KETIKA krisis ekonomi mulai melanda, dan banyak rakyat berada dalam keadaan sulit, Natanael Ministry terpanggil untuk berbuat sesuatu bagi negeri ini, dengan cara mengutus, melayani dan memenangkan jiwa bagi Kris-tus. Ini adalah jawaban atas seruan Makedonia dalam Kisah Para Rasul 16: 9 “…Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami”.
“Melihat situasi di Indonesia, seruan tersebut terasa semakin kuat dan semakin jelas bagi kita untuk berbuat apa yang bisa kita perbuat untuk menolong mereka yang harus ditolong,” kata Pdt. Paulus Bollu, M. Div selaku Gembala Natanael Ministry. Bagi Natanael Ministry, melayani bukan sekadar kata-kata, tapi harus ada wujud nyata dalam bentuk sebuah tin-dakan. Tindakan tersebut diwujud-kan dalam sebuah misi: “Memberi-takan Injil ke segala tempat de-ngan berbagai cara sesuai amanat agung Tuhan Yesus Kristus” (Misi-Pendidikan-Sosial-Kerjasama-Media)
Bidang misi ini memiliki suatu kesatuan namun dengan fungsi berbeda. Bidang yang pertama adalah misi, yakni melakukan pekerjaan misi dan membantu pendanaan misi ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Pelayanan misi tidak hanya dalam bentuk penginjilan oleh misionaris saja, akan tetapi juga bentuk perseku-tuan keliling ke gereja-gereja, sekolah-sekolah Kristen, bahkan penjara di seluruh Indonesia. Dalam pelayanan misi, Nata-nael Ministry bisa melakukan sendiri namun juga tidak jarang bekerja sama dengan yayasan atau lembaga misi lainnya. Bidang kedua adalah pendidikan. Bentuk pelayanan pendidikan Natanael Ministry antara lain memberikan bantuan bea-siswa kepada anak-anak se-kolah umum (SD-SLTP-SLTA) yang tidak mampu. Lewat misi pendidikan ini, Natanael Ministry juga membantu mahasiswa sekolah tinggi teologi (STT) baik S1 maupun S2 yang tidak mampu, lewat pemberian beasiswa. simaksecara lengkap dalam REFORMATA edisi 109