Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Ungkapan Hati

Tommy Handoyo, Gara-gara Kemolekan Wanita, Nyaris Tinggalkan Yesus

Posted : 27 Oktober 2009
Tommy Handoyo, Gara-gara Kemolekan Wanita, Nyaris Tinggalkan Yesus.jpg
Karena kemolekan seorang perempuan, Tommy Handoyo nyaris menanggalkan imannya. Bahkan, dia larut dalam dosa perzinahan dan memakai ilmu hitam agar orang tuanya merestui hubungan mereka. Berkat Yesus, masa lalu yang kelam itu kini berakhir bahagia.
 
Reformata.com - DALAM memilih pasangan hidup, tak jarang kaum   muda meninggalkan Kristus lantaran terpesona dengan penampilan fisik atau pun materi. Meski mereka sadar kalau konsekuensinya adalah terlepas dari karya penyelamatan Allah, toh tak menggoyahkan mereka untuk terus melangkah ke pintu kehancuran itu. Hal serupa pernah dialami Tommy. Untunglah, berkat kegigihan usaha dan doa orang tua dan jemaat, Tommy akhirnya lepas dari jalan yang salah itu.
Sejak kenal dengan seorang perempuan cantik pada Maret 2008 lalu di sebuah pusat perbelanjaan mewah di Sunter, Jakarta Utara, perilaku Tommy berubah drastis: temperamental dan suka melawan orang tua. Yang lebih fatal, gereja pun dia lupakan. Dia lebih memilih merapat ke sang gadis yang tidak kenal Tuhan itu. Keluarga dan saudara menyarankan Tommy menjauhi perempuan itu. Tapi semua nasihat itu tak digubris Tommy, bahkan sebaliknya dia lebih mendengar “nasihat” dari pihak keluarga perempuan.
Keluarga perempuan itu menganjurkannya untuk ikuti agama mereka, dan saran itu disambut baik oleh Tommy. “Semua agama itu sama saja kok saling mengajarkan kebaikan,” begitu alasan Tommy kepada orang tuanya. Sesuatu yang mungkin tak terbayangkan oleh Tommy nyaris terlaksana jika tak mendapat respon cepat dari pihak orang tua. Betapa tidak, hubungan Tommy dengan sang kekasih begitu dekat dan mesra. Bahkan tak jarang mereka berdua saja di kamar sang perempuan. Orang tua si perempuan memberikan kebebasan pada Tommy. “Hubungan kami sudah benar-benar nekat sekali. Kami hampir melakukan hubungan intim. Pikiran saya semuanya kacau-balau,” kenang Tommy.
Saking sayangnya terhadap sang pacar, Tommy sering meninggalkan pekerjaan dan kuliah demi bermesraan di rumah pacar. Empat bulan lamanya jalinan mesra itu berlangsung. “Hampir setiap hari saya ke rumah dia sambil membawa makanan, oleh-oleh, dan uang,” katanya. Kadang uang yang diberikan Tommy kepada kekasihnya itu didapat setelah membohongi orang tuanya. Kuliahnya pun terbengkalai.
Serapi-rapinya hubungan gelap tersebut dirahasiakan Tommy akhirnya terbongkar juga. Orang tua Tommy akhirnya mendatangi perempuan itu ke tempat kerjanya. Sempat terjadi adu mulut lantaran si perempuan tak sudi menjauh dari Tommy. Beberapa waktu kemudian, perempuan itu bilang, “Tommy, kamu benar mau sama saya? Kalau kamu sayang sama saya, apakah kamu mau lepasin agama kamu?” katanya dan dijawab spontan Tommy dengan kata, “Setuju”.
Dengan segera Tommy digiring oleh guru agama untuk menjalankan ritual spiritual yang bersinggungan dengan agama si perempuan tersebut. Dua minggu lamanya dia mendalami agama itu tanpa sepengetahuan orang tuanya. Tommy pun minta dibantu ilmu guna-guna untuk memperdaya orang tuanya sehingga mudah mendapat restu. Sejumlah sajian ditebar di ruangan rumah Tommy dan minuman yang sudah diisi ramuan dituang di gelas ibunya tapi tak berdampak apa-apa. “Ibu saya yang paling keras tidak merestui hubungan kami,” ujar pria kelahiran Jakarta, 16 Februari 1987 ini.
Akibat ulah Tommy, dia dan orang tuanya dikucilkan oleh keluarga besar mereka. “Kamu menikahi dia silakan saja, tapi kamu bukan bagian dari keluarga kita. Silakan pergi,” ucap saudaranya. Sikap penolakan itu makin membuat Tommy geram dan memilih minggat dari rumah. Selama tiga hari Tommy seperti gembel dan terlunta-lunta di jalanan. Rasa sakit hati terhadap ibunya begitu besar.

