
SIAPA sangka remaja cilik berkacamata ini adalah seorang juara karate. Pada-hal kelihatannya dia pemalu, cuek. Juli 2009 lalu, mewakili Jakarta, dia mengikuti kejuaran karate nasional di Lampung. Dialah Rifky Manuel Setyana. Dia mendapatkan medali emas kelas usia dini Kumite.
Putra bungsu Asep Jusuf Satya-na dan Rosemary Overzier ini memang masih tampak kekanak-kanakan, tapi berbeda dibanding anak-anak pada umumnya. “Jika anak lain memikirkan bermain, Rifky konsisten berlatih. Kemauan-nya tinggi, walaupun dia bukan anak yang senang tampil. Lihat saja bagaimana dia di lapangan. Dia mampu menunjukkan kemam-puannya dengan gigih,” tu-tur Asep, ayah Rifky dengan bangga.
Meski saat ini mengukir pres-tasi di bidang olahraga beladiri, siswa Lakesade Mon-tessori School, Cibubur, kelas 4 ini, memiliki im-pian yang be-sar: menjadi scientist terke-muka. Tapi dia juga ingin men-jadi seorang karateka handal untuk mewakili Indonesia di ajang internasional. Dia juga mahir bermain basket. Dalam bidang musik, dia bisa bermain drum, melalui grup musik gereja.
Impiannya untuk mengharum-kan nama Indonesia lewat olahraga beladiri, sudah dia rintis melalui prestasi-prestasi, seperti: juara 1 karate usia dini kata, pada kejuaran karate antar-Dojo BKC se-DKI Raya pada Februari 2009. Agustus 2009, Rifki kembali men-dapatkan juara 1 usia dini Kumite kelas bebas putra pada Kejurnas Karate Junior, piala Mendagri XIII dan Men-diknas II. Bahkan Di bulan September ini, Rifky akan meng-ikuti Tournament 29th Karate-Do Gojukai Singapore Annual Championship (naik ke kelas pra-pemula usia 10-12 tahun). Untuk meng-gapai semua ini, Rifky berlatih hampir tiga kali seminggu.
Tak hanya karate yang dia geluti dengan serius. Rifky juga tekun latihan basket 2 kali seminggu. Tim basket yang diperkuat Rifky per-nah mendapat juara IV dalam kejuaran bola basket usia 12 putra, se-DKI mewakili tim basket Indonesia Muda Selatan. Dan untuk menjadi seorang drummer Rifky berlatih sekali seminggu. Dalam hal ini, Rifky pernah empat kali pentas solo drum dalam acara partisipasi bersama group sekolah musik Purwacaraka dalam performance Sekolah Musik Purwacaraka Citra Grand, Cibubur. Ini dilakukan de-ngan tekun, penuh inisiatif dan komitmen. Meski disiplin terhadap jadwal latihan, Rifki tidak kehila-ngan waktu bermainnya.
Bagaimana dengan pelajaran di sekolah? Baginya, prestasi tetap prioritas utama. Tekad dan kesada-ran yang kuat, tumbuh dalam pri-badi Rifky, yang berawal dari diri sendiri dan pendampingan orang tua yang serius. Pribadi yang suka membaca dan nonton film ini, dari gaya dan tutur katanya sangat menggemas-kan. Kecil namun dewasa dan ce-pat menanggapi sesuatu. Dia ju-ga menyukai la-gu-lagu The Beatles selain lagu-lagu rohani dengan beat yang energik. Kegemarannya atas film animasi, action, meleng-kapinya menjadi sosok anak kecil yang berpotensi besar.
Meski dalam keseharian sama seperti anak-anak seusianya, Rifky mengisi hari-harinya dengan peng-galian potensi, untuk semakin ber-kualitas. Gaya kacamata serta face-nya, membuat dia sering disapa Harry Potter oleh anak-anak Seko-lah Minggu GRI Antiokhia.
Jika anak-anak sering didorong dan dipaksa untuk menggem-bangkan kemampuan, Rifky ber-usaha menemui orang lain yang membuat dirinya dapat berpres-tasi. Contohnya melalui berbagai latihan yang tekun. Rifky penuh inisiatif dan semangat untuk maju. Dalam hal ini prestasi yang ingin ditorehkan tidak hanya di luar, namun juga dapat bergabung melayani di musik gereja, melalui pelayanan gereja sebagai seorang drummer yang baik. Rifky, sosok anak kecil yang memberi pelajaran bagi orang dewasa untuk terus menjadi dirinya sendiri, namun terus berprestasi. Lidya