
Akupun bersorak lompat kegirangan, Tapi ku terjatuh dari kursi goyang, Kiranya kumimpi, Uhh, sebel... jadi ratu sejagat semalam....
LIRIK lagu di atas tentu tidak asing bagi kita. Cuplikan lagu “Ratu Sejagad” yang pernah ngetop beberapa tahun silam. Lagu tersebut pertama kali dipo-pulerkan oleh Voni Sumlang. Sebe-lumnya penyanyi dengan latar bela-kang group jazz ini sudah menge-luarkan album solo berjudul “Kau Lelaki”.
Kini penyanyi kelahiran Lembean, Manado 19 April 1968 ini lebih asik mengurusi album rohani. Saat ini ia sedang dalam proses penyele-saian album rohani ketiganya yang berjudul “Kaulah Segalanya”, yang juga judul lagu andalan dalam album ini. Penyanyi yang lebih se-nang disapa Kak Voni ini sebe-lumnya telah mengeluarkan album pertama dan kedua dengan nuansa bossanova, popswing. Kini ia merilis album dengan nuansa yang sedikit berbeda dari album sebelumnya. Album ini berisi ten-tang kesaksian pribadi dalam hidupnya dan memberikan yang terbaik pada Tuhan. Proses pem-buatan album ini memakan waktu satu tahun.
Namun Voni juga mengakui bah-wa ia masih aktif dalam pembuatan album lagu sekuler. April lalu ia mengeluarkan album bersama Mawar “AFI” dan beberapa pe-nyanyi lain. Namun ia menegaskan bahwa keterlibatannya dalam musik sekuler tidak terlalu “ekstrim” di mana dalam menghibur penonton ia harus bergoyang he-boh seperti kebanyakan penyanyi. Biasanya ia aktif dan sering diminta untuk mengisi acara hiburan dari panggung ke panggung untuk acara-acara formal di instansi pemerintahan, selain itu biasanya ia disertakan dalam acara-acara festival jazz. Ia mau keaktifannya dalam musik sekuler menjadi berkat bagi banyak orang. Ia tidak mau menyanyikan lagu-lagu yang terlalu ekstrim, yang nadanya menghujat. Apalagi saat ini ia menjadi worship leader di sebuah gereja.
Voni merasa mengatur jadwalnya yang padat antara dunia sekuler dan rohani bukanlah sesuatu yang terlalu sulit. Hal ini karena sejak menjadi penyanyi sekuler ia memang sudah sering aktif dalam pelayanan. Dulu ia sering melayani di penjara-penjara melalui kesaksian pujian. Oleh karena itu baginya menyesuaikan jadwal tersebut tidak terlalu sulit. Ia memang gemar melayani. Baginya, talenta ber-nyanyi harus menjadi berkat bagi banyak orang. Ia ingin lewat talenta tersebut ia menjadi terang yang berarti bagi semua orang.
Bicara tentang lagu “Ratu Seja-gad” ia mengatakan bahwa sampai saat ini ia masih sering menya-nyikan lagu tersebut, baik saat tampil on air maupun off air. Ia bercerita bahwa ia mengawali karirnya dengan bernyanyi amatir dari cafe ke cafe. Seringnya ia ber-nyanyi di cafe menghantarkan ia pada sebuah kesempatan mem-buat album rekaman pada tahun 1986. Album perdananya tersebut cukup menuai apresiasi banyak kalangan pada masa itu.
Penampilannya yang selalu santai saat berbicara dengan banyak orang menunjukkan bahwa ia adalah tipe orang yang hidup tanpa beban. Namun nyatanya ia masih memiliki pergumulan dalam hidupnya. Sampai saat ini ia masih bergumul ingin menjadi pembawa berita kebenaran bukan hanya sekadar pemuji saja. Jika Tuhan berkenan ia ingin menjadi sebagai pemuji dalam setiap pelayanan tetapi juga mendapat bagian untuk melayani setiap orang dalam pertemuan ibadah sebagai orang yang membagikan kebenaran Firman Tuhan.
Ia memiliki kesaksian pribadi yang menurutnya sangat besar dalam hidupnya. Saat ia menikah ia mengalami masalah dalam kese-hatan reproduksinya. Ia mengalami penyempitan pada bagian rahim di mana efek dari hal tersebut adalah tidak bisa hamil kecuali melakukan operasi. Sontak hal tersebut membuat dia tertekan. Saat itu ia belum mengalami apa yang nama-nya lahir baru, walaupun ia adalah anak dari seorang pendeta. Saat itu ia adalah seorang yang masih sangat dekat dengan kehidupan duniawi. Saat itu ia mendapat saran dari kakaknya bahwa untuk mendapatkan jawaban dari Tuhan, ia harus melepaskan semua kebiasaan-kebiasaan duniawinya. Saran tersebut walaupun berat mulai ia jalankan pelan-pelan walaupun terasa sulit. Ia bertobat total dan mulai berdoa pada Tuhan walaupun awalnya dilaku-kan dengan sembunyi-sembunyi karena malu.
Dua minggu berdoa, Tuhan memberikan jawaban atas segala pergumulannya. Ia merasa Tuhan dapat mengampuni dosa-dosanya dan bahkan memberikan jawa-ban dari setiap pergumulannya. Sejak itu ia ber-suka cita atas segala anu-gerah yang Tuhan berikan dalam hidup-nya. Menurut-nya, hidupnya kini adalah anugerah dari Yesus yang besar. Jenda