PETRUS Kia Subhan, yang lebih dikenal dengan nama sapaan Kia, mulai dikenal luas masyarakat Indonesia melalui Akademi Fantasi Indosiar (AFI), ajang lomba nyanyi yang diselenggarakan sebuah stasiun televisi, beberapa waktu lalu. Ajang yang menjadikan anak muda sebagai idola di bidang tarik suara itu telah memberi kesempatan bagi putra berdarah Flores-Jawa ini untuk meraih pre-dikat juara kedua. Pembekalan pendidikan vokal, koreografi, teater, membentuk Kia jadi semakin matang dalam performance-nya. Ini menjadi titik awal Kia dalam berkiprah di dunia nyanyi, apalagi sejak itu dia terus-menerus menerima undangan menyanyi.
Bagi putra Max Boli Sabon dan Chatarina Yani Madyarini ini kecintaannya pada dunia nyanyi sudah ada sejak masih kecil. Pendidikan khusus, perlombaan-perlombaan, sering tampil dalam event-event khusus, semuanya menjadi bekal berharga bagi mahasiswa jurusan desain komunikasi visual pada Bina Nusantara University (Binus) ini dalam mengembangkan dirinya.
“Berilah yang terbaik, pertama kepada Tuhan dan kedua kepada sesama,” adalah prinsip pria kelahiran Jakarta 29 Juni 1984 ini. Dia makin dikenal melalui album “Menuju Bintang”, “Menuju Puncak”, “Terbaik Bersama”, “3 Besar The Best of AFI”, “Bunda”, “Natal Bersama” yang diproduksi oleh Sony Music Entertainment. Tahun 2009 ini, lewat Getsemani Record, Kia kembali mengha-dirkan album universalnya yang terbaru, yang berisi 9 lagu dalam aneka warna musik seperti pop kreatif, R&B, Hip Hop, Semi Rock, bersama musisi handal seperti Hans Kurniawan, Hans Pitoy, dan Iswara.
Bagi jemaat Santo Matius Penginjil Paroki Bintaro ini, hal tersulit yang dihadapinya adalah bagaimana mengendalikan diri terhadap hal-hal yang buruk, dan mampu menerima kenyataan yang sulit sekalipun. Masa muda membuatnya optimis untuk dapat menghadapi semuanya melalui doa dan usaha. “Jika usaha tanpa doa sering memberi kesedihan dan putus asa kala impian tidak tergapai, sebaliknya doa tanpa usaha tidak menjadi-kan maksimal. Maka penting keduanya dilakukan, selain bertanggung jawab namun juga mengandalkan Tuhan dalam segala hal,” kata Kia.
Tantangan terbaru yang dirasakan Kia kini adalah kesem-patan untuk menjadi penyiar radio, yang ditawarkan Heartline. Semoga ini menjadi program menarik yang dapat dipandunya dan menarik minat banyak orang. Jika banyak hal yang dapat diraih Kia, orang tua dan keluarga ada di balik kesuksesan itu. Maka kebahagiaan terbesarnya adalah ketika dirinya dapat membahagiakan orang tua dan keluarga. Go international adalah impian yang ingin digapainya. Dia ingin terus mengem-bangkan kemampuan bernyanyi yang dimiliki-nya. Maka dia terus ber-nyanyi, promo album, pelayanan di gereja-gereja, tampil di gathering, wedding, dan acara-acara meeting membangun kerjasama dan negosiasi. Selain itu tetap fokus pada kuliah sebagai mahasiswa semester akhir.
Anak ketiga dari empat ber-saudara ini menyadari kebera-daan-nya di tengah gejolak yang tidak mudah. Sebagai seorang entertain, namun juga anak Tuhan. Kia harus tetap mencerminkan pribadi yang baik. Kecerdikan adalah cara meng-hadapi arus jaman ini, sehingga tidak harus terjerumus dalam praktek-praktek bebas, baik dalam gaya hidup maupun dalam bergaul dengan banyak orang dan kalangan.
Menyikapi perkembangan anak muda sekarang, Kia menegaskan “pentingnya kesadaran untuk dapat menggunakan otak de-ngan maksimal dan tetap mengandalkan Tuhan”. Ada impian yang ingin digapai dengan harapan terus memberikan yang terbaik. Semangat dan keyakinan Kia dalam mewujudkan impiannya untuk kelak hadir di dunia hiburan melalui kemam-puan vokal dan performance yang memukau dan menghibur banyak orang, tergambar dalam senyumnya.
Lidya