SEBAGAI kontestan di Indonesia Idol (3), Cecilia Dwi Hapsari lebih dikenal sebagai Sisi Idol. Namun tidak banyak yang tahu bahwa sebelumnya Sisi sudah menjadi penyanyi di café. Dalam jumpa pers di Wisma 76, Jakarta, di sela-sela konser musik rohani, Sisi menga-takan bahwa saat ini ia sedang sibuk promo album sekuler ber-samaan dengan album rohani yang baru saja dirampungkan bersama bebe-rapa musisi kena-maan seperti Franky Sihom-bing, Adi Pra-sodjo, Amos Cah-yadi. Sisi yang tidak lagi dikon-trak oleh penye-lenggara acara adu bakat, tidak lagi menggunakan nama “Idol”.
Mahasiswi jurusan bahasa Inggris salah satu perguruan tinggi swasta ini mengatakan ia juga sedang mempersiapkan tugas akhir kuliahnya. Untuk itu ia harus benar-benar pandai mengatur jadwalnya yang padat. Bagi seorang Sisi, setiap schedule adalah prioritas. Sepadat-padatnya jadwal nyanyi maupun kuliah, ia selalu menyerah-kan segala sesuatunya pada Tuhan lewat doa yang selalu dia lakukan usai beraktivitas. Sisi selalu menemukan bahwa jadwal yang bentrok sekalipun dapat teratasi dengan sendirinya, jika sejak awal Tuhan campur tangan dalam setiap perencanaan yang ia buat.
Kerendahan hati gadis ceria yang hobi memasak dan membaca novel ini begitu terlihat ketika ia me-ngatakan bahwa ia bukanlah apa-apa tanpa campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Sejak lama ia telah memiliki bakat dan kemampuan dalam bernyanyi. Terbukti, ia memiliki segudang pengalaman dalam berolah vokal, mulai dari menjadi vokalis band yang manggung dari cafe ke cafe, wedding singer, sampai menjadi duta bangsa dalam pertukaran kebuda-yaan dan persahabatan ke Los Angeles, Amerika Serikat. Ia juga pernah mewakili Indonesia sebagai duta bangsa dalam pertukaran kebudayaan ke negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filippina, dan Brunai Darussalam.
Sewaktu menjadi penyanyi di café, dirinya sering berada dalam posisi yang kurang menyenangkan, bahkan tidak jarang mengarah pada pelecehan. Bagi kebanyakan orang, profesi sebagai penyanyi kafe yang sering tampil malam hari memang kurang membanggakan. Dengan kata lain, tidak sedikit orang yang memandang sinis wanita yang melakoni pekerjaan ini. Bahkan karena profesinya terse-but, ia beberapa kali ditinggal keka-sih lantaran orang tua dari pacarnya kurang merasa nyaman dengan profesinya yang harus sering keluar malam.
Di balik setiap kesulitan itu, ia merasa bahwa Tuhan sedang membentuknya dan sedang merencanakan yang terbaik baginya. Ia pun bergumul pada Tuhan bahwa ia rindu untuk be-kerja dan berkarir dalam bernyanyi, namun tidak dengan situasi yang harus terus-menerus keluar malam.
Pergumulan itu pun tidak sia-sia. Penyanyi kelahiran 1 November 1984 ini lolos audisi ajang pencarian bakat nyanyi yang diselenggarakan sebuah stasiun televisi. Bukan hal mudah baginya untuk lolos ke arena bergengsi itu, karena pada saat audisi ia sedang dalam pe-mulihan dari sakit. Ia hanya ber-serah pada Tuhan. Nyatanya Tuhan memberikan jawaban atas pergumulan Sisi. Ia bisa melangkah hingga ke peringkat 7. Bagi Sisi hal tersebut adalah anugerah Tuhan yang perlahan mengangkatnya dari sebuah situasi yang kurang diinginkannya.
Usai berkiprah dalam ajang pencari bakat tersebut, karirnya dalam bernyanyi mulai lebih terarah. Ia memiliki album sendiri, aktif dalam pelayanan dan kini ia juga dipercaya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai duta muda antinarkoba. Akan tetapi Sisi tetap yakin bahwa per-gumulan tidak akan pernah ber-henti. Posisinya sebagai penyanyi sekuler pernah membuat ia ditolak untuk terlibat dalam pelayanan. Baginya hal tersebut adalah bagian dari pergumulan barunya. Namun ia tidak berhenti. Sisi tetap saja maju dan berserah pada Tuhan. Ia tetap menikmati setiap pergumu-lan, karena bagi seorang Sisi, dari setiap pergumulanlah manusia belajar untuk selalu berserah pada Tuhan.
Sisi menegaskan bahwa ia sangat terbeban untuk menjadi penyanyi rohani. Namun ia juga menekankan bahwa bekerja di dunia yang tidak berhubungan dengan kerohanian bukan berarti jauh dari Tuhan. Gadis manis yang biasa beribadah di Gereja Katolik Paroki Ratu Rosari ini mengungkapkan bahwa ia ingin menjadi efek bagi orang-orang sekitar yang bisa saja belum mengenal kasih dan anugerah Tuhan. ?Jenda