User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Bumi Bukan Ciptaan Tuhan?  |  FPI Suruh Polri Bercermin  |  Masyarakat Tak Perlukan FPI  |  Bollywood Bikin Film Tentang Yesus Semasa Kecil  |  Wanita Katolik Buka Warung Murah Untuk Buka Puasa  | 

News

27 October 2009

Situs Gedung Putih Kini Pakai Open Source

Situs Gedung Putih Kini Pakai Open Source.JPG
Situs resmi Gedung Putih di www.whitehouse.gov beralih sepenuhnya ke platform berbasis open source. Langkah tersebut diambil Pemerintah AS karena ingin menyajikan layanan yang interaktif di halaman webnya dengan menekan ongkos.
Mulai saat ini situs tersebut berjalan dengan content management system (CMS) berbasis open source Drupal dan server mesin pencarian Apache Solr. Drupa dipilih karena dinilai paling cocok untuk menyediakan fitur-fitur web 2.0 dan jaringan sosial seperti blog, komentar, polling, dan membuat profil user.

"Kami ingin memperbaiki tools yang digunakan ribuan orang yang datang ke whitehouse.gov agar dapat berhubungan lebih dekat dengan pejabat White House dan satu sama lain," ujar Nick Shapiro, juru bicara White House seperti dilansir Informationweek.

Ia mengatakan saat ini situs White house memiliki platform teknologi yang menyediakan ruang aspirasi lebih besar. "Ini merupakan teknologi mutakhir dan pemerintah akan berpartisipasi di dalamnya," ujarnya.

Pengembangan situs tersebut melibatkan Acquia, perusahaan yang didirikan Dries Buytaert, yang juga pembuat Drupal. Vendor lainnya yang terlibat dalam proyek ini adalah Akamai General Dynamics, Terremark untuk web hosting, dan Phase II sebagai pengembang Drupal.

Menurut Dries, pilihan beralih ke Drupal sudah sangat tepat. Di satu sisi pemerintah AS ingin menekan ongkos. Namun di sisi lain butuh melakukan perubahan dengan cepat. "Drupal menyediakan semuanya secara moduler. Drupal menyediakan kombinasi antara tradisional CMS dengan fitur-fitur sosial yang memungkinkan komunikasi dan partisipasi terbuka sesuai tujuan pemerintahan Obama," katanya.

Bukan kali ini saja pemerintah AS memilih solusi open source. Departemen Pertahanan, Departemen Perdagangan, dan Departemen Pendidikan dan Kantor Layana Publik lebih dulu menggunakannya.

Namun, tak sepenuhnya open source menjadi pilihan. Situs pemantau stimulus www.recovery.gov sebelumnya juga memakai Drupal namun beralih ke Microsoft Share Point. Alasannya, Drupal dinilai terlalu rumit sehingga malah menghambat kinerja operasional.
sumber:Kompas
Bookmark and Share

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.423.449 Hit: 2.023.203 Since: 14.11.05 | 1.1022 sec | TOP
Online Support :