nan Swara Genta mulai dari De-sember 1999 hingga Desem-ber 2009. Awal mula terbentuk, pergantian pela-tih, dinamika naik turunnya jumlah anggota serta lagu-lagu yang sampai saat ini masih ber-kesan karena memiliki arti penting dalam pelayanan, menjadi bagian dari konser ini.
Konser ini dibagi dalam dua babak. Babak pertama, menggambarkan awal mula Swara Genta hingga dimulainya pelayanan di luar GKI Rawamangun. Babak kedua, menggambarkan masa peralihan yang dialami Swara Genta saat pergantian pelatih hingga tantangan yang dialami. “Sesuai dengan namanya Swara Genta yang merupakan akronim dari “Glory and exalt the name of the Lord  till the end, Alleluia”, kiranya paduan suara ini boleh terus berkumandang menjadi puji-pujian yang harum bagi kemuliaan Allah,” tandas seorang jemaat yang hadir dalam konser. Stevie Agas
58
8 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.4529 sec | TOP
Online Support :