Minimnya Perhatian Gereja terhadap Kaum Muda
Pdt. Agus D. Silitonga, STh, Pembina Pemuda HKBP Kernolong.
Apa keprihatinan HKBP terhadap kaum mudanya?
Kaum muda kita tampaknya hanya sebagai penonton dalam bergereja. Mereka tidak sepenuhnya berupaya mewu-judkan panggilan gereja sebenarnya. Yang mereka lakukan hanya sebatas menghadiri persekutuan doa. Sedangkan panggilan gereja untuk bersaksi (Marturia) dan diakonia diabaikan.
Mereka tidak pernah berkumpul melakukan kegiatan bersama?
Ada beberapa kaum muda yang aktif. Seperti di HKBP Kernolong ini, sesekali mereka berkumpul untuk paduan suara dan kebaktian atau pendalaman Alkitab. Tapi mesti disadari kegiatan mereka tidak hanya sebatas itu.
Apa sebabnya?
Pertama, sebagiannya sibuk kerja. Kedua, ada yang beranggapan bahwa tugas marturia dan diakonia adalah tugasnya pendeta dan majelis. Padahal, itu juga tugas mereka. Ketiga, terkadang juga kaum tua tidak mengaktifkan mereka. Misalnya, ketika ada kegiatan besar bersama di gereja, kaum muda tidak dilibatkan dalam kepanitiaan. Jadinya, dua-duanya tidak sinkron; kaum muda tidak aktif dalam bergereja dan kaum tua juga tidak mendorong mereka. Keterlibatan kaum muda sepertinya terbatas. Kalau mereka sudah memegang seksi kepemudaan dianggapnya sudah selesai. Harusnya mereka bisa lebih dari itu. Mereka berinisitif dan berkualitas.
Gereja diam saja?
Sepertinya begitu. Tapi kan tidak mungkin keadaan itu dibiarkan. Gereja harusnya pikirkan tanggung jawab apa yang diberikan kepada kaum muda sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam bergereja.
Adakah mereka beralih ke tempat lain?
Paling ada yang lakukan “jajan rohani”. Mereka tidak pindah dari HKBP, tapi ikut kebaktian di gereja lain dengan alasan kebaktian di HKBP itu monoton.
Bila dilakukan pendampingan terhadap mereka, pola apa yang paling tepat?
Mereka dilatih dengan penerapan pola pemuridan. Mereka dilatih menjadi pelaku pelayanan di gereja. Mereka harus disadarkan bahwa menjadi murid Kristus harus tahu bagaimana bersaksi dan melayani.
Barangkali ada sesekali kegiatan bersama kaum muda yang cukup besar?
Untuk kaum muda HKBP Kernolong, kurang lebih akhir tahun ini melakukan pelayanan ke Bona Pasogit, Sumatera Utara, mengunjungi panti asuhan milik HKBP. Mereka programkan sendiri dan cari dana sendiri. Meski program itu bukan rutin tiap tahun, tapi kita suport.
Adakah HKBP lakukan kaderisasi kaum mudanya yang berpotensi untuk terjun dalam kehidupan sosial (politik)?
Hingga hari ini tidak ada kaderisasi. Padahal, itu memang sangat penting. Ketika ada kaum muda yang didukung gereja untuk terjun dalam politik misalnya, toh mereka akan menjadi terang dan garam di sana. Politik itu pada dasarnya kan tidak buruk. Politik itu adalah strategi memperjuangkan kepentingan umum, termasuk kepentingan gereja sebagai bagian dari masyarakat bangsa dan negara. negara. Stevie Agas