dr. Stephanie Pangau, MPH
Saya perempuan (40), tinggi badan 160 cm, berat sekitar 75 kg. Saya sekarang sering merasa nyeri pada sendi lutut kiri dan kanan secara bergantian atau bersamaan yang bisa disertai bengkak berwarna kemerah-merahan. Kaki terasa kaku terutama saat bangun pagi sehingga sering saya berjalan agak terpincang pincang. Perlu dokter ketahui sewaktu masih muda dulu saya sering jatuh pada lutut saat bermain sepatu roda dan bola volli. Saya pernah sampai sulit berjalan beberapa waktu karena kedua lutut saya bengkak dan nyeri, tetapi kemudian membaik setelah berobat ke dokter. Kata dokter saya menderita osteoarthritis sekunder.
Pertanyaan saya: 1) Apakah osteoarthritis (OA) sekunder itu? 2) Apa saja gejalanya? 3) Sendi apa saja yang bisa terserang OA? 4) Mengapa muncul rasa nyeri? 5) Apakah faktor risikonya? 6) Bagaimana cara mencegah OA? 7) Apakah bisa diobati karena sampai sekarang penyakit saya ini masih suka kambuh-kambuhan.
Ny. Rodiah
Bandung
1OSTEOARTHRITIS (OA)
adalah suatu penyakit
degeneratif, merupakan proses penuaan yang umumnya terjadi pada usia 45 tahun ke atas. Tapi penyakit ini bisa juga menyerang semua umur termasuk anak-anak.
Ada dua macam OA: a) OA primer: terjadi pada pada orang di atas usia 45, murni proses penuaan alami. Menyerang pelan tapi progresif dan bisa mengenai lebih dari satu persendian. Umumnya menyerang sendi yang menang-gung beban berat seperti lutut dan panggul, pinggang , leher, juga jari-jari bisa terserang. b) OA sekunder biasanya dialami sebelum usia 45, sering disebabkan oleh trauma (instabilitas) yang menye-babkan luka pada sendi seperti patah tulang atau permukaan sendi yang tidak sejajar, sendi yang longgar dan pembedahan pada sendi, penyebab lain bisa karena faktor genetik dan penyakit-penyakit metabolik.
2) Gejala-gejala OA: Sebenarnya penyakit ini bisa tanpa gejala tapi bisa juga dengan gejala sbb: a. Kaku dan nyeri pada persendian bila digerakkan; b. Nyeri sendi yang timbul karena istirahat lama misalnya karena duduk terlalu lama atau setelah bangun tidur pagi hari; c. Adanya pembengkakan atau pera-dangan pada persendian; d. Warna kemerahan pada persendian yang sakit; e. Akibat kelelahan yang me-nyertai rasa sakit pada persendian; f. Kesulitan menggunakan persen-dian untuk beraktivitas; g. Timbul bunyi pada persendian bila digerak-kan yang menyebabkan rasa tidak nyaman walaupun mungkin tidak sakit; h. Bisa terjadi perubahan bentuk tulang: karena jaringan tulang rawan semakin rusak oleh penyakit OA, tulang jadi berubah bentuk bahkan bisa cacat.
3) Sendi-sendi yang sering diserang adalah sendi-sendi yang dipakai sebagai penopang berat badan, misalnya sendi lutut (75%), sendi tulang belakang, sendi panggul dan juga bisa terjadi OA pada sendi tangan dan kaki.
4) Rasa nyeri terjadi karena ada kerusakan pada tulang rawan (kartilago) hyaline yang sebenar-nya berfungsi sebagai bantalan (shock breaker pada mobil) di tempat mana tulang-tulang ber-temu dan bergerak. Selain itu ban-talan ini juga berguna sebagai pelumas (seperti oli buat mesin mobil). Dengan adanya bantalan ini sendi-sendi tidak akan terasa sakit saat bergerak.
5) Faktor risiko terjadinya OA adalah: a) Usia di atas 45 (umum-nya penyakit ini terjadi terutama pada manula), pada perempuan dan laki-laki hampir sama banyak-nya; b) Pada perempuan di atas usia 45 mungkin keadaan penyakit diperberat dengan masalah menopause di mana pada kea-daan ini hormon estrogen sangat menurun dan kurang berfungsi lagi, padahal salah satu fungsi hormon ini adalah mempertahan-kan massa atau kepadatan tulang; c) Kegemukan; d) Riwayat imobilisasi; e) Riwayat pernah trauma atau radang pada persen-dian; f) Adanya stres pada per-sendian yang berlangsung lama seperti pada atlet; g) Densitas tulang yang tinggi; h) Neuropathy perifer; i) Bisa juga ada hubungan dengan ras, keturunan, dan metabolic.
6) Tips mencegah OA (supaya sedini mungkin terhindar dari penyakit ini atau untuk menghin-dari kekambuhan OA: a) Jagalah berat badan pada batas normal atau ideal; b)Berolah raga yang tidak terlalu banyak mengguna-kan persendian sehingga bisa terhindar dari perlukaan sendi (misalnya dengan berenang dan olahraga yang bisa dilakukan sambil duduk atau tiduran; c) Kegiatan olah raga harus sesuai umur (jangan olah raga berat pada usia lanjut); d) Minumlah obat-obat suplemen sendi atas advis dokter Anda; e) Makanlah makanan sehat; f) Pakailah alas kaki yang tepat dan nyaman; g) Hindari gerakan yang meregangkan sendi jari tangan dan leher.
7) Pengobatan OA dilihat dari keadaan berat ringan penyakit: OA ringan (stadium 1 dan 2 ) diterapi tanpa obat, yakni pengompresan pada sendi yang sakit; Turunkan berat badan bila kelebihan; Latihan menguatkan otot paha dan pinggul untuk menjaga kebugaran tubuh; Pakailah knee brance selama dibutuhkan. Sedangkan terapi obat adalah memakai obat antiradang dan nyeri; Minum suplemen untuk menumbuhkan tulang rawan (misalnya minum glukosamin dan kondroitin); Suntik obat pelumas sendi secara intra artikuler injection. Terapi OA derajat berat (stadium 3 dan 4 ) dengan kemungkinan operasi penggantian sendi yang rusak dengan protesis.v