BERAWAL dari pergumulan untuk melayani orang-orang yang berada dalam tahanan. Selain itu juga ada kerinduan untuk melayani anggota keluarga dari orang-orang yang ditahan, sebab walaupun mereka tidak berada di balik jeruji besi namun juga mem-butuhkan pelayanan. Oleh karena itu beberapa orang bergumul sejak tahun 2008 untuk membuat se-buah yayasan yang dapat menja-wab semua kerinduan tersebut. Sampai pada akhirnya pada Maret 2009 tercetuslah nama Yobel Ministries, sebuah yayasan yang bekerja dan melayani para taha-nan di dalam penjara dan anggota keluarga-nya. Misi dari Yobel Ministry adalah untuk mengabarkan kasih Kristus dan pengampunan-Nya kepada semua orang yang harus menjalani hukuman di penjara, keluarganya dan semua yang bekerja dengan mereka, dan melengkapi mereka untuk kembali ke masyarakat.
Salah satu kegiatannya adalah membuat ibadah rutin bagi para anggota keluarga napi atau pun mantan napi. Kepada yayasan ini diberi tempat ibadah di GKRI Diaspora Kenosis Cawang. Kebetu-lan salah seorang hamba Tuhan di gereja tersebut mendukung pelayanan Yobel Ministries. Hamba Tuhan inilah yang membe-rikan tempat untuk ber-ibadah. Jemaat datang dari berbagai tempat, bah-kan dari Bogor dan Ceng-kareng. Banyak kendala yang dihadapi para jemaat dari Yobel Ministries, di mana banyak orang yang turut serta beribadah harus melakukan ibadah dua kali pada hari Minggu, di gereja asal dan di ibadah Yobel. Masalah lain yang timbul adalah sebagian besar dari jemaat memiliki banyak anak kecil yang tidak dapat ditinggalkan, kendala ketiga adalah beberapa jemaat yang diundang berasal dari keluarga tidak mampu. Jadi mana mungkin memikirkan biaya transportasi ke gereja, memi-kirkan biaya makan saja sudah pas-pasan.
Oleh karena itu Yobel Ministries menyediakan kendaraan agar siapa saja tetap bisa datang beribadah. Seiring waktu, demi efektivitas pe-layanan, Yobel Ministries memutus-kan untuk melakukan ibadah komsel. Lewat komsel tersebut pelayanan dapat lebih maksimal karena terjun langsung ke rumah-rumah jemaat, dalam hal ini keluar-ga dari para narapidana. Selain itu ibadah bersama juga dilakukan bagi para pemulung di berbagai tempat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Menurut sekretaris Yobel Ministries Agus Gunawan, dalam menja-lankan pelayanannya Yobel Ministries menekankan pada empat pilar. Pilar pertama adalah Yobel Ministries melayani para narapidana itu sendiri dan petugas polisi atau pun petugas sipir penjara. Pada pelaya-nan ini para narapidana didukung secara psikologis, didampingi dalam hal pelayanan kerohanian seperti doa dan ibadah. Pilar kedua adalah keluarga, artinya bahwa anggota keluarga narapidana diberi bimbi-ngan, pendampingan, dukungan dan pelayanan. Pilar ketiga adalah penekanan pada pasal hukum, di sini Yobel Ministries bekerjasama dengan para pengacara untuk memberikan bimbingan hukum kepada narapidana, terlebih jika narapidana tersebut awam soal hukum. Pilar keempat, Yobel Minis-tries mencoba memberikan lapangan pekerjaan ataupun wiraswasta.
Keempat pilar ini dimaksimalkan untuk mendukung pelayanan Yo-bel Ministries. Menurut Agus Guna-wan, salah seorang yang turut mengambil bagian dalam pelaya-nan ini, yayasan yang diketuai oleh David K. Wiranata ini mencoba memberikan pelayanan tidak hanya dalam bentuk pelayanan rohani melainkan juga pelayanan jasmani.
baca selengkapnya dalam REFORMATA edisi 113