Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Bincang-Bincang

Dr. Yuda Tangkilisan, Menjaga Persatuan

Posted : 27 Oktober 2009
Dr. Yuda Tangkilisan,  Menjaga Persatuan.jpg
Dr. Yuda Tangkilisan, Dosen Sejarah UI Peristiwa 10 November,
Peristiwa heroik 10 November 1945 di Kota Surabaya merupakan peristiwa besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia di dalam mempertahan-kan kemerdekaannya. Masyarakat Surabaya yang terdiri dari berbagai suku, agama, lapisan dan kedudu-kan secara gagah berani dan dengan semangat kepahlawanan-nya menentang setiap keinginan dari kaum penjajah yang ingin kem-bali merampas kemerdekaan bang-sa dan negara Indonesia. Dengan semboyan  “Merdeka atau Mati”, dengan gagah berani, para pahla-wan Republik Indonesia dengan senjata apa adanya menghadapi kekuatan penjajah yang menggu-nakan senjata modern. Dengan semangat rela berkorban demi nusa dan bangsa, jiwa dan raga mereka dipertaruhkan untuk tegaknya kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 sampai titik darah penghabisan.

Peristiwa ini sendiri ajuga dikenal sebagai “Battle of Surabaya” meru-pakan peristiwa sejarah perang antara Indonesia melawan pasu-kan Inggris dan Belanda yang men-jadi sekutu saat itu.  Indonesia berjuang sendiri memperoleh kemerdekaannya yang mutlak melawan tentara sekutu. Sebuah pengorbanan yang dilakukan de-ngan semangat pantang menye-rah demi mencapai sebuah cita-cita dan memberikan persemba-han harum kepada bangsa Indonesia. Oleh karena itu tidak berle-bihan jika tanggal-bulan terjadinya peristiwa ini dijadikan hari penting bagi bangsa Indonesia, yakni Hari Pahlawan.
Hanya saja kini esensinya tampak memudar, entah termakan per-kembangan jaman yang terus berubah atau memang banyak orang dari bangsa ini berada pada zona nyamannya masing-masing. Permasalahan kemerdekaan terhadap individu, golongan atau pun kelompok mencuat ke permu-kaan. Banyak kalangan yang me-rasa kehilangan arti kemerdekaan yang diperjuangkan bersama-sama oleh para pahlawan tanpa menja-dikan perbedaan suku, kelompok dan agama sebagai hambatan.

Untuk lebih mengetahui menge-nai sejarah perjuangan mengenai peristiwa ini, kami mewawancarai Dr. Yuda Tangkilisan. Beliau adalah seorang pengajar di jurusan seja-rah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Apa sebenarnya esensi dari peristiwa 10 November?
Peristiwa ini memang berkaitan dengan sebuah peristiwa perjua-ngan, memang banyak kalangan yang menganggap bahwa peris-tiwa ini hanya perlu dijadikan sebuah jadwal rutin saja. Namun seharusnya dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, kita perlu menemukan momen-momen penting di mana ini dapat menjadi identitas kita sebagai sebuah bangsa. Perlu kita ketahui bahwa dalam peristiwa ini terjadi kontak senjata. Pada masa ini kita dapat mengetahui bahwa semangat untuk mempertahankan kemerde-kaan dan semangat persatuan tergalang kokoh.

Apa pentingnya kita di masa kini mengetahui peristiwa ataupun esensi dari sejarah tersebut?
Pertanyaan ini mudah dan juga sulit dijawab. Perlu kita ketahui bahwa momen sejarah adalah bagian dari kolektif memori kita, dalam berbangsa perlu sebuah mo-men yang dijadikan sebuah penye-mangat dalam jalannya sebuah negara. Ini bisa menjadi sebuah pencerminan bahwa kemerdekaan diraih bukan dengan sebuah per-juangan yang mudah melainkan dengan perjuangan panjang dan banyak pengorbanan. Lewat pe-ngetahuan tentang peristiwa berse-jarah semacam inilah kita dapat menyadari betapa pen-tingnya mempertahankan kemer-dekaan yang telah diraih oleh bangsa ini.

