MENDAPAT air susu ibu (ASI) adalah salah satu hak dasar anak untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal. ASI juga dapat membentuk perkembangan intelegensia, rohani, dan perkembangan emosional. Karena itu selama disusui dalam dekapan sang ibu, bayi juga bersentuhan langsung, mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan rasa aman dari ibu.
Bertepatan dengan Pekan ASI sedunia, World Vision Indonesia (WVI) terdorong membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI bagi kelangsungan hidup seorang anak dengan kegiatan Pekan ASI sedunia di Senayan City, beberapa waktu lalu Kegiatan yang mengusung tema “Back to Breastfeeding: An Intelligent Choice” ini sebagai puncak dari partisipasi WVI dalam merayakan Pekan ASI sedunia selama sepekan terakhir. Puluhan undangan yang didominasi kaum ibu mendapat ceramah dari pakar ASI Indonesia Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, dan Trihadi Saptoadi (National Director WVI).
Kepada REFORMATA, Trihadi mengungkapkan beberapa alasan sang ibu enggan memberi ASI kepada anaknya. Selain alasan ekonomi lantaran sibuk bekerja atau sebagai wanita karier, iklan-iklan menyesatkan di media dan Puskesmas tentang susu produk yang lebih baik dari ASI. “Itu kan tidak benar. Sampai saat ini tidak ada susu apapun yang lebih baik dari ASI,” ungkap Trihadi.
Hal senada diucapkan Katarina Hardono selaku Communications Director WVI. Katanya, “Masih banyak informasi sekitar pentingnya pemberian ASI sejak anak dilahirkan yang masih harus diungkapkan. Termasuk bagaimana menyikapi keengganan sebagian kelompok ibu dari kalangan wanita karier untuk memberikan ASI kepada anaknya, karena adanya mitos tentang pemberian ASI yang akan mengganggu keindahan tubuh mereka”.
Menurut survei WVI, hanya 40% bayi yang menerima haknya atas ASI eksklusif. Promosi susu formula yang demikian gencar menyebabkan banyak ibu maupun petugas kesehatan memilih memakai susu formual yang mahal daripada menggunakan ASI.
WVI merupakan lembaga kemanusiaan yang peduli pada anak dan ikut proaktif mengambil bagian dalam upaya pemenuhan hak-hak anak. Bersama mitranya Wahana Visi Indonesia, lembaga Kristen internasional ini giat bekerja menciptakan perubahan pada kehidupan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI melayani semua orang tanpa membedakan agama, ras, suku atau jender. Dalam skala global, World Vision melayani di 97 negara dan mendukung lebih dari 3 juta anak.
? Herbert Aritonang