User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Bumi Bukan Ciptaan Tuhan?  |  FPI Suruh Polri Bercermin  |  Masyarakat Tak Perlukan FPI  |  Bollywood Bikin Film Tentang Yesus Semasa Kecil  |  Wanita Katolik Buka Warung Murah Untuk Buka Puasa  | 

Muda Berprestasi

01 December 2009

Yoseph Siregar, Siswa SD Jago Main Catur dan Matematika

Yoseph Siregar, Siswa SD Jago Main Catur dan Matematika.jpg
Reformata.com - SEKILAS tak ada yang  istimewa dari seorang Yoseph Siregar. Sebagai anak yang baru menginjak usia 9 tahun, putra dari Paulus Siregar dan Leni Simanjuntak ini biasa-biasa saja, tidak ada yang membeda-kannya dengan anak-anak seusia-nya. Penilaian orang baru akan berubah tatkala melihat beberapa piagam pengharaaan dalam bidang matematika atas nama anak yang biasa dipanggil dengan nama Yoseph itu. Dia memang sudah sering mendapat penghargaan dalam bidang matematika, namun juga memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidang catur.
Menurut sang ayah, Paulus, kemampuan anaknya dalam bernalar sudah terlihat sejak ia berusia lima tahun. Pada usia itu Yoseph telah mampu melakukan penghitungan dalam penjumlahan dan perkalian dengan menggunakan bahasa Inggris. Pada usia lima setengah tahun, Yoseph telah turut dalam kejuaraan daerah mewakili DKI Jakarta untuk lomba catur. Saat itu ia memperoleh peringkat 16. Keikutsertaannya dalam berbagai lomba yang diadakan KONI mempertemukan Yoseph de-ngan seseorang yang biasa ber-kecimpung dalam dunia pendidi-kan, khususnya matematika.
Singkat cerita, Yoseph dites secara lisan untuk mengetahui kemampuannya dalam bidang matematika. Ternyata tes lisan yang membutuhkan kemampuan berpikir dengan cepat dapat dilewati oleh Yoseph dengan mudah. Yoseph pun dites lebih lanjut dan mampu menyele-saikannya dengan bagus dan cepat. Yoseph bahkan terpilih menjadi icon sebuah lembaga bimbingan belajar untuk kategori matematika. Di kelas 2 sekolah dasar ia mengikuti berbagai lomba matematika.

Dalam bidang catur pun ia punya potensi di atas rata-rata. Sampai kini Yoseph telah meraih berbagai penghargaan untuk lomba catur di berbagai daerah dan komunitas, bahkan ia dianjurkan untuk mewakili sekolah dalam kompetisi pra olimpiade matematika yang akan datang.
Yoseph pernah pindah dari satu sekolah ke sekolah lain karena kepala sekolahnya pindah. Pasal-nya, kepala sekolah merasa bahwa bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh Yoseph adalah aset tak ternilai yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Karena alasan itulah, ketika kepala sekolah itu pindah, dia membawa serta Yoseph ke sekolah yang baru. Saat ini Yoseph memang lebih banyak berkecimpung dalam dunia catur, bahkan prestasinya dalam bidang catur semakin menonjol. Ia meraih juara ketiga dalam Persatuan Catur DKI Jakarta (PERCAJA).
Saat ditemui di rumahnya, daerah Halim, Jakarta Timur, Yoseph sedang bersiap-siap untuk mengikuti upacara pelepasan dari sekolahnya. Upacara pelepasan ini adalah upacara yang akan melepas Yoseph untuk mengikuti Kejua-raan Nasional di Kalimantan. Pada kejuaraan ini Yoseph adalah salah satu atlet KONI yang dipercayakan mewakili DKI Jakarta. Hal ini sangat membanggakan bagi orang tuanya. Sang ayah yang berpro-fesi sebagai pengamen di bus kota jurusan Jakarta-Bogor, berusaha mengumpulkan uang penghasilan-nya untuk dapat mendukung segala keperluan Yoseph dalam mengikuti bermacam-macam kompetisi.

Jika memenangkan kejuaraan di Kalimantan, Yoseph akan mempe-roleh gelar grand master yang akan menghantarkan dia pada tingkat permainan yang tidak lagi berdasarkan usia. Yoseph akan bermain dengan orang-orang yang bisa saja usianya jauh lebih tua darinya. Selama ini banyak orang beranggapan bahwa orang yang pandai matematika belum tentu mahir bermain catur. Dan anggapan itu dipatahkan siswa SD bernama lengkap Tuan Jaden Yoseph Lugano Siregar itu.

Paulus, sang ayah, berharap pemerintah dapat lebih memper-hatikan anak-anak yang memiliki bakat dan kemampuan yang tentunya dapat menjadi nilai lebih bagi negara. Ia sama sekali tidak mengharapkan pemerintah mem-perhatikan Yoseph, menurutnya masih banyak anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu memiliki bakat dan kemampuan yang sama bahkan lebih dari Yoseph. Dengan alasan itu pula Paulus berharap anaknya nanti bisa membuka sebuah yayasan pen-didikan yang dapat membagikan ilmu kepada orang-orang yang tidak mampu secara cuma-cuma.                         jenda

Bookmark and Share

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.423.310 Hit: 2.023.048 Since: 14.11.05 | 0.864 sec | TOP
Online Support :