Reformata.com - SYUKUR dan terimakasih sudah sepatutnyalah kita naikkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus, Tuhan semesta alam, sebab hanya oleh perkenan-Nyalah maka kita, bangsa Indonesia bisa menyelenggarakan tahapan-taha-pan pesta demokrasi dari mulai pemilu legislatif, pilpres, hingga dilantiknya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, 21 Oktober 2009 lalu.
Saudara, kita patut bersyukur juga sebab dalam masa bakti 2009-2014 ini, Presiden SBY membe-rikan kepercayaan kepada empat putra-putri terbaik bangsa dari kalangan warga kristiani, untuk turut serta membantu terseleng-garanya pemerintahan. Keempat warga pilihan ini akan bersinergi dengan 30 rekannya sesama men-teri dalam sebuah tim bernama Kabinet Indonesia Bersatu II.
Keempat menteri itu masing-masing Mari Elka Pangestu yang tetap dipercaya memimpin Depar-temen Perdagangan. Kemudian masih ada Purnomo Yusgiantoro yang kali ini diberikan tugas sebagai menteri pertahanan. Tak ketingga-lan pula Freddy Numberi, yang pada periode sebelumnya menjabat menteri kelautan dan perikanan, sekarang menjadi menteri perhu-bungan. Dan satu lagi yang adalah muka baru dalam kabinet ini adalah EE Mangindaan, putra Sulawesi Utara yang diberi wewenang sebagai menteri pendayagunaan aparatur negera (menpan).
Dalam Laporan Utama kali ini, kami berkenan membahas kompo-sisi Kabinet Indonesia Bersatu II tersebut, secara khusus mengenai profil keempat anggota kabinet tersebut di atas. Untuk menyegar-kan memori kita, kami memandang tentu ada baiknya jika kepada kita juga disuguhkan tentang kabinet dari yang pertama (1945) hingga kabinet Presiden SBY pada pemerintahannya yang merupakan periode II ini. Kami juga memapar-kan tentang Kabinet Pembangu-nan era Presiden Soeharto dari 1968 – 2008.
Fakta, bahwa peran dan kiprah para menteri dari kalangan kristiani memang tidak pernah absen, sangat penting bagi kita. Selain menyadarkan bahwa tidak sedikit umat kita yang sangat layak untuk menjadi pemimpin bangsa, kita pun harus memerangi tentang kemungkinan adanya anggapan bahwa warga minoritas di negeri ini cuma warga negara kelas 2. Setiap warga negara, apa pun agama dan suku bangsanya, jika memang memiliki kemampuan untuk turut serta dalam upaya memajukan bangsa, silakan tampil.
Saudara tercinta, sejak negeri yang kita cintai ini berdiri, yang namanya peran dan sumbangsih umat kristiani tidak pernah absen dalam membangun dan memaju-kan bangsa. Bahkan jauh sebelum-nya, tidak terbilang jumlah umat minoritas ini yang berjuang me-manggul senjata untuk mengusir penjajah. Bukan hanya di kancah pertempuran fisik, di arena politik dan organisasi pun cukup besar peranan yang sangat berharga disumbangkan oleh putra-putri gereja untuk tercapainya kedaula-tan kita sebagai bangsa dan negara yang bermartabat di tengah-tengah dunia ini.
Maka adalah sangat pantas jika kepada putra-putri gereja terbaik diberikan kesempatan dan keper-cayaan untuk turut serta menge-lola negeri ini, tanpa memandang latar belakang agama atau keya-kinan. Sebagai negara dan bangsa yang dibangun dalam pondasi pluralisme yang kokoh, maka siapa pun warga negara Indonesia punya hak dan kewajiban yang sama dalam membangun dan memaju-kan kehidupan bangsa.
Kepada para menteri tersebut di atas, kami senantiasa mendoakan Anda agar bisa melaksanakan tugas kenegaraan dengan sebaik-baiknya. Terlebih di tengah kehidu-pan berbangsa dan bernegara yang akhir-akhir ini kerap diwarnai sentimen keagamaan dan fanatis-me kelompok, maka tugas Anda tentu akan lebih berat. Sebab di sana Anda pun harus bisa membuk-tikan kepada semua orang bahwa Anda adalah murid-murid Kristus yang tahan uji, yang berani tampil beda dari dunia, dan senantiasa bekerja sungguh dan ikhlas untuk sesama.
