| Laporan Utama |
|
Reformata.com - MELIHAT situasi massa yang menuntut penghentian perayaan Natal pada Jumat, 25 Desember 2009 ...
|
| Laporan Khusus |
|
Tak sedikit tokoh Kristen hadir dalam perjalanan “pulang” Gus Dur. Banyak kesan tersimpan dalam ...
|
| YM Support |
| Redaksi Reformata |
|
| lidya |
|
|
Suluh
01 December 2009 Rev. Lee Chong Min, Indah untuk Kemuliaan Tuhan
 Reformata.com - MENINGKATKAN kualitas musik gereja, agar suara dan nada-nada musik itu terdengar indah dan menyatu. Itulah kerinduan Rev. Lee Chong Min, seorang konduktor. Dia juga akan merasa bahagia jika untuk mendapatkan suara dan nada yang menyatu itu ratusan anak-anak Tuhan dapat menjadi satu tim pa-duan suara dan orkestra. Adanya interprestasi mendalam terhadap notasi musik yang tertulis, serta lantunan syair Firman Tuhan yang terdengar menggerakan setiap pendengar, juga merupakan hara-pan dan kerinduannya setiap me-mimpin konser sebagai konduktor. Pria berusia 63 tahun ini, penuh ekspresi dalam melakoni profesinya sebagai konduktor yang punya nama di Asia. Lee memiliki visi untuk membangun masyarakat Kristen, agar makin terbuka terha-dap pentingnya kualitas musik dalam kehidupan bergereja. Tak heran, jika Lee membangun kon-sentrasi penuh untuk mencapai visi ini. Musik, vokal, dan konduktor, adalah 3 bidang penting yang dikuasai Lee, untuk mewujudkan visi tersebut. Generasi muda adalah sasaran penggerak visi ini.
Pelayanan Rev. Lee Chong Min, sejak muda sudah menyukai musik dan suka bernyanyi, walaupun tidak dilahir-kan dari keluarga musik. Hobi dan keinginan Lee didukung oleh orang tuanya, sehingga kesempa-tan mengecam pendidikan di Institute of Educations dia dapat-kan sampai meraih gelar Diploma of School Music Teacher. Ini mengantarnya bekerja seba-gai pemimpin brass ensemble, yaitu kumpulan pemusik dengan alat tiup logam, selama 4 tahun. Lee kemudian melanjut-kan masa studi ke jenjang yang lebih tinggi di London College of Music. Bi-dang yang ditekuni secara khusus yaitu vokal dan konduktor orkes-tra. Setelah selesai Rev Lee kem-bali ke Singapura dan mengajar di Singapore Bible College. Selain mengajar di School of Church Music, Singapore Bible College, Lee juga menjadi dirigen dari berbagai paduan suara di negara-negara ASEAN, di antara-nya adalah SBC Chorale, SBC Choir, SBC Singers, sekaligus menjabat sebagai Music Director dari Singapore Hallelujah Oratorio Society, Johor Bahru Chorale, dan Jakarta Festival Chorus, serta menjadi pendiri dari International Christian Festival Singers. Berbagai opera, orkes simfoni, dan oratorio-oratorio besar telah dipimpinnya. Di antaranya adalah karya Brahms: “German Requiem”, karya Mozart: “C Minor Mass” dan “Requiem”, karya Haydn: “Maria Theresa Mass” dan “The Creation”, karya Handel: “Messiah”, karya Mendelssohn: “St. Paul”, “Elijah”, “Hymn of Praise” dan karya J.S Bach: “St’Matthew Passion” dan “Mass in B Minor”. Impian besar Kemampuan, ketekunan, dan kerja keras Lee memberi hasil yang besar. Terbukti Lee hadir memberi pengaruh dalam kepemimpinannya. Sebagai seorang konduktor, Lee memberi penegasan tentang pen-tingnya pendengaran, kemampuan teknis, dan kepemimpinan. “Se-orang konduktor harus memiliki pendengaran yang tajam akan pitch (tinggi rendahnya nada), ritme, dan ide musikal. Harus dilatih untuk mengenali dan harus dapat membedakan nada walaupun hanya berselisih beberapa hertz (satuan tinggi rendahnya nada) sebab secara keseluruhan, nada yang tidak tepat tidak dapat menghasilkan harmoni