SESUAI program pemerintah “konversi minyak tanah ke gas”, penggunaan minyak tanah di masyarakat sudah jarang. Kebanyakan warga kini menggu-nakan gas untuk memasak. Akibat peralihan ini, agen-agen minyak tanah banyak yang mengalihkan usaha menjadi penyalur gas. Salah satu agen minyak tanah yang bertahan adalah seorang anak muda yang meneruskan usaha oarang tuanya yang dulu agen minyak tanah. Konversi minyak tanah ke gas tidak menyurutkan niat pemuda yang akrab disapa Ronal ini untuk tetap meneruskan usaha orang tuanya yang baginya adalah sebuah tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Di awal program “konversi minyak ke gas” itu beberapa agen kesulitan mencari persediaan minyak tanah untuk dipasarkan. Ronal tidak kehilangan akal, ia justru mengisi kiosnya dengan gas yang memang cukup mudah didapat saat itu. Selain itu ia tetap berusaha mencari persediaan minyak tanah, karena memang masih saja ada yang tetap mencari minyak tanah dan enggan meng-gunakan gas. Kios yang tadinya hanya menjual minyak tanah berubah menjadi kios minyak tanah dan gas elpiji.
Perlahan kondisi pasar semakin stabil dan ronal dapat memper-tahankan usahanya sebagai penjual minyak tanah dan gas elpiji. Kini ia telah memiliki supplier tetap untuk minyak tanah begitu juga gas elpiji. Menurut Ronal, peminat minyak tanah masih tetap saja ada walau-pun program pemerintah yang mencanangkan penggunaan gas elpiji sebagai prioritas telah berlangsung lama. Hal ini terbukti bahwa pasokan minyak tanah ke kiosnya cukup stabil. Setiap bulan, sebanyak 5.000 liter minyak tanah dipasok ke kiosnya, dan setiap dua minggu ia 300 tabung gas elpiji dipasok.
Harga minyak tanah yang kini melambung menjadi keuntungan tersendiri bagi Ronal. Hal ini dise-babkan jarangnya minyak tanah sekalipun peminatnya masih ada. Sebagian warga memang masih segan memakai gas, sebab masih merasa nyaman dengan penggu-naan kompor minyak. Selain itu ada juga anggapan bahwa beberapa jenis masa-kan memang harus tetap dimasak dengan menggunakan kompor minyak, hal ini diperlukan tak lain untuk mempertahan cita rasa dari masakan itu sendiri.
Menurut Ronal memang secara kuantitas peminat gas elpiji lebih banyak, karena itulah pemuda bernama lengkap Ronal Huta-barat ini menyediakan stok gas elpiji lebih banyak. Untuk masalah harga ia mengatakan bahwa harga tidak bisa berspekulatif, karena sudah ada pihak yang ber-wenang menentukan harga. Karena itu harga minyak tanah maupun gas yang ada di kiosnya relatif sama dengan harga yang ditawarkan oleh agen-agen lain sejenis. Karena itu ia harus memiliki strategi khusus dalam memberi-kan pelayanan kepada pelanggannya. Cara yang ia lakukan cukup mudah, ia selalu menja-dikan pelanggannya sebagai teman yang dapat diajak bercerita apa pun di luar transaksi jual beli. Oleh sebab itu ia selalu belajar untuk mengem-bangkan kemampuan komu-nikasinya dengan baik.
Di tengah-tengah perjuangan-nya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pelanggan-nya bukan berarti Ronal tidak memiliki kendala. Kendala yang paling menjadi keluhan adalah menjamurnya penjual gas elpiji di pasaran. Menurut pengakuan orang tua Ronal, saat pemerintah mencanangkan program konversi pemerintah sempat mengeluarkan statement bahwa yang boleh menjual gas adalah para agen minyak tanah saja. Nyatanya hal itu tidak terbukti. Namun hal ter-sebut tidak menghentikan langkah Ronal untuk tetap berusaha dan mengembangkan usaha ini.
Putera bungsu dari tiga bersau-dara ini memang masih baru dalam menjalankan usaha orang tuanya ini. Namun keinginannya untuk tetap berkembang dan berkarya dalam berusaha. Baginya sebuah usaha akan dikatakan sukses jika usaha tersebut dapat terus ber-kelanjutan dan bahkan berkem-bang ke jenis usaha lain. Oleh karena itu Ronal juga sudah mulai untuk merintis sebuah usaha baru di bidang otomotif. Hal ini tentu-nya menjadi sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi seorang yang masih muda seperti Ronal.Jenda