Hendrik Lim, MBA*
kami tidak ingin menawarkan web yang cuma menawarkan informasi, tapi juga entertaining; sesuatu yang menyenangkan. Begitu pemilik Google Surgey Brin maupun Larry Page saat ditanya apa yang mem-buat situs mereka paling sering dilirik orang. Mereka juga sering dipuji orang karena karakter dan simplicity-nya.
Anak muda, Sergey Brin dan Larry Pages yang lahir 1973 silam menduduki peringkat kelima ter-kaya di USA. Ini berbeda dalam daftar orang orang terkaya Majalah Forbes edisi sebelumnya. Anak-anak muda ini menerobos ke atas tidak didasari cara cara lama yaitu bidang produksi dan ekstrasi sum-ber daya alam di perut bumi. Te-tapi benar benar dari utak-atik otak, menggunakan kemampuan knowledges base dan computer technology.
Pertanyaan kita adalah; dari sebegitu banyak orang yang ber-main dalam bidang computer software technology, mengapa hasil inovasi Sergei dan Larry tetap yang paling mencorong? Apa yang menggerakkan mereka membuat sebuah web yang kemudian menjadi begitu laku dan mahal?
Ternyata ide dasar dari mesin pencari Googles yang mereka buat adalah ingin membantu orang yang sering ‘ mengeluh seperti ini: … rasanya aku pernah melihatnya, tapi di mana ya tempo hari nge-browsingnya?” Kemudian mereka melahirkan mesin pencari situs dengan cepat dan efektif tanpa muter-muter. Wow, luar biasa!
Saat makin banyak orang gan-drung dan merasa tidak bisa hidup tanpa internet, dan makin hari makin banyak situs yang muncul, menyimpan alamat alamat dalam ’book- mark’, seperti kita menyimpan nomor telepon me-mang bisa merepotkan, maka ba-nyak orang yang memiliki problem kalau ingin mencari suatu informasi dari internet: “rasa nya dulu per-nah melihat informasi tentang suatu produk , tetapi di mana ya alamat web sevices tersebut” . Karena alamat web makin hari makin banyak, mencari sebuah alamat web sama saja dengan mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami. Dua anak muda ini memikirkan kebutuhan seperti itu, dan mencari solusi untuk ke-butuhan tersebut. Ia ingin men-jadi bagian dari jawaban. Part of the solution. Bukan part of the problem.
Lalu mereka menciptakan Goo-gles, mesin pencari kata di internet itu, sehingga siapa pun yang mau mencari sebuah informasi, maka tinggal memasukkan key word, akan langung merasa terbantu oleh adanya search engine seperti Google itu. Dan atas jasanya maka kedua anak muda ini mendapat reward bayaran yang amat mahal dan menjadi salah satu orang paling kaya di dunia.
Fokus dari produk atau jasa yang ditawarkan dan menjadi perhatian adalah, apa yang dibutuhkan oleh orang lain alias dicari-cari orang lain. Apa yang menjadi problemnya, apa yang menjadi kekhawatirannya, apa yang menjadi impiannya. Singkatnya kita mengidentifikasi kebutuhan orang lain lebih dahulu. Kalau kita tidak tahu apa sebenar-nya kebutuhan orang lain, maka sebuah diskusi yang bersifat explo-ratif antarpribadi bisa membantu menemukan apa kebutuhan orang tersebut. Kalau itu sebuah organi-sasi, korporasi, maka sebuah market research bisa membantu. Sehingga kita bertanya pada diri sendiri: what is your need, what is your flavor? Ini bisa kita sebut focus out. Itulah kepekaan dalam pelayanan. Sebuah sensitivitas yang memerlukan kecerdasan (smart) untuk memilikinya. Tidak asal bombardir, tetapi melakukan diagnostik kebutuhan dulu, baru buka resep untuk memenuhinya. Tepat sasaran seperti penembak jitu.
Dahulu kala ada seorang tua yang lumpuh selama 38 tahun dan menjadi pengemis dekat kolam. Ia bertemu dengan seorang Guru Penyembuh yang Bijak. Guru itu tidak langsung mengobatinya , apalagi dengan maksud membuat orang terkagum-kagum. Tidak. Tidak. tetapi Ia bertanya terlebih dahulu: “Apakah engkau mau sem-buh?” Setelah mendapat jawaban pasien barulah ia “menulis resep” untuk menyembuhkannya. Dalam resep itu tertulis: Angkatlah tilam mu, bangun dan berjalanlah. Kita tahu, Sang master itu bernama Jesus.
(hendriklim@bringdaddyhome.com)
Praktisi bisnis internasional dan konsultan bisnis perseroan besar