
TIDAK banyak pelayanan anak muda yang bergerak bebas secara luas ke berbagai tempat di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Selain itu lembaga pelayanan biasanya diberi nama yang kedengarannya “formal” dan mudah diingat awam.
Agak beda dengan QTA Ministries, yang mungkin agak asing ka-rena namanya yang “kurang lazim”: QTA. Namun bagi kaum muda, ke-tiga huruf ini biasa dibaca sebagai “kita”. Istilah “kita” sendiri diambil dari Pribadi Allah yang berbeda dan saling melengkapi, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, pertama kali diberikan Tuhan dari Kej 1: 26. QTA juga berarti “If you have a Question and need an Answer, don’t hesitate, come to THE CROSS”.

Pelayanan yang diprakar-sai anak-anak muda ini ter-bentuk atas sebuah momen di mana beberapa anak muda yakni Diana Christianti, Yeari Laura Nathalia, Kare-nina Amanda, pada suatu saat melakukan doa dan puasa selama lima puluh hari untuk mengetahui keingi-nan BAPA atas sebuah pela-yanan. Lewat pergumulan tersebut, pada 24 Desem-ber 2005 sebuah ministry yang diberi nama QTA Ministries hadir. Sebuah visi terlahir lewat keinginan dan harapan mereka untuk melayani Tuhan dengan memenangkan jiwa bagi Kristus. Visi dari QTA Ministries diambil dari Zefanya 1: 7,14 “Membuka jalan bagi kedatangan Yesus Kristus kedua kali”. Sedangkan misi me-reka adalah memenangkan jiwa bagi Kristus melalui pengajaran paradigma yang benar sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Kegiatan QTA Ministries terbagi atas tiga bagian. Pertama, QTA Club, sebuah sekolah atau pun pembelajaran apostolik profetik di mana kegiatan dilakukan sekali seminggu. Dalam kegiatan ini, yang dilakukan adalah berkumpul ber-sama, berdoa, pujian penyemba-han, share, rapat, dan evaluasi dari segala kegiatan yang telah dilaku-kan. Pelayanan yang kedua adalah QTA Care, bentuk pelayanan yang turun langsung kepada jiwa-jiwa. Lewat QTA Care inilah kawan-kawan dari QTA Ministries menjadi terang dan garam bagi banyak jiwa. Ini adalah kegiatan konkret yang rutin mereka lakukan beberapa kali dalam seminggu. Mereka juga memberikan bimbingan belajar ter-hadap anak-anak penyemir sepatu, melakukan penginjilan (Mission Trip) baik di sekitar Jakarta maupun daerah-daerah lain di luar Jakarta. Bagian ketiga, dalam pelayanan mereka adalah QTA Art, di mana anak-anak muda ini membuat renu-ngan harian setiap dua bulan sekali yang dibagikan secara gratis untuk gereja atau lembaga yang belum memiliki buku renungan, dan tidak mampu membeli buku rohani. Da-lam pelayanan ini selain penyediaan renungan harian, QTA Ministry juga menyediakan traktat, praise and worship team, QTA Library, QTA Kids yang menyediakan buku rohani dan dapat dipinjam gratis.
Hingga saat ini, pelayanan yang beranggotakan pelajar, nahasiswa dan karyawan ini telah melakukan beberapa kali mission trip ke Pulau Jawa. Satu catatan penting bagi mereka adalah bahwa dalam pelaya-nan yang mereka lakukan seperti halnya mission trip, mereka selalu percaya dan yakin bahwa kegiatan yang mereka lakukan adalah bagian dari sebuah respon ketaatan atas perintah BAPA. Setiap pelayanan atau kegiatan se-kecil apa pun dila-kukan hanya de-ngan perintah Tuhan. Termasuk juga peserta yang terlibat da-lam pelayanan ter-sebut adalah pili-han Tuhan sen-diri. Untuk itu dalam setiap pela-yanan mereka selalu bersandar pada Tuhan dan belajar untuk peka terhadap suara dari Roh Kudus.
Tidak khawatir dana
Secara garis besar QTA Ministries tersusun dengan struktur seder-hana. Ketuanya Cristine. Di rumah Cristine inilah biasanya dilakukan pertemuan-pertemuan untuk membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan QTA Ministries. Tidak jarang mereka mengadakan pertemuan di tempat-tempat santai untuk anak muda seperti rumah makan atau pun sekadar berkumpul bersama di mal. Untuk membantu peker-jaan di bidang pencatatan dan teknis yang bersifat administratif, ketua dibantu sekretaris dan bendahara. Sekretaris adalah Lia, sementara bendahara Karen.
Atas keyakinan bahwa setiap pelayanan QTA Ministries adalah kehendak Tuhan, mereka tidak khawatir dengan masalah penda-naan. Dana biasanya mereka pero-leh dari anggota QTA sendiri, atau melalui orang-orang yang Tuhan gerakkan untuk membantu. Ka-rena itulah QTA Ministries tidak ada di bawah naungan denominasi atau sponsor apa pun, mereka juga tidak membuat proposal. Ketika ditanyai mengenai kendala mereka dalam melayani, jawaban mereka sangat sederhana. Bagi mereka dalam melayani Tuhan sudah pasti banyak kendala, tapi semuanya selalu bisa diatasi.
Kini renungan harian “QTA” telah tersebar di berbagai penjuru wilayah di Indonesia. Setiap kali cetak berjumlah kurang lebih seribu eksemplar, diterbitkan dua bulan sekali dan dibagikan secara cuma-cuma. Renungan ini disebar-kan ke beberapa gereja di peda-laman wilayah di Indonesia atau pun gereja kecil yang blm mem-punyai renungan harian. Renungan harian ini sudah tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sula-wesi, bahkan sampai ke Malaysia.Jenda