
AGUSTUS 2008 lahir sebuah kelompok pelayanan yang diberi nama Pelana. Pelana, sebuah kelompok orang lanjut usia (orlansia) yang bersifat interde-nominasi dan non-profit yang ter-beban melayani orlansia lain agar mengetahui jalan dan memper-siapkan diri menuju sorga dengan cara mengikuti program Pembi-naan Pelana. Nama dari pelayanan ini sendiri adalah Pelana “Yosua”, dinamakan Yosua karena Yosua-lah yang memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian. De-ngan demikian, lewat pelayanan ini Pelana berharap dapat membantu orlansia untuk masuk ke dalam tanah perjanjian yang kekal, yaitu sorga.

Seringkali jika diajukan perta-nyaan, “Apakah bapak atau ibu mau masuk sorga?” jawabnya pasti “mau”. Tentu tidak ada seorang pun yang mau masuk neraka. Masa-lahnya apakah setiap orang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, sedangkan tidak seorang pun tahu di mana sorga berada. Pergi ke sana sendiri tentu tidak mungkin. Jalan satu-satunya adalah dengan percaya kepada Yesus Kristus, pribadi yang menge-tahui jalan menuju sorga. Jadi lewat pelayanan ini, Pelana ber-usaha memperkenalkan pribadi Kristus kepada orlansia lain dan dengan begitu mempersiapkan mereka masuk ke dalam kerajaan yang kekal abadi. Demikian dika-takan Januar Sugianto, pimpinan Pelana, tentang latar belakang pendirian yayasan ini.

Menurut Januar Sugianto, sesuai dengan tujuannya bahwa pelayanan ini adalah pelayanan non-profit, Pelana tidak pernah memberikan tarif dalam setiap pelayanannya. Setiap pelaya-nannya Pelana selalu dengan senang hati menerima berapa saja persembahan kasih yang diberikan kepada mereka. Dalam melayani setiap orlansia mempersiapkan diri mengetahui jalan menuju sorga Pelana memiliki buku-buku dan materi pembinaan Pelana. Visi dari Pelana adalah “mempersiapkan orlansia untuk masuk ke sorga”. Hal ini dikarenakan bahwa orlansia sudah dekat sekali dengan garis akhir. Jadi Pelana membantu setiap orlansia sukses di garis akhir. Selain itu juga Pelana memotivasi orlansia tetap bersemangat melayani Tuhan dan orang lain dalam usia yang telah lanjut. Sementara itu misinya adalah membantu orlansia mengetahui jalan ke sorga dan mengerti caranya serta melakukan kehendak Tuhan melalui program pembinaan pelana.
Dalam pelayanannya program Pelana memakai dua buku yang menjadi bahan atau materi pembe-lajaran bagi setiap peserta. Buku itu berisi tentang penjelasan bah-wa jalan keselamatan hanya me-lalui Tuhan Yesus dan mene-rangkan, bahwa untuk bisa ma-suk ke sorga kita harus seturut dengan kehendak Tuhan dan taat sampai mati. Hal ini dilaku-kan karena banyak orang Kristen yang tidak taat sampai mereka tutup usia. Selain itu pelayanan ini juga menyediakan Alkitab khusus untuk orlansia yang dipesan khusus dari LAI namun dengan ukuran dan desain khu-sus. Alkitab ini memang diran-cang untuk orlansia karena dice-tak dengan format teks yang lebih besar dari Alkitab pada umumnya. Hal ini tentu mem-permudah para orlansia dalam membaca Firman Tuhan. Hal ini disebabkan karena seringnya orlansia enggan membaca Alki-tab yang dikarenakan sulitnya membaca Alkitab dengan teks yang kecil dan sulit dibaca bagi mereka para orlansia.
Walaupun sebagian besar pela-yan dalam yayasan ini adalah orlansia, hal tersebut tidak mele-mahkan pelayanan ini. Pelana siap melayani kapan saja dan di mana saja mereka diminta untuk mela-yani. Yayasan pelayanan untuk orlansia ini sendiri sampai saat ini sudah beberapa kali berkeliling Pulau Jawa untuk melakukan pela-yanan ke gereja-gereja. Kota-kota yang telah dikunjungi antara lain Bondowoso, Malang, Probolinggo dan beberapa kota lain di Jawa Ba-rat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Masih jarangBiasanya Pelana diundang oleh gereja yang ingin dilayani, panti wreda ataupun datang langsung ke rumah orlansia yang akan dilayani. Dalam pelayanan ini Pelana tidak pernah membatasi wilayah atau pun gereja yang akan mereka layani. Jadi dari denominasi gereja manapun Pelana siap melayani. Siapa pun yang ingin dilayani oleh Pelana dapat menghubungi lang-sung yayasan yang bertempat di kawasan Kelapa Gading ini. Lebih menarik lagi bahwa dalam pelayanannya ke luar kota, Pe-lana sama sekali tidak mematok tarif yang harus dibayarkan sebagai biaya transportasi para pelayan. Menurut Januar Sugian-to, semua itu terserah persem-bahan kasih masing-masing pengundang.
Alasan Januar memilih pelaya-nan ini adalah karena ia melihat bahwa pelayanan seperti ini cukup jarang, selain itu buku-buku dan materi kepada para lansia juga dirasa belum cukup. Alasan lain adalah bahwa usianya sendiri pun sudah bisa dikate-gorikan dalam golongan orlansia, dan ia merasa cocok melayani para orlansia. Ini adalah pergu-mulan dan pelayanannya di masa yang menurutnya adalah mende-kati garis akhir. Di samping itu pemikiran dalam pelayanan ini adalah bahwa setiap orang yang dilahirkan sebagai bayi di muka bumi ini dan kemudian bertumbuh secara jasmani, remaja, pemuda, dewasa dan akhirnya menjadi orlansia yang kemudian meninggal-kan dunia ini. Ini adalah siklus kehi-dupan yang dijalani setiap orang, bahkan banyak juga yang mening-gal dunia sebelum mereka menjadi orlansia.
Jadi semestinya orlansia inilah yang harus diprioritaskan untuk di-bina, dilayani dan disiapkan rohani-nya supaya setiap saat Tuhan me-manggilnya ia telah siap. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu aku mengatakannya kepada kamu. Sebab aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yohanes 14: 2) ?Jenda