Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

News

Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia

Posted : 12 Nopember 2009
Bali dan Lombok Surga bagi pelaku pedofilia.jpg

Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendiri menganggap orang asing orang baik yang tidak berniat jahat.

Profesor Dr. Luh Ketut Suryani ketua CASA, komite yang menangani pelecehan seksual terhadap anak-anak. Berkat upaya CASA, masyarakat Bali perlahan-lahan mulai menyadari betapa bahayanya pedofil ini.

“Sehingga orang-orang asing ini sekarang ke Bali bukan lagi seperti dahulu, melainkan aktif ke masyarakat sebagai orang baik yang ingin membantu masyarakat dalam pendidikan, kesejahteraan dan pengenalan kehidupan moderen.”

Uang
Masyarakat Bali sudah mulai menyatakan perang terhadap kaum pelaku pedofilia. Tapi, ujar Profesor Dr. Suryani, penegak hukum yang tadinya sangat memperhatikan kepentingan anak-anak, belakangan mulai berubah sikapnya. Mereka mengutamakan kekuasaan dan uang.

Akibatnya beberapa orang asing yang seharusnya dihukum lewat undang undang perlindungan anak, yakni minimal tiga tahun, maksimal 15 tahun penjara, bisa tidak dijerat dengan undang undang ini.

”Malahan ada satu orang asing yang melakukan kekerasan seksual terhadap sebanyak 12 anak, itu bisa bebas dari undang undang perlindungan anak, hanya dihukum enam bulan. Mungkin sekarang sudah pergi dari Bali.”

Internasional
Oleh karena itu, penegak hukum harus diyakinkan untuk mau menggunakan hati nuraninya dan tidak terpengaruh dengan uang, ujar Prof. Dr. Suryani. Sebaiknya kerja sama internasional harus digalakkan.

“Seharusnya mereka-mereka yang dicekal karena sudah melakukan tindakan pedofilia di negaranya, maka pihak berwenang negara asal harus memberikan informasi kepada polisi di seluruh dunia.”

Hal ini untuk mencegah agar pelaku pedofilia ini tidak aktif bekerja kembali di tempat lain.

”Saya melihat beberapa pedofil, baik dari Belanda, dari Australia, Italia, Prancis dengan mudah datang ke Bali karena pihak berwenang Bali tidak mendapatkan informasi mereka adalah pedofil."

Agama
Kasus pedofilia di Bali sebenarnya tidak sebanyak di Lombok. Alasannya karena di Lombok tidak banyak yang bergerak melawan kaum pedofil. Namun, juga agama berperan di sini.

“Di Lombok orang tidak melarang anak-anak diperlakukan seperti itu. Malahan masyarakat lebih mendukung aktivitas ini, sehingga LSM di Lombok mengalami kesulitan. Jadi berbeda dengan kami di Bali, yang didukung masyarakat. Sedangkan teman-teman kami di Lombok banyak dihalangi tokoh-tokoh agama.”

Menurut Prof. Dr. Suryani. Harus ada pendekatan kepada tokoh-tokoh agama, bahwa anak-anak di bawah usia 18 tahun, jika mengalami kekerasan seksual, akan bisa sangat membahayakan masa depannya.

Penjelasan
Penerangan perlu diberikan, karena agama Islam yang ada di Lombok, tidak memperhatikan hal ini. Jadi harus ada penjelasan kepada masyarakat.

”Saya kira bukan agamanya memperkenankan, tetapi orang-orang yang menjadi tokoh-tokoh agama ini tidak memahami betapa bahayanya kalau anak-anak kecil mengalami kekerasan seksual. Namun di sana, karena tokoh-tokoh agama yang berperanan, kelihatan LSM tidak bisa bergerak bebas.”

Selain tokoh-tokoh agama, pemerintah pun seharusnya menyadari hal ini. Pemerintah sekarang tidak banyak memikirkan masalah ini, melainkan hal-hal politik dan lainnya, ujar Prof. Dr. Suryani.

Perlu diinformasikan pula bahwa pelaku pedofilia tidak selalu orang asing, kata Prof. Dr. Suryani. Orang Bali dan orang Indonesia di Bali juga bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

”Setelah kami telusuri, seluruh Indonesia hampir sama. Tidak hanya di Bali. Di Bali kelihatannya banyak karena muncul di koran, di televisi karena aktivitas kami itu. Di tempat lain tidak terlalu banyak orang yang bergerak dalam pencegahan.”
sumber:Ranesi
58
9 votes
1 2 3 4 5

Lainnya

Arsip :20112010200920082007
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 4.0931 sec | TOP
Online Support :