Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Laporan Khusus

Setiap Gereja Ditutup, PGI Selalu Bersuara

Posted : 16 Desember 2009
Setiap Gereja Ditutup,  PGI Selalu Bersuara.jpg
SESUAI harapan, Sidang Raya PGI ke-15 di Mamasa, Sulawesi Barat, 17-24 November 2009 berlangsung aman. Evaluasi terhadap kinerja Majelis Pekerja Harian (MPH) lima tahun sebelumnya dinilai baik oleh gereja-gereja dan laporan pertanggung-jawaban diterima secara aklamasi.
Sebagai sidang raya yang amat menentukan sekali dalam masa lima tahun bagi persekutuan gereja-gereja oikumenis di Indonesia, saat itu dirumuskan tema yang menjadi landasan program kerja PGI lima tahun mendatang. Seperti dike-mukakan Pdt. AA Yewangoe, program kerja PGI 2009-2014 berge-rak di bawah tema, “Tuhan itu Baik kepada Semua Orang”, dengan sub tema, “Bersama-sama Seluruh Komponen Bangsa Mewujudkan Masyarakat Majemuk Indonesia yang Berkeadaban, Inklusif, Adil, Damai, dan Demokratis.”
Dengan tema itu, Pdt. Yewa-ngoe mengharapkan gereja-gereja di Indonesia yang menyeleng-garakan Sidang Raya XV PGI ini secara bersungguh-sungguh mem-fokuskan perhatiannya kepada dampak penyataan iman dari Mazmur 145: 9a, bahwa Tuhan itu baik pada semua orang di dalam berbagai persoalan kemanusiaan yang dialami di negeri ini. Kabar baik yang disampaikan di dalam setiap pemberitaan gereja, kiranya terus-menerus menegaskan bahwa  kebaikan Tuhan justru baru bisa dialami di dalam kita berlaku baik kepada sesama.
Pendapat serupa disampaikan Pdt. Gomar Gultom, yang dalam sidang terpilih menjadi sekretaris umum PGI. Dikatakannya, tema yang dirumuskan bersama  dalam Sidang Raya di Mamasa dimaksud-kan mengajak PGI bersama-sama dengan gereja-gereja di Indonesia merefleksikan dan memahami apa artinya Tuhan itu baik kepada semua orang. “Dalam konteks masyarakat plural, berarti semua orang, Tuhan itu baik, juga untuk orang-orang di luar komunitas agama Kristen. Kita tidak membatasi karya Allah hanya untuk komunitas kita saja. Allah yang sama juga berkarya dan mengasihi agama-agama lain,” jelasnya.

Desk Papua
Yang tak kalah menarik, masalah gereja-gereja di Papua akan menjadi salah satu perha-tian  utama PGI. Meski program kerja lain dari PGI untuk lima tahun mendatang masih harus me-nunggu sidang para ketua sinode se-Indonesia—yang menurut rencana sidang itu dilakukan pada bulan Maret 2010—tapi, masalah Papua sudah pasti masuk dalam agenda tahun 2010. Setidaknya ada dua agenda besar yang akan segera dilakukan PGI sebagai bentuk perhatian terhadap Papua.
Pertama, berdasarkan hasil kesepakatan bersama dalam Sidang Raya itu juga, PGI bekerja sama dengan GKI Papua akan membentuk satu wadah khusus yang akan dinamakan Desk Papua, yang bertempat di gedung Kantor PGI Jakarta. “Wadah ini secara khusus mengkaji persoalan-persoalan Papua dan memberi pokok-pokok pikiran kepada peme-rintah pusat terkait kebijakan program pembangunan di Papua. Pembangunan yang mencakup keseluruhan: penegakan HAM, masalah keadilan, pembangunan infrastruktur, sosial ekonomi yang seharusnya mengarah kepada kesejahteraan masyarakat Papua,” kata Pdt. Yewangoe.
Yang kedua, seperti dikatakan Pdt. Gomar, masih di tahun 2010 nanti, PGI bersama gereja-gereja lain akan menyelenggarakan konferensi gereja dan masyarakat di Papua tentang Papua.  Rencana-nya, konferensi itu akan  diikuti oleh seluruh pimpinan gereja; tokoh-tokoh Kristen dan birokrat Kristen. Tujuannya membahas masa depan Papua secara bersama-sama dan secara komprehensif.  
Diakui Pdt. Gomar, masalah Papua selama ini, sebenarnya hanya karena miskomunikasi yang kemudian memunculkan semacam stigmatisasi tersendiri tentang Papua. Misalnya, ketika orang-orang Papua berjuang menegakkan HAM atau keadilan, Jakarta lang-sung menuduh mereka separa-tis. “Padahal, yang mereka per-juangkan adalah hak-hak mereka yang harus terpenuhi,” jelas Pdt. Gomar dan melanjtukan bahwa begitu juga sebaliknya, ketika pemerintah (pusat) melakukan sesuatu untuk Papua, Papua langsung direspon dengan stigma negatif.

Bersuara
Selain perhatian terhadap masalah Papua dan tanpa me-nunggu hasil sidang para ketua sinode se-Indonesia tentang program-program kerja PGI mendatang, satu hal bahwa fakta  penutupan gereja di berba-gai kawasan Tanah Air nyaris tak terbendung. Fakta ini tentu akan selalu menjadi bagian terpenting perjuangan PGI ke depan. Karena, sepertinya, perilaku perusakan atau penutupan paksa terhadap tempat-tempat ibadah ini bakal terus terjadi. Selama ini memang PGI selalu menunjukkan taringnya dalam memperjuangkan hak-hak beragamanya; kebebasan beriba-dah dan mendirikan tempat ibadahnya.
“Setiap kejadian penutupan gereja atau isu yang berkaitan de-ngan pelanggaran kebebasan beragama, kami selalu bersuara. Sering kami melakukan pendeka-tan kepada (mantan) Wakil Presiden Jusuf Kalla. Juga pimpinan Muhammadiyah dan NU. Kepada pimpinan Muhammadiyah dan NU, sering saya katakan tolong kamu berbicara agar segelintir kelompok radikal yang selalu menutup gereja bisa mengerti tentang arti hidup di negara Pancasila ini,” ujarnya.
Demikian juga Pdt. Gomar. Seba-gai sosok yang juga dikenal sebagai pegiat mengadvokasi penegakan hukum dan HAM di Indonesia, dia selalu berjuang bagi gereja-gereja yang ditutup. Bahkan, sebagai anggota penggagas berdirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebeba-san Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) berjuang bukan hanya untuk kepentingan orang Kristen tapi juga kebebasan menjalankan ibadah aliran Ahmadiyah. Tapi, lanjut dia, berhasil tidaknya per-juangan kami, itu soal lain. “Kalau memang terkesan tidak berhasil, ya itulah fakta negara kita yang tengah disandera oleh kekuatan-kekuatan massa funda-mentalis. Yang penting kita sudah dan akan terus berjuang tentang kebeba-san beribadah ini,” ungkapnya.
“Satu hal lagi bahwa perjuangan PGI selama ini mengenai penutu-pan gereja tak pernah diekspos oleh media massa (Kristen). Sepertinya media massa Kristen ini juga tidak senang dengan PGI. Setiap kali PGI menghadap Presi-den, Wakil Presiden, Komnas HAM atau ke Kepolisian, media Kristen tak pernah beritakan. Gimana itu?” tanyanya.  Stevie Agas
64
10 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :201220112010200920082007
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.5871 sec | TOP
Online Support :