Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Konsultasi Keluarga

Mengapa Anak Itu Membenci Ibunya?

Posted : 07 September 2009
1anak4.jpg
Bersama:
Bimantoro Elifas
Saya seorang ibu, memiliki 3 orang anak. Masalah saat ini adalah hubungan antara anak saya yang pertama (17 tahun) dengan saya yang selalu saja ribut. Dia selalu  berkata kepada keluarga saya (kakak dan ibu saya) bahwa saya sangat membenci dia. Semua yang dikerjakan tidak ada harganya. Suatu kali dalam kemarahan saya saya sempat mengatakan bahwa kelakuan dia seperti setan yang semaunya sendiri. Kata-kata saya ini kemudian menjadi bukti kebencian saya ketika dia mengadu pada neneknya. Akhir-akhir ini dia tidak perduli dengan kondisi rumah dan sering sekali keluar malam  pulang pagi, bahkan pernah 1 minggu tidak pulang tanpa kabar. Saya mencoba mengalah dan berupaya untuk menghindari pertengkaran, tetapi tampaknya dia semakin merasa benar dan menunjukkan sikap yang tidak hormat. Suami saya juga terlalu sabar dan selalu membela anak saya. Saya merasa apa yang saya lakukan demi kebaikan dia. Contohnya mengingatkan ketika dia belum belajar dan terlalu banyak bermain game. Saya frustasi dengan kondisi ini.
Cintya
Bogor
IBU Cintya yang terkasih.
Membesarkan anak di jaman ini memang bukan pekerjaan yang mudah. Di satu sisi kita sebagai orang tua wajib memberitahukan apa yang seharusnya dikerjakan oleh anak kita, namun di sisi lain maksud baik kita bisa ditangkap secara keliru. Ini bisa terjadi karena cara penyampaian kita yang kurang pas, atau memang ada perbedaan pola pikir antara kita dan anak, atau juga ada pengalaman-pengalaman yang terjadi sebelumnya yang menjadi faktor penghambat. Ketika ini terjadi terus-menerus kita bisa merasa sangat marah bahkan mungkin kecewa, frustasi  dan putus asa, apalagi ketika pasangan yang kita harapkan ikut mendukung tampaknya malah tidak melakukan apa-apa dan bahkan cenderung membela. Walapun kita perlu menyadari  bahwa sumber masalah bisa muncul dari diri anak kita atau bisa juga dari diri kita sendiri.
Yang pertama adalah masalah pola asuh. Bagaimana ibu dan suami melakukan pola asuh selama ini menjadi faktor penting dalam pertumbuhan anak. Pola asuh yang terlalu menekan anak dengan aturan dan hukuman, atau pola asuh yang terlalu mengikuti kemauan anak atau pola asuh yang tak tahu kapan memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan apa yang dikehendaki dan kapan untuk menyatakan “tidak” pada area di mana kita melihat, bisa menimbulkan hal-hal negatif. Pola asuh juga bukan hanya pada bentuknya tetapi bagaimana setiap pasangan menerapkannya. Apakah suami dan istri menerapkan hal yang sama, atau sering kali terjadi perbedaan yang dengan jelas bisa ditangkap oleh anak. Sementara harus kita sadari juga bahwa dalam pola asuh ada peran yang terus-menerus harus berubah sesuai perkembangan anak. Kapan kita harus mengontrol dan kapan kita harus mulai memberikan kepada anak kebebasan secara bertahap, yang memungkinkan dia menjadi pribadi yang matang dalam kehidupannya di masa dewasa nanti. 
Yang kedua adalah pola relasi ibu dengan bapak. Anak-anak yang akhirnya menjadi seperti pemberontak di rumah bisa timbul sebagai akibat dari tidak sehatnya pola relasi ayah dan ibunya. Relasi tidak sehat ini bisa berupa pertengkaran yang sering terjadi, sikap suami istri yang acuh tak acuh atau kesibukan suami istri yang luar biasa sehingga peran sebagai ayah dan ibu terabaikan. Kondisi ini bisa memunculkan anak yang kemudian berupaya melakukan sesuatu karena merasa terancam (apakah itu takut orang tua bercerai atau mencoba membela salah satu ketika ada salah satu pihak yang terus-menerus menjadi korban) atau bisa juga untuk mendapatkan perhatian dari orang tua.
Untuk itu mungkin ibu perlu berbicara dengan suami tentang kemungkinan-kemungkinan tersebut di atas, dan mencoba membangun strategi yang bisa meredakan ketegangan antara ibu dan anak ibu. Firman Tuhan dalam Efesus 6: 4, “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan”, kiranya bisa menjadi kekuatan bagi ibu dan bapak ketika menghadapi masalah ini.v
 

60
7 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 22.8132 sec | TOP
Online Support :