Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Suara Pinggiran

Daud Cipto, Penjual Bakso, Akhirnya Ikut Yesus

Posted : 19 Agustus 2009
113. suara pinggiran.jpg
SAAT melintas di dekat pom bensin daerah Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tiba-tiba Daud (55) meng-hentikan gerobak bakso yang didorongnya. Pasalnya dia mendengar teriakan orang dari pom bensin. Karya-wan pom ben-sin itu rupanya memesan dua mangkok bakso. Daud pun memar-kirkan gerobaknya di pinggir jalan yang ramai lalu-lalang kendaraan bermotor itu, sambil me-nunggu pekerja pom bensin menghabiskan bakso pesanannya.
Daud adalah penjual bakso keliling yang sudah cukup dikenal warga, khususnya yang bermukim di pinggiran Jalan Senopati. Pasalnya, pria bernama lengkap Daud Sudardi Cipto ini sudah 30 tahun malang-melintang sebagai penjual bakso. Yang membuat baksonya selalu digemari warga adalah karena memang  enak. “Meski harganya agak mahal tidak jadi masalah. Yang penting rasanya enak dan gurih,” tutur petugas pom bensin yang tampak lahap memakan bakso. Daud beruntung karena memiliki pelanggan tetap yang jumlahnya cukup banyak. Tak heran, jika dagangannya hampir tak bersisa setiap hari.
Setiap hari, Daud berangkat dari rumah kontrakannya di Kuningan Barat, Poncol Jaya, Jakarta Selatan, mulai pukul 14.00 sampai pukul 22.00. Setiap hari dia berjalan mendorong gerobak-nya sepanjang 4 kilometer. Sejauh ini tak begitu banyak pelanggan yang tahu kalau Daud beragama Kristen. “Mereka yang tahu pernah tanyakan tentang bahan-bahan bakso saya. Awalnya mereka takut kalau tidak halal. Setelah saya jelaskan bahwa bakso saya 100 persen halal, mereka pun percaya,” kata pria kelahiran Solo, 21 April 1954, ini.

Penyakit misterius dijamah Tuhan
Tadinya Daud bukan penganut Kristen. Bahkan dulu dia sangat taat dengan agama lamanya. Namun, ketaatan itu berakhir pada tahun 1983 ketika dia jatuh sakit yang tidak kunjung bisa disembuhkan selama bertahun-tahun. Bahkan, dia sudah berobat ke banyak dokter, paranormal dan dukun tapi tidak kunjung mendapat kesembuhan. “ Tubuh saya didiami roh jahat,” kenang bapak enam anak dan tiga cucu ini.
Selama tiga tahun itu, Daud merasa disiksa luar biasa. Dia mengaku sering mengalami kejang-kejang dan kesurupan. Jika sedang kumat, dia, selengkapnya dalam REFORMATA edisi 113
78
19 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :2011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 15.8362 sec | TOP
Online Support :