Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Gereja & Masyarakat

Yayasan Penerus Bangsa, Mengembangkan Potensi Anak Muda

Posted : 04 Agustus 2009
112 Germas3.jpg
ANAK muda terlihat kuat, sehat, dan energik. Mereka punya segudang potensi yang layak dikembangkan untuk kemudian dinikmati banyak orang. Hal ini disadari oleh Sorta Delima Tobing, dan inilah yang menggerak-kannya mendirikan Yayasan Pene-rus Bangsa (YPB). Tepatnya, Januari 2005, bersama keluarga yayasan ini dihadirkan bermodalkan kerinduan untuk menolong anak-anak muda yang sulit mendapat-kan kesempatan pendidikan, agar dapat menghadirkan kebahagian dan kesejahteraan hidup keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Sasaran dan Pelayanan
YPB melihat Nias sebagai sasaran pelayanan saat ini. Nias, pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera, kaya sumber daya alam serta subur. Pulau yang masuk kawasan Provinsi Sumatera Utara ini sejak dulu terkenal dengan tradisi/budaya lompat batu-nya. Alam yang subur menjadikan mereka mudah memenuhi kebutu-han sehari-hari. Namun itu mem-buat banyak di antara mereka men-jadi malas, dan lamban di bidang pendidikan. Hal itu menjadikan mereka miskin. Maka kehadiran YPB diharapkan sangat menolong kehidupan masyarakat Nias, khususnya generasi muda.
Menurut Sorta, selaku ketua YPB, pelayanan YPB di Nias berawal sejak bencana alam tsunami, Maret 2005. Sejak itu YPB hadir dan memberi kontribusi nyata melalui posko peduli Nias. Aksi kemanu-siaan itu berlanjut di bulan Agus-tus, YPB mengadakan seleksi dan penerimaan beasiswa angkatan I  bekerjasama dengan STMIK Widuri Jakarta. Program itu untuk meno-long anak-anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan SMA dan kuliah. Lewat seleksi didapat 10 anak muda untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta. Selama di Jakarta, biaya pendidikan mereka ditanggung Yayasan Widuri. Se-dangkan kebutuhan hidup ditang-gung YPB. Akomodasi, kebutuhan sehari-hari, dan konsultasi selalu diberikan Sorta yang memang lebih aktif bersama Disiplin F. Manao, yang adalah suami sekaligus pembina YPB.
September 2008, YPB mengge-lar kebaktian kebangunan rohani (KKR) dan seminar hamba Tuhan di Nias. Hal ini sungguh memberi pencerahan dan penyegaran kepada hamba-hamba Tuhan. Selanjutnya, Maret 2009, YPB kembali mengadakan pelatihan doa bagi pemuda-pemudi Nias angka-tan I. Langkah ini diambil dengan harapan agar doa menjadi gaya hidup yang bisa membudaya dalam hidup anak muda Nias. Hal ini untuk mengantisipasi semakin maraknya kehidupan bebas yang bisa menjadi bumerang di Nias. Kegiatan ini digelar atas kerja sama dengan Bimas Kristen dan gereja-gereja di Nias. baca selengkapnya di Tabloid Reformata edisi 112
55
30 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.679 sec | TOP
Online Support :