yang penuh, dan pada akhirnya tidak dapat menghasilkan suara yang lebih indah,” ungkap Lee pasti. “Pemimpin orkestra wajib mengetahui tentang sifat alami dari tiap instrumen sebab tiap instru-men mempunyai karakteristik yang berbeda. Selain kemampuan teknis tersebut, seorang konduktor harus mempunyai leadership (kepemimpi-nan) yang mampu menjadi panutan bagi seluruh anggota paduan suara maupun orkestra”. Papar Lee penuh antusias. Kegiatan Lee banyak tersita un-tuk mengajar di SBC, namun saat teduh menjadi waktu yang tidak pernah terlewatkan untuk memba-ngun kekuatan spiritual. Kesibukan di akhir tahun ini antara lain, mempersiapkan konser Jakarta Festival Chorus, St. Pau. Tahun depan dia mengadakan konser peringatan 30 tahun pelayanan di Singapore Bible College, di Singapura. Paduan suaranya merupakan hasil gabungan seluruh paduan suara yang diajar Lee, baik di Singapura, Indonesia dan Malaysia. Selain konser tersebut, Lee juga berkon-sentrasi untuk menyediakan program edukasi musikal yaitu International Choral Conductor Association. Ini bertujuan untuk mempro-mosikan musik choral yang lebih baik lagi di lingkungan gereja-gereja. Selain itu dia mulai mempersiapkan International Christian Choral Academy yang secara berkala, akan mengadakan camp musik untuk membentuk generasi baru yang juga rindu untuk menerapkan musik yang lebih baik untuk gereja. “Tantangan terbesar yang harus dihadapi sekarang ini ialah untuk meningkatkan kualitas standar musik. Hal ini tidak mudah sebab untuk mengasah kemam-puan dalam musik, membutuh-kan ketekunan dan masa pembelajaran yang panjang. Sayangnya, tidak semua orang yang pada awalnya berminat dalam musik punya waktu dan tekad sebesar itu,” tandas Lee. Mendengarkan CD, membaca buku, dan masukan dari berbagai pihak adalah cara Lee untuk mengembangkan diri. Kerja keras dan selalu bertindak praktis memecahkan masalah, adalah moto hidup bagi Lee. Istri dan putri Lee, adalah pendukungnya. “Mereka juga pecinta musik dan mereka menyadari besarnya dedikasi yang harus diberikan kepada musik. Mereka mendu-kung saya untuk menuangkan fokus perhatian saya, kepada tugas panggilan saya. Semuanya ini memudahkan saya untuk melakukan pekerjaan saya sebaik mungkin,” urai Lee dengan haru. “Ketika Tuhan memberi kesem-patan untuk melayani, maka layanilah Dia dengan sepenuh hati,” demikian pesan Lee. Lidya
Others
- Firman Tuhan, Dasar Pelayanan
- Pdt. Imanuel Kristo, Jadilah Gereja yang Sadar Media!
- Pdt. dr. Gernaida Pakpahan, Rektor ITKI Pendidik yang Memimpin
- Naskah Agung Tuhan, Menjadi Perilaku
- Pdt. Andreas Himawan, Menemukan Harta Karun Kebenaran Kristen
- Gereja Perlu Kaderkan Anak-anak muda Jenius
- Pdt. Sahala Hasibuan, Di Angkotpun Beritakan Injil
- Rm. Mudji Sutrisno, Memperjuangkan Ruang Kebudayaan
- Pdt.Daniel Alexander, Lahirkan Pemimpin Sebanyak-banyaknya
- Melayani Pecandu Narkoba
- Romo Frans Magnis Suseno, Berbuat Lebih bagi Indonesia
- Pdt.Gilbert Lumoindong,Menjaga hati melayani Tuhan
- Sahabat Anak Pelayanan bagi Anak-anak Jalanan
- Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe, Ketua Umum PGI Dari Kesederhanaan Menuju Kepemimpinan Besar
- Pdt. Prof. Dr. Benny BA, Berpikir dan Beraksi Nyata Bantu yang Kekurangan
- Pdt. Em. Drs. Samuel Soedarsono, Bekali Para Aktivis Gereja
- Prof. Ir. Samuel H. Tirtamihardja, MSc: Bangkitkan Semangat Hidup Banyak Orang
- Pdt. Jonson W Laulaka, S.Th Kekuatan Doa Hancurkan Kuasa Gelap
- Ricky Subrata, Layani Anak Cacat, Jawab Panggilan Tuhan
|
|