User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Gambar Wajah Di Planet Mars  |  Dimulai, Pembangunan Gedung Baru UKI  |  Persekongkolan Negara Dan Massa Anarkis  |  Suplemen Kalsium Tingkatkan Risiko Serangan Jantung  |  Pemerintah 'tak Hargai' Kebebasan Beragama  | 

Kawula Muda

01 December 2009

Tawuran Merosotnya Masa Depan Bangsa

Tawuran  Merosotnya Masa Depan Bangsa.jpg
LAJU kendaraan-kendaraan  bermotor yang memadati  jalan itu tiba-tiba harus terhenti guna menghindari sege-rembolan siswa yang berhamburan ke jalan untuk menghindari serbuan dari gerombolan siswa dari sekolah lain. Sambil berteriak-teriak puluhan siswa yang masih menge-nakan pakaian seragam sekolah masing-masing itu saling serang dan ejek. Mereka tidak hanya saling lempar batu atau benda keras lain, namun ada yang menenteng sen-jata tajam! Pemandangan kacau semacam ini sudah kerap terjadi antara lain di wilayah Salemba, Jakarta Pusat maupun Cawang, Jakarta Timur. Aksi tawuran ini bukan hanya antarsiswa, namun juga antarmahasiswa. Kenapa hal yang sangat memalukan ini masih berlangsung bahkan cenderung menjadi trend?

Gejolak  
Usia remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak, ini menye-babkan masa remaja selalu penuh dengan ekspresi yang dapat mengarah positif atau negatif. Tawuran adalah gejolak negatif yang muncul, dan berujung pada perkelahian. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya tawuran, antara lain: Pertama, kondisi psikologis. Dalam teori motivasinya, Maslow menyebutkan bahwa salah satu motivasi tindakan manusia adalah untuk memperoleh peng-akuan eksistensial dari sesamanya. Ini sepertinya menjadi latar bela-kang fenomena tawuran.
Masa transisi yang terjadi dalam usia pelajar, membuat mereka berusaha mencari jati diri dan mencari tempat yang aman untuk dapat diterima di lingkungan masyarakat. Ini menyebabkan rasa solidaritas berubah menjadi sikap fanatisme dan vandalisme. Inilah mengapa fenomena tawuran selalu diwarnai dengan kehadiran kelompok-kelompok vandalistik (baca: gank) yang biasanya mengundang perasaan-perasaan fanatisme berlebih dari setiap anggotanya. Makanya tak heran jika hanya karena hal sepele itu dapat memicu terjadinya tawuran, misalnya seperti saling mengejek, membela teman yang punya masalah pribadi dengan pelajar di sekolah lain, atau pemalakan.

Kedua, masalah yang bersumber dari manajemen rumah tangga yang tidak efektif. Pola asuh yang tidak tepat (pola asuh keras me-nguasai maupun pola membe-baskan) serta hubungan yang tidak harmonis antaranggota keluarga. Banyaknya waktu luang yang dimiliki oleh anak seusia sekolah itu, bila tidak mendapat perhatian dan bimbingan dari orang tua untuk diisi dengan program yang jelas dan bermanfaat, akan membuat anak “kurang kerjaan”. Mereka sering nongkrong dan bergerombol di halte, terminal, mulut gang, pinggir jalan.
Dalam sebuah penelitian ditemu-kan data bahwa 89,5% terjadinya tawuran pelajar, bermula dari kondisi seperti itu. Ketiga, masalah yang bersumber dari kerawanan sekolah. Keempat, faktor lingku-ngan masyarakat. Kelima, tindakan kurang antisipatif dari aparat keamanan.  

Permasalahan remeh dapat me-nyulut pertengkaran individual yang berlanjut menjadi perkelahian massal, dan tak jarang melibatkan penggunaan senjata tajam atau bahkan senjata api. Banyak korban yang berjatuhan, baik karena luka ringan, luka berat, bahkan tidak jarang terjadi kematian. Tawuran ini juga membawa dendam berke-panjangan bagi para pelaku yang terlibat di dalamnya dan sering berlanjut pada tahun-tahun beri-kutnya. Hal ini tentunya merupa-kan fenomena yang sangat mem-prihatinkan. Generasi yang diharap-kan mampu membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik ternyata jauh dari harapan. Kondisi ini juga dapat membawa dampak buruk bagi masa depan bangsa.

Solusi
Penting menangani fenomena tawuran dengan melibatkan ba-nyak aspek perhatian. Pendidikan menjadi unsur penting untuk menanamkan nilai-nilai yang benar. Kerohanian dibangun agar semakin teguh menghadapi persoalan dunia. Lingkungan yang tepat. Adanya komunitas-komunitas berarti, sebagai sarana menyalurkan bakat dan karya. Keteladan orang tua, guru, dan sahabat, adalah pribadi-pribadi yang yang meno-pang terbentuknya seorang pribadi muda, untuk melakukan hal positif yang berarti.
Lidya

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.299.650 Hit: 1.857.405 Since: 14.11.05 | 0.807 sec | TOP
Online Support :