MUNGKIN banyak yang tidak tahu kalau presenter kondang Ricky Jo dulunya penyanyi. Ia bergabung dengan Band Emerald pada tahun 80-an. Sebelumnya dia aktif dalam ber-bagai kompetisi nyanyi. Meski kini pria bernama lengkap Ricky Joha-nes ini tampaknya lebih menikmati profesinya sebagai presenter, namun ia masih memiliki aktivitas sebagai penyanyi dan bermusik.
Saat ditemui di acara organisasi pemuda Katolik, belum lama ini, Ricky Jo mengungkapkan bahwa ia lebih senang disebut sebagai entertainer daripada penyanyi atau pun presenter. Memang ia sering tampil sebagai penyanyi maupun presenter secara bergantian. Ia mengungkap bahwa kesertaannya sebagai presenter berawal pada 1994 ketika membawakan sebuah acara kuis.
Sejak pertama kali ia memba-wakan acara tersebut, ia seolah-olah larut pada profesi barunya tersebut hingga pada 1998 ia mendapat tawaran sebagai presenter siaran langsung pertandi-ngan sepakbola Piala Dunia di salah satu televisi swasta. Sejak itulah ia semakin sering mendapat tawa-ran untuk membawa acara-acara bernuansa olahraga, khususnya sepakbola. Di samping tetap membawakan acara-acara selain acara olahraga di beberapa stasiun televisi.
Ia pun tidak memungkiri bahwa kebanyakan orang lebih menge-nalnya sebagai presenter acara sepakbola ketimbang pembawa acara hiburan lainnya. Menurutnya kesertaannya sebagai presenter tidak lepas dari peran Effendi Gozali. Ia disarankan untuk mem-bawakan acara pada sebuah stasiun televisi swasta bersama Ulfa Dwiyanti. Sejak itu ia merasa nyaman dengan profesi barunya tersebut dan seolah-olah terkena sebuah virus baru yang membuat ia terpaku pada pekerjaan barunya tersebut.
Ia mengaku bahwa ia tidak pernah bermimpi menjadi seorang presenter. Apalagi sejak kecil dia belajar bernyanyi dan bermusik dengan serius. Bagi Ricky profesi-nya sebagai presenter tentu bukan terjadi begitu saja. Tanpa campur tangan Tuhan tentu hal tersebut tidak pernah terjadi. Karena secara logika Ricky hanya pernah belajar bernyanyi bermusik dan bahkan tidak pernah terpikir untuk menjadi presenter.
Di balik kesibukannya yang padat tersebut ia masih berusaha untuk menyempatkan diri untuk meng-ambil bagian dalam aktivitas pelayanan. Memang pelayanan tersebut adalah bagian dari pelaya-nan kepemudaan sebuah partai politik. Tapi bagi Ricky Jo, ladang Tuhan ada di mana-mana, terma-suk di ranah politik. Menurutnya, inti dari segala pelayanan adalah “pikul salib”. Jadi, di mana pun ia ditempatkan baik itu di bidang hiburan maupun politik, yang penting adalah bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Ia mengibaratkan sebuah lilin kecil di tempat gelap sekalipun dapat menjadi berarti karena mampu menerangi sekitarnya dengan cahaya kecil sekalipun.
Jadi kalau dulu orang mengenal Ricky Jo sebagai penyanyi, kemu-dian sebagai seorang presenter, tentu tidak menutup kemung-kinan suatu saat ia akan dikenal sebagai seorang politisi, mengingat aktivitasnya dalam dunia politik telah ia mulai. Walau karirnya sebagai entertainer saat ini masih lebih dikenal luas daripada karir politiknya, bagi Ricky, segala sesua-tunya adalah kesempatan untuk belajar berserah pada Tuhan. Jadi, ke mana pun Tuhan menempat-kan dirinya nantinya, itu adalah langkah terbaik yang harus dia terima dan dijalani dengan sung-guh-sunguh. Kalau Tuhan bisa mengarahkan Ricky dari penyanyi menjadi presenter, tentu bukanlah sebuah hal sulit bagi Tuhan untuk mengarahkan Ricky dari seorang entertainer menjadi politisi.
Segala rencana Tuhan tersebut pulalah yang menjadi kesaksian besar bagi Ricky Jo. Ricky meng-ingat situasi dan kondisi di mana Band Emerald sudah mulai berkurang aktivitasnya, Tuhan mengambil peranan dengan mem-berikan situasi dan profesi baru baginya. Oleh karena itu ia selalu percaya bahwa apa pun keadaan Ricky nantinya, ia selalu berada dalam rencana Tuhan yang indah dan selalu berada dalam rancangan damai sejahtera-Nya.
Jenda