Search
only search from Reformata
Translate
English Japanese French German Dutch
Laporan Utama
123Laput1.jpg
Reformata.com - MELIHAT situasi massa yang menuntut penghentian perayaan Natal pada Jumat, 25 Desember 2009 ...
Laporan Khusus
gus-dur.jpg
Tak sedikit tokoh Kristen hadir dalam perjalanan “pulang” Gus Dur. Banyak kesan tersimpan dalam ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Suluh

01 October 2009

Gereja Perlu Kaderkan Anak-anak muda Jenius

 Pdt. Jerry Rumahlatu, D.Th. Rrektor Institut Filsafat Teologi dan Kepemimpinan Jaffray Jakarta  (IFTK-JJ)

PANGGILAN Tuhan kepada setiap orang untuk hidup dan melayani bagi Dia, sesungguhnya terjadi sejak awal kehidupan manusia itu sendiri. Panggilan itu mengikuti langkah hidup seseorang, dalam seluruh arah hidup. Walau terkadang tidak disadari, tapi dalam waktu yang tak terduga, panggilan itu akan terde-ngar jelas dan menggema dalam pribadi yang dipanggil. Itu nyata dalam aktivitas dan keinginan yang kuat untuk melakukannya. Hal ini dialami oleh putra ke-2 dari pasa-ngan suami istri Mateos Rumahlatu dan Naomi Liklikwati, yang kini dike-nal sebagai Pdt. Jerry Rumahlatu, D.Th. Dia rektor Institut Filsafat Teologi dan Kepemimpinan (IFTK) Jaffray, yang juga terpilih sebagai sekretaris umum Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Teologi. Keper-cayaan dan tanggung jawab yang diberikan kepada Pdt. Jerry Rumahlatu, adalah bagian dari panggilan yang semakin kuat me-nuntunnya, untuk semakin fokus melayani, melalui institut yang kini dipercayakan padanya.
Kisah hidup dan pelayanan
Semasa belajar di Sekolah Perta-nian Menengah Atas (SPMA) Ne-geri Ambon, Jerry dipercaya seba-gai ketua Gerakan Siswa Kristen In-donesia. Setelah menjadi maha-siswa di Sekolah Tinggi Ilmu Keua-ngan dan Adminsitrasi Indonesia (STIKI) di Makassar, Sulawesi Sela-tan, Jerry dipercaya sebagai ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan ketua PERKAN-TAS cabang Makassar. Keaktifan ini membawah Jerry semakin terbuka melihat kebutuhan pelayanan siswa-mahasiwa sangat besar, dan dia terpanggil melakukannya. Selain itu Jerry juga aktif sebagai ketua pemuda, remaja, dan sekolah minggu selama di Makassar. Hal ini mendorong pria pemegang ijazah sarjana perpajakan ini untuk studi teologi. Niat ini ditolak keras ke-luarga, karena sudah banyak hal di-korbankan agar Jerry mendapat-kan gelar sarjana perpajakan. Na-mun, pria kelahiran Ambon, 3 Ja-nuari 1958 ini tetap optimis masuk sekolah teologia untuk dapat lebih melengkapi dirinya  dalam melayani Tuhan.
Tuhan menuntun suami Dra.Willy Kuhuwael ini pada arah yang se-makin jelas, melalui Institut Filsafat Teologi dan Kepemimpinan (IFTK) Jaffray. Gelar sarjana teologi hingga Doctor of Theology in Christian Leadership (D.Th) diraih Jerry, melalui ketekunan dan kerja keras.  Sejak 1986, Jerry dipercaya menjadi Pembantu Dekan III Bi-dang Kemahasiswaan,  Pembantu Rektor II bidang Adminstrasi Umum dan Keuangan, sampai akhirnya menjadi Rektor IFTK Jaffray Jakarta untuk masa bakti 2006-2011. Perjalanan panjang yang ak-hirnya menuntun Jerry menemu-kan panggilan pelayanan yang se-makin fokus. “Kerinduan untuk ins-titusi ini lebih baik dan diperhi-tungkan. Rencana tahun depan  IFTK Jaffray akan mengembang-kan bidang filsafat, dengan keha-diran dr. Benyamin Elliot. Doctor filsafat dari Amerika,” demikian harapan Jerry.
