Selain kalender Maya, ada banyak argumen pendukung ramalan kehancuran bumi pada 2012. Apa saja itu, dan benarkah?
RAMALAN akan berakhirnya dunia atau kehancuran dunia pada 2012 kian dramatis oleh kehadiran film produk Hollywood yang kini beredar di bioskop di seantero bumi. “Specta-kuler! We were warned!” Kalimat profokatif pada kafer DVD-nya seolah menggiring umat manusia untuk mengamini “kebenaran” ramalan itu.
Tak sedikit yang meragukan kebenaran ramalan itu. Tapi tak sedikit pula yang secara fanatik mengakui kebenaran ramalan itu dan menebar kecemasan mereka. “Anda harus mengerti, tidak akan ada sama sekali sisa,” kata Patrick Geryl kepada ABC News. “Kita harus akan memulai kembali semua kebudayaan dan kehidupan dari awal lagi,” kata pekerja labora-torium berusia 53 tahun yang hidup di Belgia. Dia keluar dari pekerjaannya dua tahun setelah ia menabung uang yang cukup digunakan sampai 2012.
Geryl bukan sendirian. Menurut data dari Google, sudah ada 700.000 orang yang setuju bahwa kiamat akan terjadi pada tiga tahun ke depan. Ribuan buku te-lah ditulis tentang hal ini, meng-ikuti sukses buku Daniel Pinchbeck “2012: The Return of Quetzal-coatl,” yang terjual ribuan kopi tiap bulan semenjak dirilis bulan Mei 2009 lalu. Dan yang terakhir, pada bulan-bulan ini, semua mata terse-dot pada kesuksesan film “2012” yang diberitakan mengalahkan kepopuleran “Chrismast Carol”. Belum seminggu ditayangkan, uang yang masuk sudah melampaui ongkos pembuatan film itu yang ditaksir sebesar 200 juta dolar AS.
Benarkah keyakinan bahwa 2012 merupakan momen keruntuhan Bumi? Beberapa alasan pun digulirkan. Banyak pihak menduga semua isu itu digulirkan oleh industri film Amerika untuk mempersiapkan secara psikologis penduduk dunia akan film mereka. Berikut beberapa argumentasi atas datangnya kiamat pada 2012 itu.
Maya hingga pergeseran kutub
Ramalan tentang kiamat 2012 dipengaruhi oleh berakhirnya kalen-der suku Maya, salah satu bangsa Indian di Amerika Latin. Bangsa Maya membuat kalender “hitungan panjang” yang berlang-sung selama 5.125 tahun dan akan habis pada 21 Desember 2012 itu. Beberapa suku di Guatemala, masih menggu-nakan kalender hitungan panjang itu.
Keyakinan bahwa kiamat bakal terjadi pada 2012 juga dikaitkan dengan tabrakan antarplanet. Ada rumor bahwa NASA (National Aeronautics and Space Administration) menyembunyikan informasi tentang sebuah planet yang sedang dalam jalur akan menabrak Bumi. Teori tabrakan itu berdasar-kan klaim akan munculnya planet Nibiru. Bencana tabrakan planet itu awalnya diprediksikan terjadi pada Mei 2003, tapi kemudian diundur pada Desember 2012 nanti.
Ada pula yang menghubungkan dengan bahaya badai matahari raksasa yang diperkirakan berpun-cak pada 2012. Aktivitas badai mata-hari ini memiliki siklus dengan puncak setiap 11 tahun. Saat mencapai puncaknya, jilatan api matahari dapat menyebabkan gangguan komunikasi satelit. Jutaan perangkat eletronik terancam rusak.
Yang lain menghubungkannya dengan teori kerusakan Bumi oleh adanya pergeseran kutub. Kerak bumi dikatakan akan melakukan rotasi 180 derajat sekitar inti. Beberapa website menyebut ada-nya hubungan antara rotasi dan polaritas magnetik bumi, yang berubah tidak beraturan dengan pembalikan gaya tarik bumi setiap 400.000 tahun sekali.
Tak benar
Dalam perespektif ilmiah, NASA membantah hal itu karena pemba-likan rotasi bumi tidak mungkin terjadi. “Memang ada gerakan dari benua secara perlahan, misalnya Antartika berada di dekat Khatulis-tiwa ratusan juta tahun yang lalu, tetapi itu tidak relevan dengan klaim kebalikan rotasi,” kata ilmu-wan peneliti senior NASA Don Yeomans.
Ia juga mengatakan bahwa pembalikan magnet juga tidak akan menyebabkan kerugian bagi kehidupan di Bumi. Pembalikan itu, pembalikan magnetik bumi juga tidak akan terjadi dalam beberapa milenium. “Tidak ada risiko khusus yang terkait dengan badai matahari pada 2012. Puncak badai matahari berikutnya akan terjadi dalam kerangka waktu 2012-2014 tapi diperkirakan tidak akan ber-beda dari siklus sebelumnya sepan-jang sejarah yang sudah berlang-sung,” jelasnya.
NASA yang didirikan pada 1958 ini juga menolak klaim Nibiru dan cerita-cerita lain tentang planet sejenis. Jika Nibiru sedang menuju bumi pada 2012, maka astronom bisa melacak, setidaknya satu dekade terakhir dan akan terlibat sekarang dengan mata telanjang. Bumi, kata NASA, memang selalu terancam komet dan asteroid. “Namun tabrakan besar sangat jarang terjadi. Terakhir, tabrakan besar terjadi 65 juta tahun lalu yang menyebabkan kepunahan dinosaurus,” jelasnya. P. Maku Goru/dbs.