Search
only search from Reformata
Translate
English Japanese French German Dutch
Laporan Utama
123Laput1.jpg
Reformata.com - MELIHAT situasi massa yang menuntut penghentian perayaan Natal pada Jumat, 25 Desember 2009 ...
Laporan Khusus
gus-dur.jpg
Tak sedikit tokoh Kristen hadir dalam perjalanan “pulang” Gus Dur. Banyak kesan tersimpan dalam ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Muda Berprestasi

04 October 2009

ANGELINA Veni Johanna Raih Medali Olimpiade Informatika Internasional

117muda berprestasi.jpg
ANGELINA Veni Johanna, sejak kecil sudah akrab dengan komputer. Bahkan dia sudah mampu mengetik dengan 10 jari sejak duduk di TK. Di kelas 5 SD, dia mulai tertarik programing, karena sering melihat kakaknya membuat sebuah program komputer. Bagi Veni kecil, hal itu mudah, menarik, dan me-nantang.  “Dengan kemampuan programing yang baik, kita bisa membuat apa saja yang kita mau. Kita tidak perlu susah payah, karena komputer akan melakukan apa saja buat kita. Kita hanya mem-beri perintah berupa kode, dan komputer akan bekerja bagi kita,” demikian Veni yang kini sudah remaja.
Tapi, pengetahuan ini merangsang Veni bukan hanya dapat memakai yang sudah ada, tapi ingin untuk dapat menciptakan sesuatu yang baru dengan menguasai kemampuan membuat program. Semuanya me-rangsang Veni bertumbuh menjadi remaja yang cinta komputer: “Asyik, menyenangkan, saya suka,” ungkap remaja berkacamata ini berbinar.
Keberadaan dua orang kakak yang berprestasi di tingkat nasional mau-pun internasional, dirasakan Veni sebagai pendukung. Hal ini memben-tuk dirinya sebagai pribadi yang senang berkompetisi. Terus berpacu dan terus mengeksplorasi diri lebih maksimal. Lingkungan yang kondusif, potensi diri yang baik, serta kegigihan yang dimiliki putri kelahiran 21 Oktober 1991 ini, membuahkan hasil yang mengharumkan namanya, keluarga, sekolah, bahkan bangsa. Terbukti siswi kelas 12 SMAK 1 BPK Penabur Jakarta ini, dapat meraih medali perak pada The “21st International Olympic in Informatics (IOI)” yang diadakan di kota Plovdiv, Bulgaria.

Ajang ini dilakukan 8 hingga 14 Agustus 2009 lalu. Tak hanya itu di tahun ini pula putri  bungsu Handoko dan Hindrawati ini telah menorehkan beberapa prestasi serupa dengan mendapatkan medali perak pada “International Zhautykov in Informatics Olympiad”, dan perunggu pada  “Asia Pasific Informatics  Olympiad”.
Veni berprestasi melalui usaha dan kerja keras. Latihan yang konsis-ten, ini dilakukan Veni untuk bisa tetap maju. Bahkan belajar lebih atau dua kali belajar dari kebanya-kan anak-anak sekelasnya. Karena selain harus mengikuti kompetisi,  mengejar beberapa pelajaran yang tertinggal, Veni pun diangkat sebagai pengajar pada klub sekolah, setiap Sabtu, selama 3 - 4 jam. Selain itu, fokus untuk menghadapi ujian akhir untuk menggapai mimpinya, melanjut-kan studi ke universitas terkenal di Amerika.  

Veni memberi tips untuk me-nyenangi program komputer atau dunia informatika, pertama: suka. Belajarlah seperti sedang bermain, jadi akan lebih mudah. Kedua, pelajari secara mendalam, bebe-rapa jam seminggu. Ketiga, jangan takut atau putus asa. Harus punya keyakinan pada diri sendiri untuk dapat lebih maju dan bisa.  “Meng-eksplorasi apa yang kita punya. Mencoba yang kita suka. Dari sinilah saya menemukan tujuan ke depan, semua cukup jelas,” sikap ini dipakai Veni untuk mengenal dan mengem-bangkan dirinya.  
Menurutnya, beberapa kesuli-tan untuk informatika di Indonesia adalah pertama: buku-bukunya terbatas untuk level advance, harus diimpor sehingga sangat mahal. Kedua: Kebanyakan orang dilatih untuk menggunakan, bu-kan membuat sesuatu yang baru. Inilah yang ditangkap pecinta bulu tangkis ini untuk membuktikan dirinya menekuni research. “De-ngan ini saya ingin menemukan hal baru yang dapat saya miliki untuk dibagikan di bangsa ini,” tandas Veni yakin.

Veni terlihat sangat mandiri, pe-nuh semangat dan antusias untuk hidupnya. Karena warga Gereja Santo Andreas ini meyakini, “Masa muda hanya sekali, maka jangan disia-siakan. Apa yang dilakukan sekarang menentukan masa depan. Kita tidak bisa bersenang-senang melupakan yang penting. Semua harus berimbang. Berse-nang-senang sambil melakukan hal yang penting itu lebih baik”. Tak kalah penting Veni mengingatkan kaum remaja putri: “Jangan dikela-bui oleh stigma bahwa wanita tidak bisa atau tidak harus di bidang informatika. Wanita jangan hanya mengandalkan kecantikan fisik,  tapi juga isi: pandai, berpendidikan. Jadi tidak hanya bergantung pada orang lain, melainkan dapat meng-hidupi diri sendiri”.

Menjadi pemenang dari sebuah kompetisi adalah kebahagian tersendiri bagi Veni. Kritis, disiplin, dan pekerja keras adalah gamba-rannya di mata orang-orang dise-kelilingnya. Veni mampu mening-galkan kesan: Tuhan yang menyer-tai dan merencanakan yang terbaik dalam hidupnya, seperti keyakinan-nya. Dukungan sekolah, keluarga, dan kesadaran diri telah menghan-tar Veni memberi harapan baru:  mengharumkan bangsa dan berpotensi membagi kepandainya bagi banyak orang.Lidya

Others