Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Laporan Utama

Ir. Herlianto, M.Th: Film 2012 Mendiskreditkan Agama-agama!

Posted : 01 Desember 2009
Film 2012 Patung Yesus pun Roboh.jpg

Selain menggelisahkan, film 2012 ternyata menjagokan gerakan New Age yang menyatakan bahwa manusia bisa selamat dengan usahanya sendiri, bukan karena Tuhan. “Film 2012 mendiskreditkan agama-agama,”
kata Pdt. Herlianto, M.Th., pengasuh dan penanggungjawab Yabina.

 

Mengapa orang begitu  terpancing dengan film 2012?  sebenarnya populernya film 2012 didongkrak faktor dalam dan luar. Faktor dalam karena pada masa kini manusia secara umum mengalami frustrasi massal dan ketidaktentuan. Ditambah lagi ketakutan akan bencana yang ter-jadi bertubi-tubi di sekitarnya, maka film semacam itu akan mena-rik keingintahuan seseorang agar hati kecilnya terpuaskan. Akhir ja-man memang menyangkut ketaku-tan semua orang: tua-muda, laki-perempuan, dan bagi yang seder-hana-canggih.
Faktor luar adalah banyaknya promosi sekitar tahun 2012 melalui media massa, apalagi dengan adanya fatwa larangan dari kalangan agama tertentu justru merangsang keinginan seseorang melihat apa-apa yang dilarang. Film ini memang spektakuler karena dibuat oleh sutradara yang berpe-ngalaman menyajikan drama bom-bastis sekitar akhir jaman sebe-lumnya seperti film ‘Independence Day’ dan ‘The Day After Tomorrow.’


 Bagaimana umat Kristen harus menyikapi film ini?
Umat tidak perlu menyikapi film 2012 itu dengan berlebihan karena sebagai film, ia merupakan penyajian yang memanipulasikan ketakutan orang akan akhir jaman, dan temanya menjiplak penye-lamatan keluarga Nuh yang kapalnya sekarang diganti dengan kapal tabung besar yang lebih mirip pesawat angkasa luar.
Memang film ini ada menya-jikan promosi New Age di mana manusia dapat menyelamat-kan diri sendiri dengan kekua-tan dirinya dan ada tendensi mendiskreditkan agama-agama, seperti patung raksasa Yesus di Brasil yang rontok, gedung Vatikan yang hancur menimpa umat Katolik, mau-pun Biarawan Buddha yang mati dilanda bencana (karena pasrah) namun ada bawahannya yang selamat (karena percaya diri). Agama Islam digambarkan sepintas lalu ibadah haji di Mekkah. Hanya tidak digambarkan ka’abah runtuh atau Mekkah hancur karena mung-kin takut diboikot dan dilaknat umat Islam.
Promosi New Age melalui film ini memang meramalkan bahwa tahun 2000-an dunia akan mema-suki masa Aquarius yang penuh ke-limpiahan (ibarat lambang pencu-rahan air isi bejana) dan mening-galkan masa pisces (ikan lambang kredo tentang Yesus) masa 2000 tahun yang penuh dengan kebodohan dan kekacauan.
 
Bagaimana umat menyikapi ramalan-ramalan tentang  akhir jaman?
 Umat Kristen sebaiknya menyi-kapi akhir jaman dengan kembali menyelidiki Alkitab untuk menge-tahui apakah semuanya benar de-mikian (Kis.17: 11). Yesus menga-takan bahwa mengenai waktu dan ketikanya tidak ada seorang pun yang tahu, jadi kita tidak perlu mencari tahu namun itu tidak berarti kita bisa ber-lenggang-lenggang tetapi kita harus tetap ‘siap-sedia’ menghadapinya (Mat 24: 43-44). Bila kita siap, apakah Tuhan Yesus akan datang hari ini, besok, tahun 2012, atau tahun lainnya tidak men-jadi soal karena kalau kita sudah siap ujian kapan pun tidak menjadi masalah.
Janganlah menjadikan Alkitab sebagai teka-teki sejarah dan angka-angkanya ditafsirkan secara harfiah karena angka-angka dalam Alkitab banyak yang bersifat perlam-bangan jadi tidak bisa ditafsirkan begitu saja. Memang dalam Alkitab ada juga petunjuk yang mengarah pada ‘tanda-tanda yang menda-hului’ seperti banyaknya muncul penyesat dan banyak yang akan murtad, kemelut sosial seperti perang dan kelaparan, datangnya bencana alam maupun angkasa yang besar (Mat 24).
Ada yang melihat bahwa tanda-tanda itu makin hari makin meningkat dan nyata karena itu kita harus siap-sedia dengan makin mencitai Tuhan Yesus Kristus yang menjadi Tuhan dan Juruselamat manusia dan yang akan menyam-but umat-Nya bila akhir jaman tiba.

Salah satu sekte yang getol meramalkan akhir zaman adalah Saksi-Saksi Yehuva?
 Saksi-saksi Yehuwa (SSY) memang spesialis ramalan akhir jaman, dimulai dengan ramalam para pemimpin mereka seperti Charles Taze Russel yang meramalkan bahwa tahun 1874 dianggap Yesus datang dalam roh kemudian disusul tahun 1914 di mana Yesus akan benar-benar datang untuk mendirikan kerajaan 1.000 tahun. Ketika tahun ini gagal diundur menjadi tahun 1918 tapi meleset juga dan kemudian tahun 1925 diramalkan oleh Franklin Rutherford, dan ketika tidak juga datang diramalkan tahun 1975 oleh Nathan Homer Knorr.
Semuanya meleset dan sekarang literatur SSY kembali ke tahun 1914 dengan pengertian bahwa ‘Yesus sudah datang dalam kea-daan roh dan hanya diketahui oleh para SSY yang terpilih.’ Kecero-bohan SSY adalah karena mereka menjadikan Alkitab sebagai teka-teki sejarah dan menafsirkan angka-angka dalam Alkitab secara spekulatif, padahal Tuhan Yesus sendiri mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang akan tahu harinya dan tidak perlu meng-hitung-hitung waktunya.  Paul Makugoru.
 

60
22 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :201220112010200920082007
Online Support :