Hidup adalah perjuangan dan mati untuk banyak orang, menjadi moto Jerry. Ini dibuktikan melalui ketekunan dan semangat Jerry, untuk menjalani setiap tanggung jawab yang telah dipercayakan dalam hidupnya. Mendahulukan orang lain lebih utama dari diri sendiri, adalah tekad pribadi yang selalu diterapkan Jerry untuk mendapat-kan penghargaan dari pengabdian yang dilakukannya. Berdiam diri dalam mengoreksi diri adalah cara yang dipakai kala persoalan mun-cul. Sebagai pemimpin yang mela-yani, Jerry pun menyadari kemam-puan mengorganisir dan menjalan-kan tugas pastoral secara beriri-ngan, dan berimbang. “Waktu yang terpakai habis di luar rumah, kebutuhan keluarga akan keha-diranku, itu pun memberi peringa-tan bagiku. Istriku adalah peno-longku, pengertian dan pengena-lannya akan pelayanan, mampu mengimbangi saya memberi perhatian kepada keluarga”, ung-kap ayah 2 anak ini dengan perasaan mendalam.
Sebagai sekretaris umum Penja-minan Mutu Perguruan Tinggi Teologi. Jerry melihat rata-rata kualitas perguruan tinggi teologi (PTT) di bawah standar. “Adanya sekolah-sekolah di ‘pinggir got’ (1-2 hari bisa langsung mendapat ija-zah dengan mudah), yang merusak image dan penilaian orang terha-dap lulusan PTT. Maka untuk meningkatkan kualitas PTT,  unsur akademis, kemahasiswaan, admi-nistrasi, fasilitas, bahkan termak-sud mahasiswa aktif maupun yang sudah alumni semuanya harus ditingkatkan. Ini untuk merealisasi-kan penjaminan mutu internal dan eksternal PTT,” tandas Jerry.
Pelayanan menjadi komitmen pribadi Jerry, karena semua untuk Tuhan. “Tuhan yang  memanggil. Tuhan yang menuntun, meng-ayomi, menyertai. Jadi tidak perlu takut dan khawatir. Dia memfasilitasi/mem-back up dari awal sampai akhir. Semua kembali pada Dia,” katanya. Tak lupa Jerry menyerukan perhatian-nya kepada setiap orang Kristen di Indonesia: “Pekalah terhadap lingku-ngan dan situasi yang sedang berkembang di bangsa ini. Tingkatkanlah networking/jejaring sebanyak-banyaknya, di dalam maupun luar negeri”.  
Dan bagi setiap gereja dan ham-ba Tuhan dia berpesan: “Gereja perlu mengkaderkan anak-anak muda yang jenius, bahkan mendukung mereka hingga mencapai sekolah yang setinggi-tingginya. Gereja harus mampu melihat ini untuk menyiapkan generasi ke depan, yang bisa me-mimpin bangsa ini”. Dia mengimbau hamba-hamba Tuhan agar “mengisi dan memompa diri untuk lebih baik, dan jangan melihat kerajaan-nya sendiri”. Jerry mengakui, upgrade and update by keep learning, adalah cara meningkatkan kualitas dirinya.
Perhatian akan bangsa ini men-jadi prioritas Jerry melalui pendidikan. Terobosan melalui formula baru yang mampu ditawarkan di bangsa ini, menjadi impian yang ingin diwujud-kannya. Peningkatan SDM Kristen untuk dapat tampil di bangsa ini, dan memimpin bangsa ini semoga menjadi kenyataan di tahun mendatang.
Lidya

Others