Search
only search from Reformata
Translate
English Japanese French German Dutch
Laporan Utama
123Laput1.jpg
Reformata.com - MELIHAT situasi massa yang menuntut penghentian perayaan Natal pada Jumat, 25 Desember 2009 ...
Laporan Khusus
gus-dur.jpg
Tak sedikit tokoh Kristen hadir dalam perjalanan “pulang” Gus Dur. Banyak kesan tersimpan dalam ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Daily News

16 November 2009

Penjanjian Global untuk Kasih Sayang

Mempraktekkan Rasa Kasih Sayang.jpg

Kita tentu saja tahu pepatah yang mengatakan 'perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan'.

Sekarang filsuf-filsuf dunia mengatakan kita harus benar benar mempraktekkan pepatah itu. Penjanjian Global untuk Kasih Sayang diluncurkan di berbagai kota dunia. Bertujuan mengajak semua orang untuk sedikit lebih ramah terhadap sesama.

Karen Amstrong, mantan biarawati yang sekarang seorang pemikir religius kritis, menulis perjanjian tersebut dengan bantuan para pemimpin lima agama terbesar dunia. Menurut Karen, dunia menghadapi kekacauan politik dan sosial:

"Sejenis militan keberagamaan yang agresif, kadang disebut juga fundamentalis. Ini tumbuh di dalam semua tradisi agama terbesar dunia, dan terdapat didalamnya rasa marah yang diekspresikan dalam istilah keagamaan. Saya ingin merubah pembahasan itu."


Upacara sedunia
Untuk menandai peluncuran dokumen ini, upacara-upacara diselenggarakan di 32 negara. Upacara tersebut diharapkan mengilhami para pembuat keputusan dan juga masyarakat umum mempromosikan persamaan dan keadilan. Tekst perjanjian meliputi seruan terhadap pria maupun wanita untuk melakukan hal-hal berikut ini:

· memulihkan kembali rasa kasih sayang sebagai inti dari moralitas dan agama
· kembali ke prinsip kuno bahwa setiap penafsiran kitab suci yang melahirkan kekerasan, kebencian atau penghinaan adalah tidak sah.
· memastikan anak-anak muda diberikan informasi akurat dan benar tentang tradisi-tradisi agama dan budaya lain.
· mendorong apresiasi positif keragaman budaya dan agama.
· menumbuhkan suatu empati atas penderitaan semua manusia ~ bahkan terhadap mereka yang dianggap musuh

Tariq Ramadan
Pemikir Islam asal Swiss-Mesir, Tariq Ramadan, adalah salah satu dari 18 teolog dan filsuf yang membantu menulis tekst akhir. Untuk peluncuran dokumen ini dia berada di Amsterdam dan berbicara tentang pentingnya toleransi serta pengertian - tetapi dia sendiri mengakui hal ini hanyalah langkah pertama sebuah jalan yang sulit.

"Kita tidak bisa mengharapkan perjanjian ini benar-benar bekerja - ini adalah tekst referensi membantu semua orang untuk bergabung bersama dan mengatakan setuju, paling tidak kita memiliki nilai-nilai bersama ketika berbicara tentang keadilan, martabat manusia, martabat masyarakat."

Karen Armstrong menerima bantuan dari seluruh dunia, yang dia gunakan untuk membentuk perjanjian ini. Dia mengatakan tekst akhir adalah panggilan untuk semua orang, agar mengambil langkah praktis di komunitas mereka sendiri. Berbagai kegiatan telah diorganisir oleh sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok perempuan di Amerika Serikat serta sejumlah layanan keagamaan telah diselenggarakan untuk mempromosikan kasih sayang.

Piagam dan janji
Lebih dari 60 piagam akan diserahkan ke kota-kota penting dunia seperti New York, Melbourne, Kairo dan Ramallah. Diantara mereka yang telah menandatangani perjanjian Piagam Kasih Sayang itu adalah Dalai Lama, Uskup agung Desmond Tutu dan musisi Paul Simon.

Tariq Ramadan menekankan ini bukan untuk mempromosikan rasa kasihan atas sesama - ini adalah kesempatan untuk melakukan hal baik dalam skala global.

"Kasih sayang bukan berarti kasihan, ini bukan hanya soal menyayangi sesama. Ini tentang empati intelektual, tentang keadilan, tentang hidup bersama. Dunia saat ini, seperti apa yang Karen katakan, sangat membutuhkan itu."
sumber:Ranesi

Others