Pulih lewat penyakit     
Barangkali, bentuk postur dan wajah Tommy tergolong elok sehingga mudah memikat kaum hawa. Begitu pun sebaliknya Tommy mudah mengambil hati lawan jenisnya sehingga mudah juga tergelincir dalam dosa meski dia rajin beribadah. “Di antara para mantan pacar saya, baru kali ini saya terjebak begitu intim sama dia,” kata anak semata wayang ini. Namun, di balik itu, Tommy mengidap dua penyakit kronis: tumor otak dan epilepsi. Dia pernah dibawa berobat ke luar negeri tapi nihil. Jika epilepsi muncul, dia jatuh pingsan. Tommy sering keluar-masuk rumah sakit karena gangguan kedua penyakit itu.
Dalam kondisi sakit, dia pernah nginap di rumah perempuan itu beberapa hari. Agaknya, firasat orang tua Tommy membuat mereka bergegas menjemput Tommy dari rumah perempuan itu. Dia dipaksa pulang sambil ditarik-tarik. Setiba di rumah, sang ibu langsung histeris meratapi kondisi anaknya yang makin nakal. Tangisan ibunya malah dianggap angin lalu. Rasa benci terhadap ibunya tetap melekat di hati Tommy dan perilakunya tidak berubah.
Tommy kembali jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Dalam kondisi sekarat, jemaat gereja kaget melihat wajahnya berwarna kehijauan. Pihak keluarga menduga Tommy terkena ilmu hitam. Pimpinan jemaat bergegas mendoakan Tommy yang ketika itu masih terkapar. Kondisi kesehatan berangsur baik, Tommy memutuskan tinggal di rumah pendeta dan dibangunkan spiritualnya secara intensif. “Perubahan dalam diri saya begitu luar biasa,” kenang jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Holystar, Perkotaan, Jakarta Barat. Tidak hanya pemulihan batin Tommy, tapi kedua penyakitnya disembuhkan Tuhan Yesus. “Jika tidak mengalami mukjizat, saya ketergantungan obat seumur hidup,” ujarnya bahagia.
Hal lain yang turut membahagiakan Tommy adalah sang ibu yang selama ini memercayai agama nenek moyang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Tommy tak cemas lagi terhadap perem-puan yang selama ini “meracuni” hidupnya beberapa bulan lalu. Sikapnya bakal teguh menolak kehadirannya dan masa lalu sudah dikubur dalam-dalam. Suatu kali, perempuan tersebut pernah mene-leponnya, namun Tom-my secara tegas menja-wab, ”Tommy yang dulu sudah mati. Tommy yang sekarang ini adalah Tommy yang baru di dalam Kristus,” tukasnya.
Sejak perto-batan itu, Tommy rajin melakukan doa dan puasa secara pribadi maupun kelompok. Kadang dalam tidur, dia mengaku sering bermimpi mendengar suara Tuhan Yesus berpesan agar dirinya berani bersaksi tentang Dia, khususnya kepada kaum muda. Ayat-ayat Alkitab pun diberikan agar Tommy mendapat kekuatan dan mengerti maksud Tuhan terhadap jalan hidupnya ke depan. Dari kisah-kisah perjumpaan itu Tommy akhirnya menyadari bahwa garis hidupnya adalah melayani Dia sepenuh waktu sebagai hamba Tuhan. Kini, Tommy sedang mengikuti sekolah teologi di Petamburan, Jakarta Pusat.
Kisah kelam seperti Tommy banyak dijumpai di kalangan anak muda Kristen. Lantaran sudah terpikat cinta, harga anugerah keselamatan kekal rela digadaikan. Ber-untung Tommy kembali ke jalan yang benar dan bernazar akan menyuarakan kebenaran firman Tuhan kepada kaum muda agar tak mudah terjebak dengan tawaran-tawaran kenikmatan duniawi tapi berujung neraka.  
54
29 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
Online Support :