Apakah dalam peristiwa 10 November itu yang berperan penting hanya masyarakat Surabaya saja?
Secara peristiwa memang terjadinya peristiwa tersebut di Surabaya, tapi kita perlu ketahui bahwa secara keseluruhan bangsa Indoensia pada saat itu memiliki niat yang sama untuk merdeka dan melawan penjajahan. Jadi peris-tiwa tersebut dapat kita katakan sebuah representasi yang mewakili sebagian besar dari seluruh rakyat Indonesia. Kita juga perlu ketahui bahwa Surabaya pada saat itu adalah salah satu pelabuhan dan pangkalan kekuatan laut terbesar di Indonesia. Pada saat itu Sura-baya adalah wilayah Indonesia yang memiliki peralatan perang terlengkap.

Apakah semangat rakyat Surabaya masa itu berpe-ngaruh besar pada daerah-daerah lain di Indonesia?
Menjadi sebuah sorotan yang menarik bahwa peristiwa 10 November di Surabaya berhasil dire-kam oleh seorang wartawan pada masa itu. Dengan direkamnya peristiwa tersebut informasi akan perjuangan para pahlawan di Surabaya dapat menjadi sebuah motivasi bagi seluruh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.

Apa itu berarti semangat persatuan yang digalang pada masa itu adalah semangat nasionalisme, bukan semangat etnis?
Lewat peristiwa proklamasi bangsa Indonesia dapat menyadari bahwa Indonesia terdiri dari berbagai etnis. Walaupun memang dalam perjuangan Surabaya yang banyak berpartisipasi adalah etnis Jawa Timur atau Jawa namun per-lu kita ketahui bahwa pada masa itu Surabaya telah cukup maju dan banyak masyarakat dari luar Pulau Jawa yang datang ke Surabaya karena adanya pembangunan di Surabaya. Lewat hal itu terciptalah sebuah mobilitas komunikasi dan pengenalan akan etnis dan budaya yang berbeda. Jadi ada kesadaran bahwa ketika kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, yang merdeka bukan hanya etnis Jawa saja melainkan etnis-etnis lain yang ada di wilayah Indonesia. Kita juga tahu bahwa lewat sumpah pemuda, semangat persatuan telah digalang oleh perwakilan bamyak etnis di Indonesia.
    
Apakah semangat persatuan yang digalang oleh Bung Tomo pada masa itu masih relevan dengan situasi dan kondisi berbangsa pada saat ini?
Kita bisa katakan bahwa medan perjuangannya juga kan berbeda, tapi yang paling penting dari itu semua adalah kita tidak boleh kehi-langan cita-cita dari para pejuang kita. Ketika Bung Tomo berpidato pada masa itu, kita harus tahu bahwa Bung Tomo melihat Indonesia jauh ke depan. Semangat perjuangan dan visi dari perjuangan kemerdekaan itu yang harus diper-tahankan. Yakni semangat pantang menyerah serta persatuan dalam merebut kemerdekaan itu sendiri.

Dari kacamata seorang aka-demisi, menurut Anda untuk situasi saat ini, mana yang lebih besar, kecintaan ter-hadap etnis atau rasa nasionalisme?
Kita tidak bisa pungkiri bahwa dalam perjuangan meraih kemerde-kaan di bangsa ini banyak kalangan pemuda hadir dan berjuang dengan membawa identitas etnis seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Batak dan sebagainya. Mung-kin pada saat sekarang menjadi krusial ketika dipicu oleh sebuah kondisi yang boleh saya katakan sebuah ketidakadilan, sehingga masalah pun muncul. Pembangu-nan yang tidak merata, perhatian ekonomi yang kurang, hal-hal seperti itu menyebabkan hadirnya lebih banyak perbedaan dibanding persamaan-persamaan sebagai sebuah bangsa. Lalu mereka banyak mencari persamaan dari latar belakang etnis. Jadi ada perbedaan situasi antara saat itu dan kini.  Jenda

    

66
27 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 36.4624 sec | TOP
Online Support :