Saudara, kita patut bersyukur juga sebab dalam masa bakti 2009-2014 ini, Presiden SBY membe-rikan kepercayaan kepada empat putra-putri terbaik bangsa dari kalangan warga kristiani, untuk turut serta membantu terseleng-garanya pemerintahan. Keempat warga pilihan ini akan bersinergi dengan 30 rekannya sesama men-teri dalam sebuah tim bernama Kabinet Indonesia Bersatu II.
Keempat menteri itu masing-masing Mari Elka Pangestu yang tetap dipercaya memimpin Depar-temen Perdagangan. Kemudian masih ada Purnomo Yusgiantoro yang kali ini diberikan tugas sebagai menteri pertahanan. Tak ketingga-lan pula Freddy Numberi, yang pada periode sebelumnya menjabat menteri kelautan dan perikanan, sekarang menjadi menteri perhu-bungan. Dan satu lagi yang adalah muka baru dalam kabinet ini adalah EE Mangindaan, putra Sulawesi Utara yang diberi wewenang sebagai menteri pendayagunaan aparatur negera (menpan).
Dalam Laporan Utama kali ini, kami berkenan membahas kompo-sisi Kabinet Indonesia Bersatu II tersebut, secara khusus mengenai profil keempat anggota kabinet tersebut di atas. Untuk menyegar-kan memori kita, kami memandang tentu ada baiknya jika kepada kita juga disuguhkan tentang kabinet dari yang pertama (1945) hingga kabinet Presiden SBY pada pemerintahannya yang merupakan periode II ini. Kami juga memapar-kan tentang Kabinet Pembangu-nan era Presiden Soeharto dari 1968 – 2008.
Fakta, bahwa peran dan kiprah para menteri dari kalangan kristiani memang tidak pernah absen, sangat penting bagi kita. Selain menyadarkan bahwa tidak sedikit umat kita yang sangat layak untuk menjadi pemimpin bangsa, kita pun harus memerangi tentang kemungkinan adanya anggapan bahwa warga minoritas di negeri ini cuma warga negara kelas 2. Setiap warga negara, apa pun agama dan suku bangsanya, jika memang memiliki kemampuan untuk turut serta dalam upaya memajukan bangsa, silakan tampil.
Saudara tercinta, sejak negeri yang kita cintai ini berdiri, yang namanya peran dan sumbangsih umat kristiani tidak pernah absen dalam membangun dan memaju-kan bangsa. Bahkan jauh sebelum-nya, tidak terbilang jumlah umat minoritas ini yang berjuang me-manggul senjata untuk mengusir penjajah. Bukan hanya di kancah pertempuran fisik, di arena politik dan organisasi pun cukup besar peranan yang sangat berharga disumbangkan oleh putra-putri gereja untuk tercapainya kedaula-tan kita sebagai bangsa dan negara yang bermartabat di tengah-tengah dunia ini.
Maka adalah sangat pantas jika kepada putra-putri gereja terbaik diberikan kesempatan dan keper-cayaan untuk turut serta menge-lola negeri ini, tanpa memandang latar belakang agama atau keya-kinan. Sebagai negara dan bangsa yang dibangun dalam pondasi pluralisme yang kokoh, maka siapa pun warga negara Indonesia punya hak dan kewajiban yang sama dalam membangun dan memaju-kan kehidupan bangsa.
Kepada para menteri tersebut di atas, kami senantiasa mendoakan Anda agar bisa melaksanakan tugas kenegaraan dengan sebaik-baiknya. Terlebih di tengah kehidu-pan berbangsa dan bernegara yang akhir-akhir ini kerap diwarnai sentimen keagamaan dan fanatis-me kelompok, maka tugas Anda tentu akan lebih berat. Sebab di sana Anda pun harus bisa membuk-tikan kepada semua orang bahwa Anda adalah murid-murid Kristus yang tahan uji, yang berani tampil beda dari dunia, dan senantiasa bekerja sungguh dan ikhlas untuk sesama.
