User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Bumi Bukan Ciptaan Tuhan?  |  FPI Suruh Polri Bercermin  |  Masyarakat Tak Perlukan FPI  |  Bollywood Bikin Film Tentang Yesus Semasa Kecil  |  Wanita Katolik Buka Warung Murah Untuk Buka Puasa  | 

Konsultasi Keluarga

01 December 2009

Nikah Baru 3 Bulan, Gairah Suami Sudah Hilang

Nikah Baru 3 Bulan, Gairah Suami Sudah Hilang.jpg

Bersama Pdt. Yakub Susabda, Ph.D

Bapak Konselor yang terhormat, saya baru menikah 3 bulan, tapi gairah seksual suami saya sudah menurun. Kami hanya berhubungan sekali seminggu. Padahal kata dia, sebelum menikah dia hampir tiap hari melakukan onani. Ketika saya tanya, dia menjawab karena kondisi tubuhnya tidak fit. Dan kondisi ini sudah berlangsung 1 bulan. Usia suami dan saya masih di bawah 30 tahun. Memang suami sering mengeluh capek-capek padahal pekerjaannya tidak mengeluarkan banyak tenaga, hanya banyak menggunakan otak (berpikir) saja. Dengan kondisi ini saya tersiksa karena hasrat saya tidak terpenuhi. Saya sudah berusaha untuk menahannya tapi saya malah jadi sensitif, mudah tersinggung, mudah marah, padahal sebetulnya perkawinan kami baik-baik saja. Saya terkadang menyalurkannya dengan masturbasi. Tapi saya takut berdosa. 
Apa yang harus saya perbuat?  Saya takut masalah ini justru akan menjadi duri dalam rumah tangga saya. Tetapi saya juga tidak bisa begitu saja menghilangkan dari pikiran saya. Mohon doa dan jawabannya.
Ani
JakartaBersama
Pdt. Yakub Susabda, Ph.D

SAUDARI Ani, Anda menikah  tanpa persiapan yang baik.   Anda bahkan tidak atau belum mengenal suami Anda, dan yang lebih menyedihkan lagi, Anda belum mengenal diri Anda sendiri.  Pertanyaan Anda terfokus pada fenomena atau gejala praktis saja.  Anda tidak menceritakan menge-nai hubungan Anda dengan sua-mi.  Memang Anda baru menikah 3 bulan, tetapi 3 bulan plus masa pacaran (kalau ada) seharusnya menghasilkan berbagai pengala-man yang memberikan “penge-nalan” Anda terhadap suami.  Mengapa Anda memilih menikah dengan dia?  Siapakah suami Anda?  Apakah dia mencintai dan menghargai Anda, atau dia ter-paksa menikahi Anda karena sebab-sebab tertentu?


Anda mengatakan bahwa suami Anda biasa melakukan masturbasi atau onani.  Berarti kebutuhan seksual suami sudah menjadi addiction/ketergantungan atau kecanduan.  Nah, kalau benar demikian, tentunya baru kenal beberapa hari, hubungan kalian sudah diisi dengan pemenuhan kebutuhan seksual.  Berarti Anda sebelum menikah pun sudah melakukannya berulang kali. Untuk itu, Anda pun sudah ikut kecan-duan sehingga kebutuhan seksual Anda seringkali tak tertahankan.  Itulah sebabnya Anda sangat gelisah pada saat suami menun-jukkan penolakan. 


Kebutuhan seks memang mun-culnya atas dorongan insting.  Tetapi kalau insting tersebut sudah menjadi begitu kuat sehingga tak tertahankan sampai Anda melaku-kan masturbasi juga, maka benar-benar Anda pun sudah terjerat dengan “sexual addiction”.   Ini biasanya ditandai dengan adanya gejala : (1) tolerance atau keingi-nan untuk mengulang-ulang terus dengan dosis yang lebih banyak, dan (2) withdrawal atau muncul-nya tingkah-laku kemunduran pada saat kebutuhan seksual tersebut tidak terpenuhi.  Nah, kedua tanda addiction itu ada pada Anda.  Anda harus berhati-hati, karena jangan-jangan yang bermasalah adalah Anda sendiri.  Anda perlu berkonsultasi dengan dokter supaya tidak melakukan hal-hal yang memalukan.


Memang biasanya masa pernika-han 3 bulan masih merupakan masa bulan madu/honeymoon.  Tetapi sekarang masa honeymoon sudah menjadi mitos karena 90% pasangan yang menikah memasuki masa pernikahan dengan spirit yang hambar.  Kegairahan hubu-ngan suami-istri sudah hilang karena masa pacaran sudah diisi dengan segala pengalaman yang “seharusnya ekslusif milik per-nikahan” saja.   Banyak pasangan sudah saling melukai sebelum menikah dan umumnya mereka sudah melakukan hubungan sek-sual layaknya suami-istri yang sudah menikah.  Sehingga, memasuki pernikahan,  tidak ada lagi hal yang baru.  Bagaimana dengan Anda sendiri ?  Dari keluhan Anda, rasa-nya fokus utamanya adalah kebu-tuhan seksual yang tidak terpe-nuhi.  Anda memakai “rasionalisasi umum” yang bisa membingung-kan orang lain, bahwa hubungan seksual suami-istri yang baru meni-kah seharusnya lebih dari sekali dalam seminggu.  Saya rasa rasio-nalisasi umum ini ada juga muatan kebenarannya, meskipun tidak mutlak.  Tetapi yang lebih utama adalah, apakah Anda mengenal suami Anda, dan bagaimana hubu-ngan antara Anda dengan dia?  Anda ragu-ragu kalau alasan “capek” dari suami adalah alasan yang dapat diterima.  Anda rupa-nya membaca sinyal-sinyal lain di balik itu.  Nah, coba kenali, apa itu sinyal-sinyal yang Anda tangkap di balik alasan suami? Apakah ia mencintai Anda?


Tentu Anda mengkhawatirkan kalau-kalau jawaban pertanyaan saya itu adalah “tidak”.  Suami tidak mencintai Anda lagi.  Suami sudah bosan dengan Anda.  Atau suami sudah menemukan pemua-san kebutuhan seksualnya pada wanita lain.   Nah itu semua Anda sendirilah yang harus menghadapi-nya.  Jangan sampai Anda menjadi paranoid sehingga memperbesar kecurigaan dan mencari alasan pembenaran kecurigaan Anda.  Yang penting adalah, lakukan tugas kewajiban Anda yang utama sebagai istri yang baik bagi suami.  Layani dia, kasihi dan hormatilah dia.  Bangunkan komunikasi yang baik, yang dialogis sifatnya, sehingga suami merasa bahwa Anda adalah teman bicara yang terbaik baginya.  Nah, dengan inilah Anda akan mengerti sendiri apa yang menjadi alasan di balik sikap suami yang kehilangan gairah seksualnya terhadap Anda.


Hubungan suami-istri dalam ikatan pernikahan kristiani mempu-nyai tujuan yang agung.  Tidak seharusnya hubungan tersebut hanya dinilai dari frekuensi dan kepuasan kebutuhan seksual saja.   Fokus Anda harus berubah.  Datanglah kepada Tuhan dan mintalah pencerahan supaya Anda dan suami memahami tujuan pernikahan kalian.  Mulailah hidup dengan peran yang baru sesuai dengan apa yang Tuhan kehen-daki, supaya pernikahan kalian diberkati Tuhan.v
 
 
 

Bookmark and Share

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.423.232 Hit: 2.022.955 Since: 14.11.05 | 0.8934 sec | TOP
Online Support :