Saudara, kita patut bersyukur juga sebab dalam masa bakti 2009-2014 ini, Presiden SBY membe-rikan kepercayaan kepada empat putra-putri terbaik bangsa dari kalangan warga kristiani, untuk turut serta membantu terseleng-garanya pemerintahan. Keempat warga pilihan ini akan bersinergi dengan 30 rekannya sesama men-teri dalam sebuah tim bernama Kabinet Indonesia Bersatu II.
Keempat menteri itu masing-masing Mari Elka Pangestu yang tetap dipercaya memimpin Depar-temen Perdagangan. Kemudian masih ada Purnomo Yusgiantoro yang kali ini diberikan tugas sebagai menteri pertahanan. Tak ketingga-lan pula Freddy Numberi, yang pada periode sebelumnya menjabat menteri kelautan dan perikanan, sekarang menjadi menteri perhu-bungan. Dan satu lagi yang adalah muka baru dalam kabinet ini adalah EE Mangindaan, putra Sulawesi Utara yang diberi wewenang sebagai menteri pendayagunaan aparatur negera (menpan).
Dalam Laporan Utama kali ini, kami berkenan membahas kompo-sisi Kabinet Indonesia Bersatu II tersebut, secara khusus mengenai profil keempat anggota kabinet tersebut di atas. Untuk menyegar-kan memori kita, kami memandang tentu ada baiknya jika kepada kita juga disuguhkan tentang kabinet dari yang pertama (1945) hingga kabinet Presiden SBY pada pemerintahannya yang merupakan periode II ini. Kami juga memapar-kan tentang Kabinet Pembangu-nan era Presiden Soeharto dari 1968 – 2008.
Fakta, bahwa peran dan kiprah para menteri dari kalangan kristiani memang tidak pernah absen, sangat penting bagi kita. Selain menyadarkan bahwa tidak sedikit umat kita yang sangat layak untuk menjadi pemimpin bangsa, kita pun harus memerangi tentang kemungkinan adanya anggapan bahwa warga minoritas di negeri ini cuma warga negara kelas 2. Setiap warga negara, apa pun agama dan suku bangsanya, jika memang memiliki kemampuan untuk turut serta dalam upaya memajukan bangsa, silakan tampil.
Saudara tercinta, sejak negeri yang kita cintai ini berdiri, yang namanya peran dan sumbangsih umat kristiani tidak pernah absen dalam membangun dan memaju-kan bangsa. Bahkan jauh sebelum-nya, tidak terbilang jumlah umat minoritas ini yang berjuang me-manggul senjata untuk mengusir penjajah. Bukan hanya di kancah pertempuran fisik, di arena politik dan organisasi pun cukup besar peranan yang sangat berharga disumbangkan oleh putra-putri gereja untuk tercapainya kedaula-tan kita sebagai bangsa dan negara yang bermartabat di tengah-tengah dunia ini.
Maka adalah sangat pantas jika kepada putra-putri gereja terbaik diberikan kesempatan dan keper-cayaan untuk turut serta menge-lola negeri ini, tanpa memandang latar belakang agama atau keya-kinan. Sebagai negara dan bangsa yang dibangun dalam pondasi pluralisme yang kokoh, maka siapa pun warga negara Indonesia punya hak dan kewajiban yang sama dalam membangun dan memaju-kan kehidupan bangsa.
Kepada para menteri tersebut di atas, kami senantiasa mendoakan Anda agar bisa melaksanakan tugas kenegaraan dengan sebaik-baiknya. Terlebih di tengah kehidu-pan berbangsa dan bernegara yang akhir-akhir ini kerap diwarnai sentimen keagamaan dan fanatis-me kelompok, maka tugas Anda tentu akan lebih berat. Sebab di sana Anda pun harus bisa membuk-tikan kepada semua orang bahwa Anda adalah murid-murid Kristus yang tahan uji, yang berani tampil beda dari dunia, dan senantiasa bekerja sungguh dan ikhlas untuk sesama.